Kejar Target Sasaran Imunisasi Anak, Atalia Gencarkan Gebyar BIAN di Jabar

Kompas.com - 18/10/2022, 09:13 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan bahwa pelaksanaan Gebyar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) intens dilakukan di seluruh wilayah Jabar untuk mencapai target sasaran.

Gebyar BIAN merupakan agenda yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sebagai bentuk respons perpanjangan waktu pelaksanaan BIAN oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga Oktober 2022.

Pelaksanaan BIAN telah berlangsung sejak Agustus 2022. Tujuan dari perpanjangan pelaksanaan program ini untuk memberikan waktu bagi beberapa daerah yang memiliki target sasaran tinggi, seperti Jabar.

Pada pelaksanaan Gebyar BIAN, Pemprov Jabar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar dan Dinkes Kota Bandung menggandeng Yayasan Wings Care untuk mencapai target sasaran yang ditentukan, yaitu sebanyak 1.000 anak dalam satu hari.

Baca juga: 84,26 Persen Anak Usia 9-59 Bulan di Kabupaten Bandung Diimunisasi, Kadinkes: Capaian BIAN Terbaik Pasca Covid-19

Kegiatan tersebut berlangsung sejak 14 Oktober 2022 sampai Oktober 2022. Adapun acara Gebyar BIAN pada Senin (17/10/2022), dilaksanakan di Kiara Artha Park, Kota Bandung.

Melihat upaya keras Dinkes Jabar, Atalia memberikan apresiasi terhadap inovasi dan kolaborasi tersebut.

Menurutnya, upaya meningkatkan capaian BIAN memang harus melibatkan berbagai stakeholders agar berjalan lebih masif dan optimal.

"Hari ini, Senin (17/10/2022), kami hadir di Kiara Artha Park sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan cakupan BIAN untuk Jabar sendiri belum mencapai target sasaran. Target sasaran kami 95 persen dan sekarang ini baru 84,5 persen," ucap Atalia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/10/2022).

Meski belum mendekati sasaran, lanjut dia, pihaknya sangat optimistis pelaksanaan BIAN di Jabar dapat tercapai melalui inovasi dan kolaborasi.

Baca juga: Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair Saksikan Inovasi Energi Hijau di Bali

Selain itu, kata Atalia, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada orangtua yang masih memiliki rasa takut terhadap imunisasi anaknya.

"Tapi dengan kolaborasi, bekerja sama dengan Yayasan Wings Care, inovasi itu harus terus dilakukan. Jadi, bagaimana supaya membuat orangtua dan anak-anak tidak ketakutan," imbuhnya.

Untuk memotivasi orangtua dan anak, lanjut Atalia, pihaknya memiliki strategi baru, yaitu mengajak mereka bermain dan diberikan edukasi sederhana.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya harus bekerja keras, baik dari sisi edukasi dan sosialisasi karena target yang dicapai cukup banyak.

“Kami juga imbau, kami ajak kolaborasi berbagai pihak termasuk di dalamnya ada Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sebab, PKK ini yang punya jejaring sampai Dasa Wisma mereka bisa mengetuk pintu dari rumah ke rumah," jelas Atalia.

Baca juga: Kesan Ibu-ibu PKK Jakarta pada Anies: Jadi Pejuang yang Tak Terlihat, tapi Perubahannya Dirasakan

Target sasaran BIAN perlahan tercapai

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jabar Nina Susana Dewi mengatakan bahwa populasi penduduk di Jabar menjadi tantangan tersendiri dalam mengimunisasi anak.

Namun, kata dia, berkat dukungan PKK target sasaran BIAN perlahan tercapai.

Apalagi, Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil telah melakukan sosialisasi dan edukasi yang optimal kepada jejaring PKK hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

"Jabar punya kekhasan sendiri. Seperlimanya Indonesia ada di kami, karakter masyarakat berbeda. Itu tantangan bagi kami, tidak bisa dibandingkan dengan Provinsi Bali. Butuh waktu yang lebih lama dan kami terus berusaha," ucap Nina.

Baca juga: Capaian BIAN di Jatim 95,2 Persen, Khofifah: Tetap Maksimalkan

Melalui Gebyar BIAN di berbagai daerah, ia berharap bisa mendorong secara masif pelaksanaan BIAN di Jabar.

"Ini merupakan salah satu dari Gebyar BIAN. Luar biasa Ibu Atalia sebagai Ketua PKK sudah seoptimal mungkin membantu kami, dan kalau dilihat dari sasaran, perlu datang ke rumah," kata Nina.

 

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com