Festival Garuda Jaya Buka Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 16/07/2022, 09:42 WIB
Yussy Maulia Prasetyani,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar Festival Garuda Jaya atau Gerakan Disabilitas Berdaya dalam Bekerja dan Berkarya, Kamis (14/7/2022). Festival tersebut dilangsungkan di Plaza Gedung Sate, Kota Bandung.

Sebagai informasi, Festival Garuda Jaya ditujukan untuk penyandang disabilitas agar memperoleh informasi tentang dunia kerja dan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian.

Pelaksana Harian Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pun mengapresiasi gelaran Festival Garuda Jaya. Ia berharap, pemerintah dan masyarakat dapat lebih peduli untuk menyediakan aksesibilitas dan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam hal pekerjaan.

Penyandang disabilitas dan kita adalah sama. Memiliki hak yang sama dalam segala hal, kesejahteraan dan kesetaraan dalam segalanya,” ujar pria yang akrab disapa Pak Uu tersebut melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).

Baca juga: Kopi Terbaik Jawa Barat Akan Jajal Pameran World of Coffee di Milan

Melalui Festival Garuda Jaya, Pak Uu juga berharap akan ada efek domino, baik bagi pemerintah, masyarakat, maupun penyandang disabilitas agar turut berpartisipasi dalam meningkatkan ekonomi Jawa Barat.

Sementara itu, Pak Uu juga turut mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja dan memenuhi haknya.

“Terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang sudah atau memberikan kuota untuk (penyandang) disabilitas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memperhatikan (penyandang disabilitas),” pungkasnya.

Sebanyak 22.000 penyandang disabilitas belum bekerja

Menurut data dari Kementerian Sosial (Kemensos) 2021, jumlah penyandang disabilitas di Jawa Barat tercatat sebanyak 23.566 orang.

Baca juga: Kemenaker Gelar Job Fair bagi Penyandang Disabilitas

Dari jumlah tersebut, hanya 1.478 orang atau sekitar 6,5 persen yang bekerja. Artinya, sekitar 22.000 orang lainnya belum mendapatkan pekerjaan. 

"Nah ini tentunya PR kita bersama. Bagaimana (agar) 22.000 orang ini bisa bekerja,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi dalam kesempatan yang sama.

Kendati demikian, menurut Rachmat, Festival Garuda Jaya dapat menjadi bursa kerja sekaligus expo untuk menguatkan Program Jabar Masagi.

Sebagai informasi, Program Jabar Masagi merupakan program belajar yang digagas oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menanamkan nilai-nilai pancasila kepada peserta didik.

Baca juga: Bupati Lumajang Minta Semua Instansi Sediakan Lapangan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Selain itu, Rachmat menuturkan bahwa Disnakertrans Jawa Barat sejauh ini secara aktif terus memberikan penghargaan bagi perusahaan yang telah membuka kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas.

Salah satu perusahaan yang menerima penghargaan tersebut adalah PT Pengtai. Perusahaan tersebut diketahui telah mempekerjakan lebih dari 100 penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas mampu mendorong produktivitas dan mendorong daya saing perusahaan. Jadi, (penyandang disabilitas) tidak menjadi beban, malah menjadi salah satu sumber daya yang bisa mendorong peningkatan perusahaan,” ujar Rachmat.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com