Akselerasi Raihan Pajak, Bapenda Jabar Dukung Gelaran Pameran Motor Bekas

Kompas.com - 07/04/2022, 19:21 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda) Jawa Barat (Jabar) Dedi Taufik mengatakan, pihaknya memaksimalkan momentum pemulihan ekonomi pada 2022 untuk mengakselerasi realisasi raihan pajak.

Optimisme itu meninggi seiring meningkatnya bisnis jual beli kendaraan pada awal 2022, khususnya industri motor roda dua.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik sepeda motor sepanjang Januari 2022 mencapai 443.890 unit.

Penjualan tersebut naik 14,5 persen dibandingkan Desember 2021 dan naik 9,9 year-on-year (yoy) jika dibandingkan Januari 2021.

Dedi mengatakan itu usai membuka dan mengunjungi pameran motor bekas (mokas) bertajuk “Adira Ekspo 2022” di Jalan Ibu Inggit Garnasih, Kota Bandung, Kamis (7/4/2022).

Dia menyebutkan, pameran tersebut merupakan langkah pelaku bisnis jual beli mokas yang masuk kategori usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam memanfaatkan pemulihan ekonomi daerah di masa normalisasi pandemi Covid-19.

Baca juga: Lewat Sapawarga, Kang Emil Bantu Warga Jabar Dapatkan Minyak Goreng

"Kami tentu mendukung karena secara langsung peningkatan penjualan unit bisa berpengaruh pada raihan pajak," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Adapun pameran mokas tersebut dihelat melibatkan puluhan komunitas showroom. Meski dipusatkan di Jalan Ibu Inggit Garnasih, pameran turut dilaksanakan di sejumlah wilayah di Bandung Raya, Senin (4/4/2022) hingga Sabtu (30/4/2022).

"Ini kolaborasi yang perlu ditingkatkan dan direplika di masing-masing Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW). Sebab, pameran ini juga menjaring pasar online," terang Dedi yang juga Wakil Ketua Divisi dalam Komite Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar.

Dedi mengatakan, pihakny bersama Adira dan para pelaku usaha di pameran tersebut, juga akan membahasa kemungkinan opsi insentif pajak yang bisa diberikan tanpa meninggalkan peluang intensifikasi pajak kendaraan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung II Kawaluyaan Ade Sukalsah menambahkan, Bapenda Jabar turut menyiapkan layanan Kios Samsat pada pameran tersebut.

Baca juga: Buka Puasa di Rumah Warga, Ridwan Kamil Ajak Masyarakat Jabar Tingkatkan Ibadah Selama Ramadhan

Menurutnya, industri jual beli kendaraan yang terus tumbuh harus diiringi dengan tingkat ketaatan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Kami siapkan layanan Kios Samsat yang standby di area ekspo untuk edukasi atau mengecek status kendaraan yang dijual," katanya.

Ade juga menyebutkan, Bapenda diharapkan akan mendapatkan keuntungan dari pameran yang digelar selama sebulan tersebut, terutama dari sisi peningkatan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Menggerakkan roda ekonomi

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Used Motorcycle Adira Finance Sugianto menyatakan, pameran tersebut merupakan sarana menggerakan roda ekonomi, khususnya para pengusaha mokas yang masuk dalam kriteria UMKM.

"Kami mengajak Bapenda berkolaborasi. Dalam kondisi seperti ini, ekonomi harus tetap bergerak, pajak juga tetap tertib dibayarkan," ucapnya.

Baca juga: Mengenal Dua Bendungan Kering di Jabar, Senjata untuk Kendalikan Banjir Jakarta

Sugianto juga menjelaskan, selama dua tahun terakhir, bisnis pengusaha mokas terpuruk karena terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, penjualan mereka turun hingga 80 persen pada 2020.

Setahun kemudian, bisnis mulai tumbuh meski tidak signifikan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Hal itu pula yang membuat Adira Finance mengakomodasi para pengusaha membuat pameran seiring pemulihan ekonomi yang digaungkan pemerintah pada 2022 dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Di pameran ini ada promo down payment (DP) murah 10 persen hingga bunga spesial sama hadiah. Minimal bisa menyaingi sebelum pandemi. Nilai transaksi diharapkan 1.000 unit untuk kreditnya, atau total 2.000 unit," imbuh Sugianto.

Sementaa itu, Ketua Panitia Adira Ekspo 2022, Wiharisa Reza Surya Kusuma mengatakan, komunitas pengusaha showroom di Bandung Raya sangat antusias dengan penyelenggaraan pameran ini.

“Setelah bisnis kami hampir mati di dua tahun terakhir, tentu ada semangat menggerakkan lagi bisnis mokas. Kami menargetkan penjualan mokas di angka 15 sampai dengan 20 unit per hari," terangnya.

Baca juga: Jabar Punya Slogan Baru, Ridwan Kamil: Tingkatkan Infrastruktur Fisik dan Spiritual

Dia menambahkan, kerja sama dengan Bapenda juga penting karena semua motor yang sekarang dijual pajaknya aktif.

“Kalau jual tapi pajak mati enggak bakal laku. Masyarakat sudah cerdas," jelasnya pria yang juga menjadi Ketua Adira Mokas Community (AMC) itu.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com