Nilai Transaksi JITEX 2024 Rp 12,863 Triliun, Pj. Gubernur Heru: Tahun Depan Diadakan Lagi

Kompas.com - 16/08/2024, 15:33 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta telah sukses menggelar Jakarta International Investment, Trade, Tourism, Small and Medium Enterprise Expo (JITEX) 2024, pada Rabu (7/8/2024) hingga Minggu (11/8/2024). Acara ini berhasil mencapai total transaksi senilai Rp 12,863 triliun.

Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang datang pada opening ceremony menyatakan, JITEX 2024 diharapkan dapat membuka peluang untuk mempromosikan produk-produk lokal ke luar negeri.

“Jakarta harus mandiri, (karena) cepat atau lambat namanya akan menjadi DKJ (Daerah Khusus Jakarta). Maka kita semua harus berbenah diri, supaya kita bisa menjalankan roda perekonomian. Dengan JITEX 2024, mancanegara bisa memperhatikan kita. Tahun depan harus dilaksanakan lagi,” kata Heru.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menambahkan, JITEX 2024 membuka peluang yang sangat besar bagi produk UMKM untuk tampil di level internasional. Secara keseluruhan, ia menilai, event yang baru diadakan pertama kali ini sukses menghadirkan ekosistem bisnis yang baik.

“Pelaksanaan JITEX 2024 sangat luar biasa. Keberhasilan pencapaian nilai investasi ini membuktikan bahwa JITEX 2024 memiliki dampak yang besar bagi UMKM. Tentunya tidak terlepas dari peran para buyers dan investor yang hadir," ujar Elisabeth pada agenda Laporan Business Matching JITEX 2024.

Baca juga: Dukung Jakarta Kota MICE Global, Pj. Heru Dorong Pengelolaan Kota yang Ideal 

Adapun pencapaian dari JITEX 2024 akan dijadikan baseline bagi DPPKUKM untuk menciptakan interaksi bisnis yang lebih baik pada event serupa selanjutnya. Menurut Elisabeth, pencapaian ini sekaligus menjadi pembuktian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjadikan Jakarta sebagai kota tujuan berbisnis dan pariwisata.

“Kita harus menjadikan Jakarta sebagai Competitive Global City agar bisa bersaing dengan kota-kota lainnya. JITEX 2024 akan menjadi rangkaian agenda road to JITEX 2025 yang akan disajikan dengan lebih banyak eksibitor, buyers, serta investor dengan program perdagangan dan pemberdayaan UMKM yang lebih inklusif dan masif,” tutur Elisabeth.

Sementara itu, Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengemukakan, pelaksanaan JITEX 2024 juga mendorong investor untuk membawa produk lokal Indonesia ke negara asal mereka.

“Tujuan JITEX 2024 bukan hanya business to business (B2B) saja, tapi bagaimana membuat investor melakukan aktivitas belanja. Saya lihat para investor, habis dari JITEX mereka ke mal, beli batik di sana dan makan di restoran sekitar hotel. Jadi, memberikan efek yang sangat besar seperti yang kita harapkan,” ucap Budihardjo.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Sebut Jakarta Jadi Primadona Investasi, Pj Heru: Kota Kita Makin Bersinar

Selain itu, JITEX 2024 juga membuka peluang kerja sama bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada sepuluh buyers dan investor dari Indonesia, Malaysia, Laos, Hong Kong, Filipina, India, China, Polandia, Australia, serta Selandia Baru.

“Saya menerima laporan ada juga atase dagang dari Rusia untuk tindak lanjut misi perdagangan ke Jakarta. JITEX ini bisa dijadikan program Jakarta bersama sister city-nya,” ungkap Budihardjo.

Terdapat 335 tenant produk UMKM asli Jakarta yang berpameran pada JITEX 2024. Selain itu, business to consumer (B2C) meraup transaksi sebesar Rp 1.540.501.783, dengan jumlah pengunjung yang mencapai 11.310 orang.

Membuka peluang lebih besar

JITEX 2024 membuka peluang yang besar bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk andalannya kepada para buyers dan investor yang hadir. Salah satu pemilik UMKM yang beruntung adalah Sushmita Zee. Dengan handicraft jewellery bernama Benzee, Susmitha merasa beruntung bisa mengikuti Jitex 2024.

“Tentunya sangat senang sekali karena bisa memperkenalkan produk Benzee kepada masyarakat luas. Saya memang sering ikut event seperti ini sebagai langkah promosi produk Benzee,” ungkap Susmitha kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2024).

Memulai usahanya pada 2016, Susmitha merintis Benzee dari hobinya mengoleksi perhiasan manik-manik. Lama-kelamaan, ia tertarik untuk membuatnya sendiri dan mulai belajar secara otodidak. Produknya pun awalnya baru dijual kepada keluarga dan teman dekat saja.

“Saat itu, respons mereka sangat baik. Mulailah saya gencar ikut event-event dan pameran untuk berjualan. Ternyata mendapat respons baik dan cukup menguntungkan. Orang-orang pun semakin mengenal Benzee dan akhirnya repeat order,” kenang Susmitha.

Baca juga: Apresiasi Pameran Flona 2024, Pj Heru: Semoga Jakarta Bisa Terus Tingkatkan Kualitas Lingkungan

Empat tahun setelah itu, Susmitha mendaftarkan Benzee sebagai peserta Jakpreneur. Ia pun mulai rajin ikut pembinaan, pelatihan, dan pengembangan produksi. Berkat Jakpreneur pula, ia dapat mengikuti JITEX 2024 sebagai undangan dari DPPKUKM Priovinsi DKI Jakarta.

“Ini adalah kesempatan yang baik agar bisa bertemu dengan buyers dan melakukan business matching. Saya sendiri tidak menargetkan penjualan. Namun, kesempatan untuk bertemu langsung dengan buyers dan memperkenalkan Benzee kepada mereka merupakan peluang yang tidak boleh dilewatkan,” jelas Susmitha.

Hal yang juga membuat Susmitha bersemangat adalah karena Pj. Gubernur Heru sempat menyebut Benzee dan namanya dalam opening ceremony JITEX 2024. Pada kesempatan itu, Heru memprediksi bahwa ia akan mendapatkan transaksi dari investor.

“Saya kaget karena disebut namanya oleh Pak Heru. Katanya, bisa tembus transaksi, dan ternyata betul. Saat business matching, ada pihak Malaysia dan Filipina yang datang ke booth Benzee. Mereka membeli apa yang ada di booth, katanya suka dengan produk Benzee. Mudah-mudahan ada kelanjutannya,” papar Susmitha.

Baca juga: Antisipatif dan Inovatif, Terobosan Pj Heru Selama Memimpin Jakarta Raih Penghargaan

Dari keikutsertaannya pada JITEX 2024, Susmitha berharap, Benzee dapat meningkatkan kapasitasnya, baik dari sisi produksi maupun kualitas. Ia pun berharap,dapat membawa Benzee ke pasar internasional sebagai UMKM Indonesia, sehingga dapat mendorong perekonomian dan membuka mata pencaharian.

“Saya sangat setuju event seperti ini diadakan lagi, karena membuka kesempatan yang lebih lebar untuk ekspor. Dari event sebelumnya yang saya datangi, belum ada yang deal. Mudah-mudahan hasil business matching dari JITEX 2024 bisa membuahkan hasil yang baik,” beber Susmitha. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com