Wagub Uu Ruzhanul Ungkap 2 Kunci Sukses Pariwisata Suatu Daerah

Kompas.com - 24/04/2019, 21:35 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, kunci sukses pariwisata di suatu daerah itu ada dua.

"Pertama, banyaknya wisatawan yang datang ke daerah dan kedua meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah tersebut," ujar Wagub Uu seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Wagub Jabar UU sendiri mengatakan itu saat membuka Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) ke-10 di Pendopo Tonny Soewandito Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban) di Jalan Gegerkalong Hilir, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/4/19).

Lebih lanjut, Uu menyatakan bahwa Jawa Barat memiliki banyak potensi pariwisata yang perlu dikembangkan. Untuk itu, Pemprov Jabar berkomitmen mengembangkan potensi pariwisata ini agar bisa menjadi pendorong kekuatan ekonomi di kabupaten dan kota.

Tidak hanya itu, di depan para mahasiswa jurusan pariwisata ini, Uu juga menekankan pentingnya keterlibatan kaum milenial agar dunia pariwisata bisa maju dan berkembang.

Uu berpandangan, milenial saat ini bukan hanya obyek atau pasar utama industri pariwisata tapi subyek atau pelaku industrinya.

Tak ketinggalan Wagub mengingatkan pula peran penting teknologi digital sebagai bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam pengembangan industri pariwisata kekinian.

Sebab dengan teknologi tersebut, Jabar bisa memperkenalkan atau mempromosikan potensi daerah pariwisatanya melalui platform media sosial.

"Digital dan pariwisata adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena satu sama lain saling mengikat," ungkap Uu.

Adapun terkait Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI), Wagub Uu menyampaikan apresiasinya atas event tahunan berskala nasional tersebut.

Sebab, menurutnya, KPI bisa menjadi pendorong akselerasi visi dan misi Jabar Juara Lahir dan Batin melalui sektor pariwisata.

"Kami mengapresiasi kegiatan ini, dan diharapkan hal ini bisa mendorong visi dan misi Jabar Juara Lahir Batin, dimana Jawa Barat akan menjadi provinsi pariwisata di Indonesia," ucap Uu dalam sambutannya.

Potensi ekonomi yang tertidur

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Bandung, Rachmad Imbang Tritjahjono dalam acara tersebut menilai, pariwisata di Indonesia saat ini menjadi potensi ekonomi yang sedang tertidur.

"Jadi, apabila terbangun akan memberikan potensi (ekonomi) yang luar biasa," kata Rachmad.

Rachmad menuturkan, beberapa negara saat ini telah mengambil porsi kekuatan ekonominya melalui sektor pariwisata. Contohnya adalah Thailand yang terbukti bisa bangkit dari krisis ekonomi melalui industri pariwisata.

Untuk itu, Rachmad berharap KPI ke-10 tersebut dapat menjadi sarana promosi potensi pariwisata yang ada di Nusantara.

"Harapan kami hasil dari KPI ini tidak hanya selesai di kampus, apa yang sudah kita lakukan sebaiknya kita sampaikan melalui berbagai media, sehingga potensi pariwisata yang ada di Jawa Barat dan Indonesia bisa diperkenalkan," katanya.

Sebagai informasi, KPI ke-10 tahun ini mengambil tema Digital Tourism Transform Milenial. Tema ini bermakna bahwa pariwisata berbasis digital menjadi tren bagi generasi milenial yang dapat berperan dalam memajukan industri pariwisata.

Adapujn jumlah peserta kompetisi tersebut tercatat sebanyak 813 peserta dari 56 perguruan tinggi di 15 provinsi. Mereka adalah para mahasiswa D-III, D-IV, dan S-1 jurusan pariwisata.

Dalam kompetisi yang digelar oleh Program Studi Pariwisata Politeknik Negeri Bandung kerja sama dengan Telkom University dan Stiepar Yapari-Aktripa ini, digelar 21 kompetisi, 16 kompetisi khusus dan 5 umum dengan memperebutkan piala bergilir menteri pariwisata sejak 2016 lalu.

Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com