Ridwan Kamil Motivasi Anak Muda Jawa Barat agar Selalu Optimis

Kompas.com - 19/11/2019, 17:40 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat ( Jabar), Ridwan Kamil memotivasi anak muda peserta Milenials Camp Tingkat Provinsi Jawa Barat 2019 agar senantiasa optimis terhadap masa depan.

Menurut dia, optimistis adalah sikap yang dapat menjadi energi para pemuda agar bergerak dinamis, kreatif, dan inovatif sehingga bisa membuat terobosan untuk meraih kesuksesan.

"Saya melihat Indonesia akan juara di masa depan kalau anak-anak kita optimis terhadap masa depan," kata Emil (sapaan Ridwan Kamil) dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: English for Ulama, Latih Ulama Jabar Fasih Bicara di Kancah Internasional

Pernyataan itu ia sampaikan saat meresmikan kegiatan Milenials Camp di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas, Kabupaten Cianjur, Selasa (19/11/2019).

Ridwan Kamil turut didampingi istrinya yang juga Ketua Umum Jabar Bergerak, Atalia Praratya saat peresmian acara.

Latar belakang Milenials Camp 2019

Menurut Emil, Indonesia adalah bangsa besar karena memiliki posisi strategis, kekayaan alam, keragaman budaya, dan jumlah penduduk yang besar.

Hal terakhir itulah yang menjadi latar belakang Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar menggelar Milenials Camp 2019.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah menumbuhkan optimisme dan semangat anak muda meraih Indonesia Emas tahun 2045 atau 100 tahun setelah merdeka.

Tujuan tersebut dikarenakan faktor manusia atau SDM adalah modal paling penting akan maju atau tidaknya suatu bangsa.

Baca juga: Jalan Rawan Kecelakaan di Jabar Dipasangi Teknologi Tabung Putar Penahan Tabrakan

Kegiatan ini juga menjadi ajang anak muda agar terhindar dari paham radikal, terorisme, atau hoaks.

“Anak-anak SMA/SMK/MA/SLB kami undang dalam Milenial Camp untuk menguatkan kepancasilaan dan kerukunan agar menjadi agen terdepan dalam mendeteksi radikalisme," kata Emil.

Masih dikesempatan yang sama Gubernur Emil memaparkan, persatuan dan kesatuan adalah hal utama yang harus dipertahankan bila Indonesia ingin menjadi negara adidaya.

“Indonesia hari ini ranking 13 dari 20 negara ekonominya. Tahun 2030 diprediksi naik jadi ranking delapan,” ujar Emil.

Indonesia menuju negara adidaya

Ia melanjutkan, jika kondisi Indonesia positif dan kondusif, serta anak mudanya hebat, tahun 2045 atau 100 tahun merdeka Indonesia akan menjadi negara adidaya ke-4 di dunia.

Ridwan Kamil juga menjabarkan tiga syarat agar bangsa Indonesia bisa menggapai prestasi itu.

“Satu, ekonominya harus bagus. Dua, milenialnya harus kompetitif. Syarat selanjutnya, jangan bertengkar,” imbuh dia.

Baca juga: Tiga Kali Juara Umum Pornas Korpri, Jawa Barat Rebut Piala Presiden

Oleh karena itu, Emil mengimbau anak muda Jabar agar menjadi orang yang luar biasa.

Salah satu langkah nyata Pemdaprov Jabar adalah melalui program Jabar Masagi, yakni anak muda Jawa Barat harus sehat, cerdas, ber-akhlakul kharimah, dan paham agama.

Menurut Gubernur Jabar, anak muda harus memiliki fisik yang sehat atau physical quotient (PQ), dan cerdas intelegence quotient (IQ)-nya.

Anak muda, imbuh Emil, juga harus sopan santun sebagai gambaran emotional quotient (EQ) yang baik. Terakhir, mereka harus saleh karena ahli ibadah atau memiliki spiritual quotient (SQ) yang baik.

"Kita doakan 2045 Indonesia menjadi negara adidaya. 26 tahun ini, tidak boleh ada gangguan. Anak- anak ini tidak boleh terpapar hal negatif selama 26 tahun ke depan," imbuh dia.

Lindungi anak muda Jabar

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dewi Sartika mengatakan, perlu upaya meminimalkan ancaman berita hoaks, paham radikalisme, dan terorisme terhadap generasi muda Jabar.

"Salah satu upaya adalah menggelar kegiatan perkemahan ini,” imbuh dia.

Peserta akan mendapat materi dari narasumber kompeten untuk memberikan kesadaran tentang bahaya radikalisme, terorisme, dan hoaks yang berhubungan dengan keutuhan NKRI.

Materi akan disampaikan narasumber dari berbagai unsur dan institusi seperti BNPT RI, Polda Jabar, Kodam III Siliwangi, Kanwil Kemenag Jabar, UNDP, hingga Peace Generation.

Baca juga: Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan Gaptek

“Pelajar Jabar harus jadi promotor perdamaian. Sebab, generasi milenial dan Y yang multitalenta harus punya inisiatif untuk berinovasi dan memiliki jiwa kolaboratif,” kata Dewi.

Sebanyak kurang-lebih 1.656 peserta mengikuti acara Milenials Camp. Mereka terdiri dari 1.317 orang pelajar dan guru pendamping serta peserta workshop sebanyak 339 orang.

Pemdaprov Jabar sendiri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Jabar Bergerak, dan pihak lain untuk menggelar kegiatan ini.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com