PT Jamed Siap Tangani Lonjakan Limbah Medis Covid-19 di Jabar

Kompas.com - 23/06/2020, 22:09 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

Fasilitas mesin pengolahan limbah medis PT Java Medivest, BUMD milik Pemprov JabarDok. Humas Pemprov Jabar Fasilitas mesin pengolahan limbah medis PT Java Medivest, BUMD milik Pemprov Jabar


KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ( Jabar) melalui PT Jasa Medivest (Jamed) turut mengantisipasi lonjakan limbah medis, terkait penanggulangan pandemi Covid-19 di Jabar.

Direktur Jasa PT Jamed Olivia Allan mengatakan, upaya itu ditunjukkan dengan menangani limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius termasuk Covid-19 sebanyak 24 ton per hari.

Sebagai informasi, PT Jamed adalah anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jasa Sarana yang fokus dalam pengelolaan limbah medis yang berlokasi di kawasan Dawuan, Kabupaten Karawang.

Oleh karenanya, Olivia Allan mengungkapkan, Pemprov Jabar melalui PT Jamed terus berkomitmen untuk menangani limbah B3 infeksius atau limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular.

Baca juga: Serba-serbi PPDB Jabar, dari Harus Online, Sosialisasi Lewat V-Con, hingga Masalah Sinyal

"Khususnya limbah Covid-19, kami siap di Jabar dan daerah lain karena kapasitas penanganan kami sudah mumpuni," kata dia seperti dalam keterangan tertulisnya.

Adapun limbah medis tersebut merupakan segala jenis sampah yang mengandung bahan infeksius. Limbah ini berasal dari fasilitas kesehatan seperti tempat praktik dokter, rumah sakit, praktik gigi, laboratorium, fasilitas penelitian medis, serta klinik hewan.

Ia juga menyatakan, volume limbah medis yang ditangani PT Jamet meningkat sekitar 20 persen selama pandemi Covid-19.

Menurut dia, dalam kurun Maret sampai dengan April, PT Jamed sudah menangani sekitar 1,5 ton limbah Covid-19 dari berbagai provinsi.

Baca juga: Hasil PPDB Jabar Dinilai Janggal, Orangtua Siswa Datangi Sekolah

"Kemarin kami diminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengangkut limbah infeksius hasil dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), bekas alat suntik, dan peralatan pengambilan swab di Asrama Karantina Pademangan, Jakarta Utara," ucapnya.

Tak hanya itu, Olive mengungkapkan, PT Jamed juga rutin menangani limbah Covid-19 di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar yang merupakan pusat isolasi pasien Covid-19.

Kemudian, PT Jamed juga menangani limbah medis pelaksanaan rapid tes di Institut Teknologi Nasional Bandung.

Protokol Ketat

Lebih lanjut Olivia memastikan, penanganan limbah medis Covid-19 aman terhadap lingkungan.

"Sebab pemusnahan limbah tersebut menggunakan insinerator berbasis teknologi Stepped Heart Controlled Air dengan dua proses pembakaran bersuhu 1.000-1.200 derajat celcius, dilengkapi pula alat kontrol polusi udara," katanya.

Ia menilai, mesin pembakaran mampu menetralkan emisi gas buang seperti partikel-partikel, acid gas, toxic metal, organic compound, CO, dioxin dan furan, sehingga gas buang yang dikeluarkan dapat memenuhi parameter standar baku emisi internasional.

"Teknologi yang kami pakai sudah standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), setiap tiga bulan sekali ada pengecekan, karena ada standar dari KLHK yang harus diikuti," ucapnya.

Baca juga: Hasil Seleksi PPDB SMA dan SMK Jabar Hari Ini Diumumkan, Ini Tautannya

Selain itu, ia menggatakan, PT Jamed menerapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan limbah medis dengan ketat.

Adapun penanganan tersebut mulai dari distribusi limbah medis dari fasilitas kesehatan, pemilahan, sampai proses pembakaran telah ditangani dengan melabeli limbah medis tersebut dan menggunakan kemasan berbeda.

"Limbah Covid-19 selalu didahulukan dalam penanganan, guna menekan potensi sebaran virus tersebut," tegasnya.

Ia juga mengatakan, PT Jamed telah menyusun SOP bagi karyawan dengan komprehensif atau secara luas

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Juni 2020

Olivia mengungkapkan, semua karyawan harus mengenakan APD lengkap. PT Jamed juga menyediakan asupan gizi untuk menjaga imunitas karyawan.

