Kang Emil Targetkan STQH Jabar Masuk 3 Besar di Tingkat Nasional

Kompas.com - 05/05/2019, 23:17 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menargetkan Kafilah Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist ( STQH) Jawa Barat akan menduduki peringkat tiga besar pada STQH Nasional yang digelar di Pontianak 27 Juni - 6 Juli 2019 mendatang.

Optimisme Kang Kamil, panggilan akrab Gubernur Jabar itu mengemuka setelah ia melihat kualitas para kafilah Jabar yang semakin menjanjikan.

"Saya harap dengan kualitas dan penyelenggaraan yang semakin baik kafilah Jabar mampu bersaing melawan provinsi lain karena itu saya targetkan berada di posisi tiga besar STQH Nasional," kata Gubernur usai menutup STQH XVI tingkat Jabar, di Pusdai Kota Bandung, Jumat (3/5/2019) malam.

Pada gelaran STQH Nasional tahun sebelumnya di Tarakan Kalimantan Utara, kontingen Jabar berada di urutan ke-8.

Target tiga besar pada STQH Nasional tahun ini, menurut Emil, sangat realistis karena Jabar memiliki jumlah muslim terbanyak yaitu 41 juta jiwa ditunjang dengan sarana dan SDM berkualitas.

Pembinaan jadi kunci

Untuk itu, pembinaan, lanjutnya, menjadi kunci kemenangan selain merancang strategi dan evaluasi oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) kepada para Qori dan Qoriah serta Hafidz dan Hafidzah.

"Kompetisi ini harus datang dari pembinaan jangan disamakan seperti kompetisi olahraga," ujar Emil, seperti dalam keteranga tertulisnya.

STQH XVI tingkat Jabar juga sebagai ajang menyeleksi kafilah terbaik yang para juaranya selanjutnya akan dibina oleh LPTQ Jabar untuk persiapan di STQH Nasional.

Dalam STQH XVI tingkat Jabar 2019 kali ini, dewan hakim yang diketuai oleh T Fuad Wahab memutuskan Kota Bandung keluar sebagai juara umum dengan nilai 25 poin.

Disusul Kota Bogor di peringkat kedua dengan nilai 16. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor dengan nilai 14.

Peringkat empat diraih oleh Kota Tasikmalaya (8), peringkat enam oleh Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis (6), peringkat tujuh oleh Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat.

Selanjutnya peringkat delapan ditempati oleh Karawang, Depok dan Kota Cirebon (3), peringkat sembilan Kota Sukabumi dan Garut (2) serta peringkat sepuluh oleh Kabupaten Bekasi (1).

Piala Tetap Gubernur diserahkan langsung oleh Ridwan Kamil kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial. "Selamat untuk Kota Bandung telah juara umum, semoga menjadi inspirasi bagi daerah lain," ucap Emil.

Ia menyoroti beberapa daerah yang belum meraih nilai pada STQH XVI Jabar ini, yaitu Kabupaten Subang, Cianjur, Purwakarta, Pangandaran, Kota Cimahi dan Banjar.

Untuk itu, Gubernur akan mengirimkan surat peringatan kepada kepala daerah agar menjadi perhatian dan diperbaiki di tahun berikutnya.

"Ada daerah yang sama sekali tidak ada nilai mohon diintrospeksi kami akan kirimkan surat untuk mengingatkan kepada daerahnya supaya di tahun berikutnya meningkat karena hidup ini tidak hanya mengurusi infrastruktur tapi juga spritualitas dan religi," ungkap Emil.

STQH XVI tingkat Jabar 2019 digelar sejak tanggal 28 April hingga 3 Mei 2019, dengan lokasi perlombaan di Pusdai, Masjid Raya Bandung dan Masjid Al-Muttaqin Gedung Sate.

Dari belasan cabang dan golongan yang dilombakan, dewan hakim memberikan piala kepada juara peringkat 1,2,3 dan juara harapan 1,2,3 pada setiap cabang dan kategorinya.

"STQH ini menjadi rutinitas yang membanggakan dan selamat kepada para pemenang yang akan menjadi bekal di level nasional," pungkas Emil.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com