Swasembada Alat Medis, Jabar Bisa Produksi 100.000 Alat PCR Per Minggu

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Selasa, 30 Juni 2020
Ventilator hasil kerja sama beberapa unsur di Jawa Barat. 
DOK. Humas Pemprov Jabar Ventilator hasil kerja sama beberapa unsur di Jawa Barat.

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat ( Jabar) yang juga Ridwan Kamil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar mengatakan, kelengkapan alat medis membuat penanganan Covid-19 di daerahnya selalu maksimal.

Ini karena Jabar saat ini sudah bisa swasembada alat medis, seperti ventilator, alat pelindung diri (APD), rapid test, masker, hingga alat tes Polymerase Chain Reaction ( PCR).

“Per hari ini, kami ventilator sudah swasembada, APD sangat mencukupi, bahkan masker bedah berlimpah, alat rapid test juga bikin sendiri, alat PCR bisa diproduksi 100.000 per minggu," paparnya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan itu dalam sesi wawancara daring dengan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dari Gedung Pakuan Bandung, Senin (29/06/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Pamerkan Strategi Inovatif Jabar Lawan Covid-19 di Forum Internasional

Dia menerangkan, saat ini 60 persen industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Maka saat ada pandemi Covid-19 beberapa dari industri tersebut beralih menjadi memproduksi APD.

Perusahaan alutsista milik pemerintah juga kini mampu memproduksi ventilator dan alat PCR.

"60 persen industri hi-tech ada di Jabar maka saat ada Covid-19 industri ini kita koordinasikan memproduksi alat-alat perang melawan Covid-19,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Tak hanya perusahaan, Jabar juga proaktif melibatkan institusi pendidikan untuk memproduksi sendiri alat rapid test yang jauh lebih akurat dan murah.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Banyak Orangtua Tidak Disiplin Protokol Kesehatan

Dengan kemandirian ini, Kang Emil menyebut, Jabar bisa lebih maksimal dalam penanganan dan siap apabila dihadapkan dengan gelombang kedua Covid-19.

"Jabar sekarang bisa swasembada, itu mungkin bedanya Jabar dengan provinsi lain dan ini yang membuat kami lebih tenang terkait persiapan-persiapan kalau terjadi gelombang kedua,” ungkapnya.

Dia mengatakan, hal itu bisa dilihat dari laporan tingkat kesembuhan hingga Sabtu (27/6/2020) yang mencapai 17 orang per hari.

Apabila dirata-ratakan, maka lebih banyak kasus yang sembuh dibanding positif aktif.

"Ini yang membuat Jabar dalam penanganan Covid-19 selalu maksimal," ujarnya.

Baca juga: Unpad Bersama ITB dan Rumah Amal Salman Berhasil Buat Ventilator Portabel

Indikator lainnya bisa dilihat dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus berkurang. Kini, pasien Covid-19 tinggal di angka 26 persen.

Sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 pun sudah kembali membuka pelayanan untuk penyakit umum.

"Saya berdoa tiap hari mudah-mudahan terus sampai akhirnya nol persen tidak ada lagi yang dirawat karena Covid-19," ucap Kang Emil.

Semangat kemandirian

Adapun, sebelum memproduksi sendiri alat perang melawan Covid-19, Jabar selalu menunggu kiriman dari pemerintah pusat yang harga barangnya pun cukup mahal dan harus impor.

Baca juga: Jabar Fokus Gelar Tes Masif Covid-19 di Pasar Hingga Tempat Wisata

Hal ini menurut Kang Emil, menjadi salah satu penyebab terlambatnya penanganan.

"Sebelumnya kita nunggu drop-drop-an dari pemerintah pusat, harga barangnya mahal dan harus impor jadi mau gerak cepat melawan musuh pun lambat, tapi sekarang semua in control jadi saya bisa pesan langsung, datangi pabriknya, lakukan tindakan dan buat keputusan," tuturnya.

Selain itu, dia menilai, masalah Covid-19 bukan hanya kewajiban dari pemerintah pusat saja.

Sebab, dalam kondisi berperang, maka semua yang mengaku warga negara Indonesia (WNI) harus turut serta bela negara baik dengan ilmunya, harta, maupun tenaganya.

"Covid-19 bukan kewajiban pemerintah saja karena kita ini lagi perang maka semua yang mengaku WNI harus ikut serta bela negara dengan menyumbangkan apapun," jelasnya.

Baca juga: Mengenal Manfaat Tes Antibodi Covid-19

Termasuk, lanjutnya, melakukan kedisiplinan pun menjadi salah satu bentuk bela negara.

"Bedanya sekarang yang di depan dalam perang ini adalah tenaga kesehatan," ujarnya.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021
jawa barat
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai
jawa barat
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan
jawa barat
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi
jawa barat
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023
jawa barat
Saksikan Penyaluran Bansos ke Seniman, Kang Emil Sebut Saat Ini Tidak Ada Pilihan Ideal
Saksikan Penyaluran Bansos ke Seniman, Kang Emil Sebut Saat Ini Tidak Ada Pilihan Ideal
jawa barat
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga
jawa barat
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat
jawa barat
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat
jawa barat
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University
jawa barat
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus
jawa barat
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia
jawa barat
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi
jawa barat
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta
jawa barat
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi
jawa barat