Kang Emil Sebut Patriot Desa Lahirkan Pemuda Berjiwa Revolusioner

Kompas.com - 10/10/2022, 18:14 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, Patriot Desa dibentuk untuk melahirkan pemuda berjiwa revolusioner yang terus bergerak bisa membawa perubahan di desa.

“Jadi lewat sentuhan tangan-tangan anak muda ini, kami harapkan peradaban desa bisa lebih maju lagi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (10/10/2022).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, Jabar Juara Lahir Batin hanya bisa terwujud jika desa di Jabar Juara.

Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jabar telah mencanangkan Patriot Desa, yang merupakan salah satu dari 12 program Gerbang Desa.

Patriot Desa adalah program pelatihan dan penempatan tugas bagi para pemuda untuk melaksanakan pembangunan di berbagai desa di Jabar.

Baca juga: Kembangkan Perdesaan, Pemuda Jawa Barat Jadi Patriot Desa

Sebagai kader penggerak desa dalam pembangunan, Patriot Desa dituntut untuk aktif dalam asistensi, pengorganisasian, pengarahan, kolaborasi, dan fasilitasi kepada desa.

Peran aktif tersebut bertujuan untuk mengembangkan ekonomi, meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial, budaya, dan pengembangan partisipasi serta keswadayaan masyarakat.

Pada 2022, telah ada 200 pemuda yang ditugaskan menjadi Patriot Desa di 18 kabupaten dan satu kota di Jabar.

Jumlah total Patriot Desa sejauh ini adalah 1.650 pemuda yang ditugaskan menjadi penggerak lokal desa di Jabar untuk membantu meningkatkan strata desa.

Terdapat lima strata desa yang menjadi indikator dalam pembangunan desa, antara lain desa sangat tertinggal, desa tertinggal, desa berkembang, desa maju, dan desa mandiri.

Dalam pelaksanaannya, peran Patriot Desa bersama stakeholder terkait diharapkan dapat membantu desa dalam meningkatkan strata kemajuan dan kemandirian desa di Jabar.

Baca juga: Agar Makin Mandiri, Industri Alkes Dinilai Perlu Dukungan Penuh dari Stakeholder

Patriot Desa jadi salah satu aktor

Staf Senior Pemberdayaan Masyarakat Program Patriot Desa Jabar Koko Muhammad mengatakan, Patriot Desa menjadi salah satu aktor yang berperan dalam meningkatkan strata kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).

“Hal yang mereka lakukan adalah menyusun inisiatif mandiri. Inisiatif mandiri disusun berdasarkan rekomendasi IDM, kemudian dipadukan dengan potensi desa yang ada,” jelasnya.

Sebagai langkah lebih lanjut, imbuh Koko, Patriot Desa tengah menyusun berbagai inisiatif mandiri untuk meningkatkan indikator indeks ketahanan sosial, ekonomi, dan ketahanan lingkungan secara nyata di lapangan.

Koko mencontohkan, misal di salah satu desa itu lemah dalam akses literasi sehingga muncul rekomendasi dibentuknya taman bacaan.

Dalam hal tersebut, Patriot Desa akan membantu desa agar memiliki taman bacaan dengan memfasilitasi pembentukan dan pengelolaan tempat itu sendiri.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Desa, Ridwan Kamil Luncurkan Patriot Desa Digital

Untuk contoh lain soal Indeks ketahanan lingkungan, Koko menjelaskan, misal di salah satu desa masih kurang penilaian indikator mitigasi bencana, maka akan ada rekomendasi IDM di desa tersebut untuk bantu memfasilitasi segala hal yang dibutuhkan.

“Kami melalui aktivitas kolaborasi bersama pihak terkait kemudian melakukan pemetaan potensi di desa tersebut. Apabila ada cukup lahan maka kami berdayakan untuk dijadikan fasilitas mitigasi bencana. Sehingga dari situlah inisiatif mandiri bisa meningkatkan indikator lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jabar Dicky Saromi mengatakan, Patriot Desa merupakan salah satu fasilitator yang memiliki peran luar biasa.

Baca juga: Pemprov Jabar Tawarkan 20 Proyek Investasi Senilai Rp 25,66 Triliun di WJIS 2022

“Pencapaian Pemprov Jabar dalam penuntasan desa tertinggal juga berkat peran dan kolaborasi dari Patriot Desa bersama seluruh stakeholder terkait,” ucapnya.

Menurut Dicky, peran Patriot Desa sudah teruji, walaupun mungkin ada beberapa yang memiliki kinerja tidak sesuai harapan.

“Untuk transparansi dan akuntabilitas kinerja mereka juga kami nilai berdasarkan key performance index (KPI) sehingga kinerja mereka bisa terlihat,” ujarnya.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com