Gelar 7 Pertunjukan Kebudayaan, Pemprov DKI Ubah Wajah Jakarta

Kompas.com - 22/10/2019, 18:49 WIB
Mikhael Gewati

Editor

KOMPAS.com - Tak dapat dipungkiri, pariwisata dan budaya merupakan salah satu andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memperkenalkan wajah baru Kota Jakarta.

Karena itu selain membangun sarana dan prasarana fisik sebagai kota modern dan berkarakter sesuai konsep City 4.0, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar beragam pagelaran dan kebudayaan yang sudah dinikmati warga Jakarta. 

Dalam keterangan pers yang Kompas.com terima, Pemprov DKI menjelaskan tujuh pagelaran kebudayaan yang telah dilaksanakan.

1. Jakarta International Photo Festival (JIPFEST)

 

Dengan menggandeng Pannafoto Institute, Pemprov DKI Jakarta untuk kali pertama menggelar festival pameran ini. 

Pameran berlangsung di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada 2-9 Juli 2019, menampilkan karya-karya fotografer dalam dan luar negeri.

2. Jakarta International Folklore Festival 2019.

Digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, 13-15 September 2019 lalu, pagelaran ini menampilkan 28 grup dari delapan negara.

Delapan negara tersebut yakni, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Ukraina.

Di festival ini setiap negara akan menampilkan seni tari dan musik dari daerahnya masing-masing.

3. Musik Tepi Barat

Musik Tepi Barat adalah pertunjukan musik di jalur pedestrian atau musik trotoar yang akan rutin dilaksanakan setiap bulan di beberapa lokasi Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta Pusat.

Pertunjukan musik di jalur pedestrian ini untuk menunjukkan trotoar di Jakarta Pusat tak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kak,  tapi juga tempat hiburan bagi warga.

Untuk menggelar pertunjukan ini, trotoar disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL) buat pejalan kaki.

4. Konser Akbar Monas (KAM)

KAM adalah konser kolaborasi seni di ruang terbuka publik. Pertama kali di gelar di Jakarta di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (8/9/2019) lalu.

Konser menampilkan para musikus Indonesia dari berbagai latar belakang yang beragam.

Para musikus yang tergabung dalam Jakarta Oratorio Society serta Jakarta Symphony Orchestra mementaskan repertoar karya Mozart, Strauss, Franz von Suppe, Antonio Rossini, dan Beethoven.

Konser musik yang disebut “Jakarta Bersorak” ini disambut hangat oleh penggemar musik klasik. Salah satunya, Ilham A. Chaeruddin (36), warga Kalibata, Jakarta Selatan.

Repertoir-nya memang sudah common, dan encore-nya ada interaksi antara performers dan penonton. Menurut saya ini harus dijaga ke depannya,” ujarnya, Selasa (22/10/2019).

Lebih dari itu, konser ini menurutnya punya makna yang mendalam karena KAM menjadi milestones atau perjalanan musik klasik Indonesia di dunia.

“Saya sejak 2001 sudah aktif mengadvokasi musik klasik, jadi tahu sekali bagaimana persepsi musik klasik bagi orang Indonesia secara umum. Nah, KAM ini jadi stepping stone dan pay-off yang membuktikan bahwa musik klasik itu untuk semua orang. Terbukti dengan antusiasme orang yang nonton, banyak banget!” tambah karyawan swasta ini.

5. Jakarta Muharram Festival

Peringatan tahun baru Islam pertama ini diadakan untuk menyambut Tahun Baru 1441 Hijriah di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (31/8/2019) lalu.

Di festival ini masyarakat menonton atraksi 1.000 pawai obor elektrik yang disertai atraksi tari, lagu religi, dan salawat nabi, serta tausiyah dan doa bersama dalam momen pergantian tahun Hijriah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Edy Junaedi mengaku Festival Muharram ini termasuk program yang paling diminati, karena dihadiri sekitar 10.000 pengunjung.

"Mereka datang untuk menyaksikan pawai obor yang sudah menjadi tradisi umat Islam, juga untuk menikmati kuliner halal tradisional, dan semuanya bisa dinikmati secara gratis,” ungkap Edy Junaedi,

6. Dapur Qurban DKI

Dalam rangka merayakan Idul Adha 1440 Hijriah pada Senin (12/8/2019) lalu, Pemprov DKI Jakarta membagikan sekitar 5.000 boks makanan siap saji yang merupakan olahan daging kurban.

Yang istimewa, makanan siap saji itu dimasak langsung oleh koki dari lima hotel berbintang di Jakarta, yaitu Hotel Borobudur, Shangri La, Dharmawangsa, Aston, dan Grand Cempaka.

7. Seni Mural

Seni Mural dibuat untuk menunjukkan wajah baru Jakarta. Seni mural ini ditampilkan di berbagai ruang terbuka di Jakarta, dengan menghadirkan seniman dari Institut Kesenian Jakarta dan beberapa universitas lain.

Salah satu karya mereka bisa dilihat di terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat, dan Wall Pusat Kesenian Jakarta di Taman Ismail Marzu.

Terkini Lainnya
Kebijakan Bebas PBB Bantu Jaga Daya Beli Warga Jakarta

Kebijakan Bebas PBB Bantu Jaga Daya Beli Warga Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Wajah Baru RTH Jakarta, Dari Ruang Terbuka Jadi Pusat Aktivitas Warga

Wajah Baru RTH Jakarta, Dari Ruang Terbuka Jadi Pusat Aktivitas Warga

Jakarta Maju Bersama
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com