Pemprov DKI Siap Bangun RS Daerah Bertaraf Internasional

Kompas.com - 09/09/2025, 11:06 WIB
DWN

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya dengan mendirikan Rumah Sakit (RS) Royal Batavia di Cakung, Jakarta Timur. Rumah sakit ini akan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas B bertaraf internasional pertama di Jakarta.

Dalam acara soft launching pembangunan RS Royal Batavia pada Senin (25/8/2025), Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan rumah sakit tersebut akan menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap dan terpadu dengan standar internasional.

“RS Royal Batavia menjadi titik awal dalam peningkatan kualitas kesehatan warga Jakarta sebagai kota global dan menyambut usia Jakarta ke-500 tahun,” kata Pramono, seperti dikutip dari Jakarta.go.id.

Menurut Pramono, bangunan RS akan tetap mempertahankan identitas budaya Betawi sebagai ikon kota. RS Royal Batavia nantinya berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,9 hektar yang terdiri atas 13 lantai, 2 basement, dan 282 kamar rawat inap.

“Saya berharap, setelah di-branding ulang, RSUD Cakung tidak lagi disebut RSUD. Harus ada kelebihan spesifik yang menjadikannya unggul dan menjadi kebanggaan warga Jakarta,” ujar Pramono.

Baca juga: Ketua IDI Gowa dan 2 Direktur RSUD Jadi Tersangka Korupsi Dana JKN Rp 3,3 Miliar

Ia mengatakan, RS Royal Batavia mulai dibangun pada 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027. Biaya pembangunan memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI secara year-on-year dan telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Semoga RSUD Cakung bisa tampil sebagai rumah sakit modern yang mampu membangun kepercayaan masyarakat dalam pelayanan pengobatan,” ucap Pramono.

Untuk diketahui, RS Royal Batavia akan menjadi rumah sakit ke-32 milik Pemprov DKI Jakarta.

Mengusung konsep green hospital, RS Royal Batavia punya layanan unggulan, seperti Penyakit Infeksi Emerging (PIE), Trauma Center, dan Center of Excellence secara komprehensif. Ada juga laboratorium khusus, MRI, dan CT-Scan.

Tak ketinggalan layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KSJSU), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), respirasi, tuberkulosis, diabetes, gastrohepatologi, dan kesehatan jiwa.

RS Royal Batavia merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Superblock Cakung Barat. Di lokasi ini akan dibangun beberapa fasilitas lain, seperti perumahan, masjid, area olahraga, dan plaza modern.

Baca juga: Olahraga Malam Bisa Bantu Jantung Lebih Sehat, Begini Kata Dokter

Warga Cakung menyambut antusias pembangunan RS Royal Batavia. Lia (50 tahun), warga Kelurahan Cakung Barat mengaku saat ini kalau berobat jaraknya cukup jauh. Kepada Kompas.com, Senin (1/9/2025), Lia sangat menantikan kehadiran RS Royal Batavia. 

“Di sekitar sini jarang ada klinik dan rumah sakit. Jadi, kalau mau berobat, harus ke rumah sakit yang jaraknya agak jauh. Ongkos transportasinya mahal,” katanya.

Selama ini, Lia harus membawa suaminya, yang menderita diabetes, kontrol minimal dua bulan sekali ke RS Firdaus di Cilincing, Jakarta Utara. Menurutnya, rutinitas ini cukup memakan waktu dan biaya karena jaraknya cukup jauh.

“Suami saya harus kontrol ke rumah sakit. Tidak ada pilihan rumah sakit lain yang bisa melayani diabetes. Jadi, memang harus ke sana,” ujar Lia.

Mengetahui RS Royal Batavia akan menyediakan layanan khusus diabetes, Lia sangat bersyukur. Jika sudah beroperasi, ia akan langsung memindahkan perawatan suaminya ke sana. 

Baca juga: 38 Orang Jalani Perawatan Medis Usai Demo di DPRD Kaltim

“Ya, kalau rumah sakitnya sudah jadi, lebih dekat dari rumah. Bagus sekali ada layanan khusus diabetes, pas untuk suami saya. Semoga nanti rumah sakit tidak membedakan pasien BPJS atau yang mandiri dan asuransi swasta,” harap Lia.

Senada, Nur juga sangat menantikan kehadiran RS Royal Batavia. Wanita berusia 45 tahun ini merasa lokasi RS Royal Batavia akan sangat membantu warga, apalagi jika butuh tindakan cepat.

“Kalau dekat sini, warga akan sangat terbantu. Terutama untuk memeriksakan anak-anak dan lansia yang kalau jaraknya jauh agak repot,” kata Nur. “Semoga pasien lebih cepat ditangani, tidak antre panjang. Biasanya kalau ke rumah sakit, kami datang pagi, tapi baru dipanggil siang jelang sore. Terlalu lama.” (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com