Jabar Targetkan 100 Persen Bebas BAB Sembarangan pada 2023

Kompas.com - 22/11/2021, 19:16 WIB
Inang Sh ,
A P Sari

Tim Redaksi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau sungai di kawasan Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu.
DOK. Humas Pemprov Jabar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau sungai di kawasan Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat ( Jabar) Dewi Sartika mengatakan, pihaknya menargetkan Jabar akan 100 persen open defecation free (ODF) bebas buang air besar (BAB) sembarangan pada 2023.

“Kami targetkan pada 2023 nanti (ODF) sudah 100 persen, sehingga akhir masa jabatan gubernur semua kabupaten atau kota bisa meraih penghargaan kabupaten atau kota sehat," ujar Ridwan, dikutip dari keterangan pers resminya, Senin (22/11/2021).

Dia mengatakan itu saat usai Jabar meraih penghargaan Swasti Saba Kabupaten atau Kota Sehat Tingkat Nasional tahun 2021 dari Pemerintah Pusat, Minggu (21/11/2021).

Dewi mengatakan, pihaknya meminta perhatian kepala daerah agar bisa membangun kota atau kabupaten yang layak, yakni bersih, aman, nyaman, sehat.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tengah juga tengah berupaya membangun kesejahteraan berbasis kesehatan, salah satunya memudahkan masyarakat mengakses jamban bersih.

Baca juga: Naik Rp 31.135 dan Rp 13.956, Segini UMP Jabar dan Jateng 2022

“Tentu akan kami fasilitasi dengan baik, sehingga tidak ada lagi orang yang buang air besar dialirkan ke kolam atau sungai,” kata dia.

Dewi mengatakan, terkait indikator ODF atau stop BAB sembarangan, pihaknya mengajak semua pihak untuk terlibat.

"Walaupun memang tidak individual, komunal juga boleh. Misalnya ada jamban sehat untuk ramai-ramai kemudian dikelola kampung atau desa itu boleh-boleh saja. Termasuk juga misalnya di masjid atau langgar, musala, harus kerja sama dengan seluruh pihak," katanya.

Dewi menyatakan, pihaknya mendorong melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menuju tatanan pengelolaan kota atau kabupaten ke arah yang lebih baik, termasuk di dalamnya mulai dari rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW), desa atau kelurahan, hingga kecamatan.

Baca juga: Nonton WSBK, Ridwan Kamil Bagikan Tiket Gratis untuk Warga

"Tidak hanya di desa, BAB di ruang terbuka juga masih terjadi di perkotaan. Kemarin yang jumlah desa atau kelurahannya sudah ODF di atas 60 persen itu kami daftarkan dan ada stratanya,” sebutnya.

Lakukan kolaborasi

Lebih lanjut, Dewi juga mengapresiasi kota atau kabupaten di Jabar yang berhasil mendapatkan penghargaan Swasti Saba Kabupaten atau Kota Sehat Tingkat Nasional tahun 2021 dari pemerintah pusat.

Lima kabupaten atay kota tersebut, yakni Kabupaten Sukabumi meraih Swasti Saba Wistara dengan tujuh tatanan (tertinggi), Kabupaten Sumedang meraih Swasti Saba Wiwerda dengan empat tatanan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Majalengka, dan Kota Sukabumi meraih Swasti Saba Padapa dengan dua tatanan wajib.

Dewi pun mengimbau setiap daerah yang belum masuk nominasi atau penghargaan tersebut terus berkolaborasi melakukan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mengangkat kesejahteraan.

Baca juga: Jabar Raih 2 Penghargaan BKN Award 2021, Ini Rahasianya

“Bisa fisik atau batin, seperti Jabar Juara Lahir Batin. Jadi menang atau tidak menang, sebenarnya ini adalah target kami semua. Nah, kebetulan ada penghargaan yang di dalamnya ada indikator-indikatornya, sehingga itu jadi konsen dari mereka," ucapnya.

Dia menyebutkan, dari 27 kota atau kabupaten di Jabar, terdapat 17 daerah yang lolos prasyarat. Namun, dari 17 daerah tersebut, hanya lima yang mendapatkan penghargaan.

Pada ajang ini, Jabar masuk tiga terbaik sebagai Tim Pembina Provinsi dalam Swasta Saba Kabupaten atau Kota Sehat Tahun 2021 bersama Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

Perlu diketahui, Anugerah Swasti Saba Kabupaten atau Kota Sehat merupakan bentuk apresiasi penghargaan pemerintah pusat.

Penghargaan itu dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai pembina teknis dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pembina umum dan tim terdiri atas kementerian lainnya yang terkait.

Baca juga: Lewat Fungsi Ekologis di KUB, Kang Emil Berkomitmen Perbaiki Lingkungan Hidup di Jabar

Penghargaan tersebut diberikan kepada kabupaten atau kota yang memiliki komitmen dan capaian dalam tatanan kawasan sehat yang mencakup beberapa hal.

