Program Bus Wisata Jabar Mulai Digandrungi Warga

Kompas.com - 05/09/2019, 14:33 WIB
Mico Desrianto,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Program Bus Wisata yang diluncurkan oleh Emil - sapaan akrab Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada 23 Desember 2018 lalu mulai memberikan manfaat.

Salah satunya Bus Wisata Sonagar (Pesona Garut) di Kabupaten Garut serta Citros (Cirebon Tourism on Bus) di Kota Cirebon yang sukses menjadi magnet wisata baru di wilayah operasinya.

Bus wisata berjenis single decker ini bertujuan menciptakan bintang jalanan baru layaknya Bandung Tour on Bus ( Bandros) khas Kota Bandung

Ketua Organda Garut Yudi Nurcahyadi mengatakan, antusiasme warga khususnya pelajar terhadap Sonagar sangat tinggi sejak bus berwarna putih itu hadir.

Baca juga: Pada 2019, Pemdaprov Jabar Fokus Garap 30 Proyek Strategis

"Untuk TK, PAUD, RA dipaketkan edukasi dan wisata. Kalau siang untuk masyarakat umum. Rutenya mulai dari Pendopo Garut sampai ke Alun-Alun," ucap dia sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima, Kamis (5/9/2019).

Yudi menceritakan, tak hanya warga sekitar, wisatawan yang berkunjung di Garut juga tak melewatkan menjajal Sonagar, terutama di hari libur.

"Untuk wisatawan, rute yang dilewati Sonagar yakni tempat wisata pabrik Dodol Piknik, Sukaregang, sampai Museum Dinas Pariwisata Garut," ujar Yudi.

Untuk tiket, khusus anak-anak dibanderol seharga Rp 5.000, namun jika ingin menambah tambahan minuman cukup membayar Rp 5.000.

Baca juga: One Pesantren One Product, Jurus Ridwan Kamil Gairahkan Ekonomi Pesantren

Sedangkan untuk tiket dewasa seharga Rp 10.000 atau Rp 15.000 termasuk minuman.

"Di Sonagar juga bisa untuk karaoke," tutur Yudi.

Cirebon

Sementara itu, di Cirebon, kehadiran bus wisata bernama Citros ini juga memiliki fasilitas yang tak kalah menarik.

Sekjen Organda Cirebon, Karsono, mengatakan bahwa Citros memiliki lagu sendiri yang diciptakan oleh budayawan setempat.

Warga dan wisatawan berbondong-bondong menaiki bus wisataHumas Pemprov Jabar Warga dan wisatawan berbondong-bondong menaiki bus wisata
Titik yang dilewati Citros sendiri lebih variatif. Penumpang bisa mengunjungi Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, Gua Sunyaragi, Balai Kota Cirebon, Gedung Negara, hingga Pelabuhan Cirebon.

"Rute bisa berubah tergantung kondisi jalan," papar Karsono.

Memiliki kapasitas 20 kursi, tiket Citros untuk anak-anak Rp 5.000 dan dewasa Rp10.000.

Baca juga: Pemdaprov Jabar Kikis Ketimpangan Digitalisasi dengan Desa Digital

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar Hery Antasari menyebut program bus wisata ini merupakan salah satu upaya yang dikhususkan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar untuk mendorong sektor pariwisata.

Heri menjelaskan, pada tahap pertama, sebanyak 13 Bus Wisata hasil kerja sama dengan pihak swasta dihibahkan masing-masing satu unit untuk 13 daerah di Jabar.

Antara lain Cimahi, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Garut, Cirebon, Kuningan, Depok, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, dan Tasikmalaya.

Lalu pada tahap kedua di akhir tahun 2019, Pemdaprov Jabar dan Dishub Jabar akan meluncurkan 38 unit Bus Wisata.

Pengadaan bus itu berasal dari dana APBD kepada kabupaten/kota yang dipilih berdasarkan seleksi bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar.

"Kehadiran bus wisata tak hanya menghibur turis dan warga lokal, tapi berdampak pada pemberdayaan UKM dan karyawaan bus mulai sopir hingga kernet," tutup Hery.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com