"Asupan gizi karyawan kami perhatikan. Vitamin C setiap hari wajib dan kami sediakan. Untuk makanan, ada tambahan buah-buahan. Kami tambahkan kurma juga. Lalu, kami siapkan juga susu untuk karyawan," ucapnya.

Terkini Lainnya
Pastikan ASN Miliki 3 Nilai Dasar, Kang Emil Apresiasi Penandatanganan MoU Pemprov Jabar dengan KASN
Pastikan ASN Miliki 3 Nilai Dasar, Kang Emil Apresiasi Penandatanganan MoU Pemprov Jabar dengan KASN
jawa barat
Pocari Sweat Run Indonesia 2023 Sukses Digelar, Kang Emil: Pecah Rekor Semuanya, Luar Biasa
Pocari Sweat Run Indonesia 2023 Sukses Digelar, Kang Emil: Pecah Rekor Semuanya, Luar Biasa
jawa barat
Strategi Pemprov Jabar Kembangkan Desa Wisata, Rekrut 1.000 Kreator Konten hingga Latih 18 Desa
Strategi Pemprov Jabar Kembangkan Desa Wisata, Rekrut 1.000 Kreator Konten hingga Latih 18 Desa
jawa barat
Jadi Sekda Provinsi dengan Kepemimpinan Digital Terbaik, Sekdaprov Jabar: Ini Jerih Payah Seluruh Perangkat Daerah
Jadi Sekda Provinsi dengan Kepemimpinan Digital Terbaik, Sekdaprov Jabar: Ini Jerih Payah Seluruh Perangkat Daerah
jawa barat
Konsorsium Jepang Bakal Garap Proyek TPPAS Legok Nangka
Konsorsium Jepang Bakal Garap Proyek TPPAS Legok Nangka
jawa barat
Program Desa Digital dan Startup eFishery Ubah Cara Pandang Masyarakat tentang Teknologi Digital
Program Desa Digital dan Startup eFishery Ubah Cara Pandang Masyarakat tentang Teknologi Digital
jawa barat
Di Era Ridwan Kamil, Transaksi Digitalisasi Pajak Jabar Capai Hampir Rp 700 Miliar pada 2022
Di Era Ridwan Kamil, Transaksi Digitalisasi Pajak Jabar Capai Hampir Rp 700 Miliar pada 2022
jawa barat
Jabar Buka Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, Cek Ketentuannya
Jabar Buka Program Pemutihan dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, Cek Ketentuannya
jawa barat
JQR Bangun Jembatan Baru di Pelosok Garut Selatan, Warga Tak Perlu Lagi Seberangi Jembatan Reyot
JQR Bangun Jembatan Baru di Pelosok Garut Selatan, Warga Tak Perlu Lagi Seberangi Jembatan Reyot
jawa barat
Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan Pimpinan Pesantren Al-Zaytun
Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan Pimpinan Pesantren Al-Zaytun
jawa barat
Hadiri PKN ll Angkatan XXVII: Wagub Uu: Kalau Kita Diam Tidak Tambah Ilmu, Kita Ketinggalan
Hadiri PKN ll Angkatan XXVII: Wagub Uu: Kalau Kita Diam Tidak Tambah Ilmu, Kita Ketinggalan
jawa barat
Hadapi Ancaman Kekeringan, Dinas Sumber Daya Air Jabar Prioritaskan Antisipasi Gagal Panen
Hadapi Ancaman Kekeringan, Dinas Sumber Daya Air Jabar Prioritaskan Antisipasi Gagal Panen
jawa barat
Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Berinovasi untuk Penuhi Kebutuhan Pangan 50 Juta Masyarakat Jabar
Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Berinovasi untuk Penuhi Kebutuhan Pangan 50 Juta Masyarakat Jabar
jawa barat
HealthHeroes Nutrihunt, Aplikasi Baru yang Bantu Pindai Kandungan Nutrisi Makanan
HealthHeroes Nutrihunt, Aplikasi Baru yang Bantu Pindai Kandungan Nutrisi Makanan
jawa barat
Lewat Kredit BJB Mesra, Kang Emil Bantu Tingkatkan Perekonomian 15.000 Orang di Jabar
Lewat Kredit BJB Mesra, Kang Emil Bantu Tingkatkan Perekonomian 15.000 Orang di Jabar
jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke