Angka Kecelakaan di Jabar Turun 45,58 Persen, Ridwan Kamil: Mudik Tahun Ini Sukses

Kompas.com - 11/05/2023, 19:19 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran 2023 di wilayahnya mengalami penurunan 45,58 persen dari 2022.

"Mudik pada 2023 ini sukses, salah satu indikatornya kecelakaan turun hampir setengah persen. Tahun (2022) lalu 430 kecelakaan, tahun (2023) ini hanya 234 kejadian. Jadi artinya ada penurunan," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (11/5/2023).

Data kecelakaan tersebut, lanjut dia, didasarkan pada catatan kepolisian. Sementara itu, Jasa Raharja melaporkan data kecelakaan di jalan tol sebanyak 99 kejadian yang menyebabkan 33 orang meninggal.

Selain penurunan angka kecelakaan, Kang Emil menjelaskan, kemacetan panjang kendaraan relatif berkurang.

Penguraian kemacetan tersebut, kata dia, dikarenakan adanya Tol Cisumdawu dan Bocimi, meski baru sampai Exit Cisaat.

Baca juga: Menhub Usul Tol Cipali Jadi 3-4 Lajur, Pengelola: Masih Koordinasi dengan PUPR

Oleh karena itu, Kang Emil mengapresiasi kinerja aparat dan berbagai pihak terkait, serta para relawan yang bertugas selama mudik Lebaran 2023.

Aparat dan berbagai pihak yang dimaksud, mulai dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar, Tentara Nasional Indonesia- Kepolisian Negara Republik Indonesia (TNI-Polri), pemerintah daerah (pemda) kabupaten atau kota.

"Manajemen lebih baik, rest area ditambah, satu arah dan Mudik Gratis juga sukses. Saya apresiasi petugas, juga mengapresiasi kedisiplinan pemudik (di Jabar) yang jumlahnya hampir 50 juta orang," kata Kang Emil.

Dishub Provinsi Jabar mencatat total pergerakan kendaraan yang dipantau dari 13 titik jalur arteri sebanyak 14.293.137 kendaraan atau 43.774.638 orang.

Jumlah orang yang mudik tidak jauh berbeda dari prediksi sebelumnya berdasarkan hasil survei, yakni 43,44 juta orang.

Baca juga: Survei IFG Progress: Gen Z Punya Persepsi Positif soal Industri Asuransi

Sementara itu, total pergerakan kendaraan di ruas jalan tol pada enam titik pengamatan sebanyak 4.966.880 kendaraan atau 19.867.520 orang. Terdapat kenaikan sekitar 25 persen dari hasil survei atau prediksi.

Selama mudik kendaraan didominasi roda dua 9.460.944 atau hampir 60 persen dari total kendaraan.

Sementara itu, roda empat tercatat 26 persen kendaraan roda 4 atau sebanyak 3.815.816 kendaraan.

Program mudik gratis

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sendiri menggelar program Mudik Gratis bagi warga untuk kali pertama setelah terhenti karena pandemi Covid-19.

Program tersebut digelar mulai 16 April 2023 hingga 18 April 2023 dengan menggunakan moda transportasi bus dan kereta api.

Baca juga: Sopir dan Kernet Bus Masuk Sungai di Guci Tegal Lalai, Polisi: Mereka Berdua Tak Ada di Ruang Kemudi

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jabar A Koswara mengatakan, terdapat 4.751 orang ikut mudik gratis menggunakan bus dari 6.501 kuota tiket.

Sementara itu, kata dia, tercatat 5.900 orang mudik gratis menggunakan kereta api.

Koswara mengungkapkan, program Mudik Gratis juga diselenggarakan kabupaten atau kota, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta dengan total diikuti 3.500 orang menggunakan moda bus.

"Dishub juga melakukan sejumlah kegiatan, seperti traffic counting di 13 titik pengamatan, sebagai pertimbangan pengambilan keputusan dalam penerapan pengaturan lalin oleh kepolisian," jelas Koswara.

Selain itu, lanjut dia, dilakukan pengolahan dan penyajian data bersama kabupaten atau kota dan kementerian melalui aplikasi Si Pandu Jalan.

Baca juga: Aplikasi WhatsApp Resmi Dukung WearOS, Kirim Chat Bisa lewat Smartwatch

Koswara menjelaskan, selama mudik, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana angkutan di 23 terminal, enam dermaga, dua bandara, dan di stasiun kereta api.

“Kegiatan yang dilakukan ramp check terhadap 4.247 atau 60 persen populasi kendaraan, dengan hasil 73,3 persen dinyatakan laik jalan,” imbuhnya.

Total jumlah petugas gabungan yang diturunkan mencapai 4.328 orang yang bertugas di 127 posko.

Adapun rinciannya, total 12 posko terpadu provinsi, kabupaten atau kota, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) plus 115 posko kabupaten atau kota.

Baca juga: Lembaga Konsumen Yogyakarta Siap Buka Posko Aduan Pembeli Unit Rumah di Tanah Kas Desa yang Disegel

Dampak revitalisasi pariwisata di Jabar

Pada kesempatan tersebut, Kang Emil mengatakan, pariwisata Jabar pada mudik Lebaran 2023 tidak banyak diwarnai berita viral yang negatif.

Hal tersebut, kata dia, menandakan bahwa revitalisasi pariwisata di Jabar berhasil.

"Memonitor pariwisata juga sangat ramai tapi terkendali. Kan tidak banyak viral-viral negatif selama pariwisata," ujar Kang Emil.

Ia mengatakan, selama tiga tahun pandemi Covid-19 banyak objek wisata yang dibenahi.

Baca juga: Panduan Wisata Onsen Omahe Guci, Ada Infinity Pool Air Hangat Alami

Tercatat, ada lebih dari 20 titik pariwisata yang diperbaiki oleh Pemprov Jabar.

"Sehingga 2023 ini pada saat Covid-19 beres, masyarakat jadi banyak pilihan untuk berwisata di tempat-tempat yang dulu mungkin hanya ke satu titik," imbuh Kang Emil.

Ia mengungkapkan, objek wisata pada mudik Lebaran 2023 semakin bervariasi sehingga pemudik memiliki banyak alternatif untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.

“Variasi objek wisata membuat konsentrasi orang tidak hanya di satu titik tapi terpencar, sehingga kemacetan terurai dengan sendirinya,” jelas Kang Emil.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com