Produk Jabar Diminati Pasar Global di Ajang Dubai Expo 2020

Kompas.com - 31/10/2021, 16:12 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
ADW

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat ( Jabar) menggelar forum bisnis “West Java Talkshow: Creative Economic, Tourism, and Halal Industry” di Paviliun Indonesia pada ajang Dubai Expo 2020.

Pada kegiatan tersebut, Pemdaprov Jabar memamerkan berbagai produk kerajinan khas dari Tanah Pasundan.

Salah satu produk yang paling menarik perhatian pengunjung di forum tersebut adalah produk fesyen.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, keberadaan produk asli Jabar memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

“Jabar memiliki potensi besar. Kualitas produk-produk kami dapat bersaing di kancah internasional. Dubai Expo 2020 merupakan tempat strategis dan kami akan terus mendorong produk-produk Jabar agar dikenal di pasar global,” ujar Atalia dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (31/10/2021).

Atalia menambahkan, dengan jumlah populasi mencapai hampir 50 juta jiwa dan menjadi salah satu daerah percontohan untuk industri kreatif, Jabar tidak pernah berhenti memproduksi berbagai produk kerajinan.

Baca juga: Ini Produk UKM Indonesia yang Tampil di Dubai Expo 2020

Maka dari itu, katanya, perkembangan industri fesyen Jabar tidak lepas dari perkembangan industri kreatif yang semakin membaik.

Pada Dubai Expo 2020, terdapat beberapa produk kreatif Jabar yang dipamerkan di area rolling exhibition di Paviliun Indonesia, mulai dari batik hingga produk kerajinan, seperti jaket dan sepatu.

Untuk batik, terdapat beberapa jenis produk asli Jabar yang dipamerkan di event tersebut, seperti batik Megamendung, batik Garutan, batik Cianjur, dan batik Tasik yang menonjolkan penggunaan warna cerah.

Sementara, untuk produk fesyen kekinian, Jabar turut memamerkan hasil kerajinan, seperti jaket berbahan jeans dan sepatu kulit ramah lingkungan yang dibuat oleh salah satu produsen asal Jabar.

“Selama seminggu pameran, terdapat banyak pengunjung yang tertarik untuk mencoba semua produk tersebut. Tak hanya itu, produk dekorasi rumah, seperti wayang dan tempat makan berbahan dasar bambu, merupakan salah satu produk paling banyak diminati,” jelas Atalia.

Pamerkan produk halal

Selain produk kerajinan, produk potensial lain yang turut ditampilkan pada Dubai Expo 2020 oleh Pemdaprov Jabar adalah produk halal hasil polesan program One Pesantren One Product (OPOP) yang merupakan program kemandirian ekonomi berbasis pesantren.

Untuk diketahui, OPOP bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat, serta pondok pesantren agar mampu mandiri secara ekonomi dan sosial.

Selain itu, keberadaan OPOP juga berfungsi untuk memacu pengembangan keterampilan, teknologi produksi, distribusi, dan pemasaran melalui pendekatan inovatif dan strategis dari Pemdaprov Jabar bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi Jabar.

Sejak 2019, terdapat 1.574 pesantren dari 27 kota dan kabupaten di Jabar yang telah mengikuti program tersebut.

Baca juga: Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Aneka bidang usaha yang terdapat pada program OPOP, mulai dari perikanan, pertanian, perdagangan, fesyen, konveksi, makanan dan minuman, serta jasa pelayanan.

Semua produk dari masing-masing bidang tersebut dikemas dengan menarik untuk kemudian dipasarkan melalui toko online.

Dampak inovasi dari program OPOP sendiri telah meningkatkan omzet unit usaha pesantren sebesar 133 persen.

Adapun transaksi penjualan dalam satu kali kegiatan temu bisnis juga meningkat hingga Rp 21 juta. Begitu juga dengan jumlah produk yang dihasilkan mengalami peningkatan dari 250 menjadi 500 produk.

Baca juga: 1.074 Pesantren di Jabar Terima Dana Rp 50 Miliar dari Program OPOP

Di sisi lain, rata-rata tenaga kerja yang terserap juga meningkat menjadi empat orang. Saat ini, terdapat minimal 20 pesantren yang terseleksi melaksanakan program pra-koperasi untuk pembentukan badan hukum koperasi tingkat provinsi.

Salah satu peserta program OPOP dari Pesantren Daarut Tauhid Ustaz Peri Risnandar mengatakan, program OPOP tak hanya mendorong pesantren punya kemandirian ekonomi, tetapi dapat membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat di lingkungan pesantren.

Sebagai informasi, selain memamerkan beragam produk potensial, Pemdaprov  Jabar juga memamerkan berbagai destinasi wisata potensial kepada calon investor dari Uni Emirat Arab dan Qatar.

Beberapa destinasi wisata yang dipamerkan adalah Tangkuban Parahu dan wisata sawah berundak di Majalengka.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com