Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Kompas.com - 17/04/2026, 15:45 WIB
DWN

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terus melakukan perbaikan dan penyesuaian dalam penanganan sampah. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi masalah sampah, khususnya setelah musim libur Lebaran dan pascalongsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang beberapa waktu lalu. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, percepatan ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Menurutnya, operasional dan jalur pengelolaan sampah yang sempat terganggu harus segera diperbaiki.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. Kami tidak akan menutup-nutupi kondisi ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” kata Asep, seperti dikutip dari Beritajakarta.id, Senin (6/4/2026). 

Setelah terjadi longsor, Asep menjelaskan bahwa DLH DKI Jakarta tidak membatasi kuota sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Sebagai gantinya, pengangkutan sampah dibagi menjadi tiga sif per hari untuk meminimalkan antrean kendaraan dan mempertimbangkan faktor keselamatan di lapangan.

“Kami mengoptimalkan proses distribusi melalui pengaturan sistem kerja dan sif pengangkutan truk sampah yang lebih terukur. Dengan pola tersebut, waktu tunggu truk sampah tetap terkendali, yakni tidak melebihi tiga jam. Upaya ini juga kami lakukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan para pengemudi,” jelas Asep.

Baca juga: Krisis Plastik yang Belum Dibaca sebagai Krisis Kesehatan

Upaya perbaikan juga dilakukan dengan mempercepat  pengangkutan di sejumlah titik yang kerap mengalami penumpukan, seperti di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kali Anyar.

Di sisi lain, TPS Rawadas dan TPS Kencana telah ditutup secara permanen melalui kerja sama dengan pihak kecamatan, kelurahan, pihak pengaman, serta lembaga musyawarah kelurahan (LMK) setempat.

“Sisa sampah pascaarus balik Lebaran juga diupayakan segera tertangani dan didistribusikan ke fasilitas pengolahan, termasuk Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Bantargebang dan Rorotan,” ucap Asep.

Sebagai informasi, TPST Bantargebang mengalami longsor pada Minggu (8/3/2026) akibat gunungan sampah yang telah melebihi kapasitas serta hujan lebat yang mengguyur area itu selama beberapa hari. Akibatnya, proses pengiriman sampah sempat terganggu dan menyebabkan antrean panjang.

Saat ini, Zona 4A yang menjadi titik longsor telah dirapikan, tetapi tidak dibuka kembali. Sementara itu, TPST Bantargebang sudah beroperasi dengan pembatasan truk yang masuk sebanyak 900 rit per hari.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana Bandung Barat Dicabut, Jeje Fokus ke Pemulihan Ekonomi dan Infrastruktur Pascalongsor

Gerak cepat pascalongsor

Asep mengatakan bahwa DLH DKI Jakarta telah melakukan langkah proaktif, khususnya dalam mempersiapkan RDF Plant Rorotan untuk meringankan beban TPA Bantargebang. Langkah tersebut meliputi peningkatan keandalan peralatan, penyempurnaan alur, proses handling residu, serta implementasi standard operational procedure (SOP).

“Kami fokus untuk double check terkait kesiapan RDF Plant Rorotan untuk mengolah sampah. Selain itu, kami juga memantau pengendalian dan penguatan sistem kontrol untuk memastikan kualitas output RDF tetap terjaga,” kata Asep dalam pernyataan tertulis yang diterima Kompas.com (9/4/2026).

DLH Jakarta juga berkomitmen menjaga aspek lingkungan melalui penguatan sistem pengendalian bau. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi sistem deodorizer dan manajemen emisi pada flue gas treatment (FGT).

“Di luar itu, kami juga menjaga koordinasi dengan Tim Kerja Pemantau Kegiatan Pengelolaan RDF Plant Rorotan. Saya berharap tim tersebut terus memberikan masukan agar pengelolaan fasilitas ini semakin baik,” ujar Asep.

Selain itu, DLH Jakarta akan memperkuat koordinasi lintas unit untuk memastikan integrasi pengelolaan di hulu (sumber sampah), tengah (RDF Plant Rorotan dan Bantargebang), serta hilir (TPST Bantargebang) berjalan lebih efektif.

Baca juga: Kelola Sampah Mandiri, 6 Pasar Besar di Denpasar Kini Dilengkapi Mesin Pencacah

“Dengan berbagai langkah dan perbaikan ini, kami berharap sistem pengelolaan sampah di Jakarta menjadi lebih aman, berkelanjutan, serta mampu meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang,” pungkas Asep. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com