Beberapa cakupan tersebut, seperti kesiapan pemukiman, sarana dan prasarana umum, masyarakat sehat yang mandiri, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan sosial yang sehat, sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, serta industri dan perkantoran sehat.

Pengelolaan tatanan wilayah seperti sarana prasarana, pelayanan publik, sektor perekonomian, pendidikan, dan lainnya menjadi bagian penting dan saling terkait dalam mendukung wilayah dan mutu kesehatan warga yang baik.

Penghargaan itu diperoleh setelah daerah memenuhi persyaratan, yakni persentase cakupan stop BAB sembarangan minimal 60 persen.

Tahapan penting lainnya, yakni berhasil lolos verifikasi dokumen dan lapangan oleh tim pembina kabupaten atau kota sehat pusat.

Baca juga: Bangga, Jabar Bakal Jadi Tuan Rumah Kongres Pemda se-Asia Timur 2022

Terkini Lainnya
Pastikan ASN Miliki 3 Nilai Dasar, Kang Emil Apresiasi Penandatanganan MoU Pemprov Jabar dengan KASN
Pastikan ASN Miliki 3 Nilai Dasar, Kang Emil Apresiasi Penandatanganan MoU Pemprov Jabar dengan KASN
jawa barat
Pocari Sweat Run Indonesia 2023 Sukses Digelar, Kang Emil: Pecah Rekor Semuanya, Luar Biasa
Pocari Sweat Run Indonesia 2023 Sukses Digelar, Kang Emil: Pecah Rekor Semuanya, Luar Biasa
jawa barat
Strategi Pemprov Jabar Kembangkan Desa Wisata, Rekrut 1.000 Kreator Konten hingga Latih 18 Desa
Strategi Pemprov Jabar Kembangkan Desa Wisata, Rekrut 1.000 Kreator Konten hingga Latih 18 Desa
jawa barat
Jadi Sekda Provinsi dengan Kepemimpinan Digital Terbaik, Sekdaprov Jabar: Ini Jerih Payah Seluruh Perangkat Daerah
Jadi Sekda Provinsi dengan Kepemimpinan Digital Terbaik, Sekdaprov Jabar: Ini Jerih Payah Seluruh Perangkat Daerah
jawa barat
Konsorsium Jepang Bakal Garap Proyek TPPAS Legok Nangka
Konsorsium Jepang Bakal Garap Proyek TPPAS Legok Nangka
jawa barat
Program Desa Digital dan Startup eFishery Ubah Cara Pandang Masyarakat tentang Teknologi Digital
Program Desa Digital dan Startup eFishery Ubah Cara Pandang Masyarakat tentang Teknologi Digital
jawa barat
Di Era Ridwan Kamil, Transaksi Digitalisasi Pajak Jabar Capai Hampir Rp 700 Miliar pada 2022
Di Era Ridwan Kamil, Transaksi Digitalisasi Pajak Jabar Capai Hampir Rp 700 Miliar pada 2022
jawa barat
Jabar Buka Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, Cek Ketentuannya
Jabar Buka Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, Cek Ketentuannya
jawa barat
JQR Bangun Jembatan Baru di Pelosok Garut Selatan, Warga Tak Perlu Lagi Seberangi Jembatan Reyot
JQR Bangun Jembatan Baru di Pelosok Garut Selatan, Warga Tak Perlu Lagi Seberangi Jembatan Reyot
jawa barat
Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan Pimpinan Pesantren Al-Zaytun
Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan Pimpinan Pesantren Al-Zaytun
jawa barat
Hadiri PKN ll Angkatan XXVII: Wagub Uu: Kalau Kita Diam Tidak Tambah Ilmu, Kita Ketinggalan
Hadiri PKN ll Angkatan XXVII: Wagub Uu: Kalau Kita Diam Tidak Tambah Ilmu, Kita Ketinggalan
jawa barat
Hadapi Ancaman Kekeringan, Dinas Sumber Daya Air Jabar Prioritaskan Antisipasi Gagal Panen
Hadapi Ancaman Kekeringan, Dinas Sumber Daya Air Jabar Prioritaskan Antisipasi Gagal Panen
jawa barat
Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Berinovasi untuk Penuhi Kebutuhan Pangan 50 Juta Masyarakat Jabar
Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Berinovasi untuk Penuhi Kebutuhan Pangan 50 Juta Masyarakat Jabar
jawa barat
HealthHeroes Nutrihunt, Aplikasi Baru yang Bantu Pindai Kandungan Nutrisi Makanan
HealthHeroes Nutrihunt, Aplikasi Baru yang Bantu Pindai Kandungan Nutrisi Makanan
jawa barat
Lewat Kredit BJB Mesra, Kang Emil Bantu Tingkatkan Perekonomian 15.000 Orang di Jabar
Lewat Kredit BJB Mesra, Kang Emil Bantu Tingkatkan Perekonomian 15.000 Orang di Jabar
jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke