Indeks SPBE Kabupaten Blora Naik Signifikan, Bupati Arief Diundang ke Istana Negara

Kompas.com - 28/05/2024, 10:28 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Blora Arief Rohman dinilai berhasil menggerakkan peningkatan indeks pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ( SPBE) secara signifikan.

Atas kontribusi itu, Arief diundang ke Istana Negara untuk mengikuti SPBE Summit 2024 yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Digital government Award 2024 dan Peluncuran GovTech Indonesia (INA Digital-Indonesia Terintegrasi) di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Untuk diketahui, indeks SPBE Blora meningkat signifikan jika dibandingkan dari 416 Kabupaten se-Indonesia. 

Pada 2022, indeks SPBE Blora masih 2,06, kemudian naik signifikan pada 2023 kemarin menjadi 3,27 atau meningkat sebesar 1,21.

Arief berharap, capaian tersebut terus menginspirasi jajaran birokrasi pemerintahan, khususnya di Kabupaten Blora. 

Baca juga: Bangowan Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik di Indonesia, Bupati Blora: Terus Gali Potensi Lokal

“Ini agar ke depan bisa terus menyempurnakan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan berbasis digital," ujarnya dalam siaran pers.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelaksanaan SPBE yang mudah, cepat, murah dan terintegrasi.

"Ayo sesarengan mbangun SPBE di Kabupaten Blora yang lebih baik. Blora pasti bisa!" tegasnya. 

Pada kesempatan itu, Arief hadir dengan mengenakan pakaian batik lengan panjang nuansa hijau dan berpeci. 

Arief duduk sejajar dengan para bupati dan wali kota lainnya yang masuk daerah pelaksana SPBE terbaik di ruang tengah Istana Negara.

Baca juga: Gerakan Sekolah Sehat Diluncurkan, Bupati Blora: Semoga Bisa Bermanfaat

Acara tersebut diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Ma'ruf Amin, serta para Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Hadir juga Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Jaksa Agung RI.

Adapun ada 58 kabupaten terbaik pelaksana SPBE 2024 se-Indonesia. Jawa Tengah (Jateng) menyumbang 22 kabupaten, termasuk Blora. Ini merupakan jumlah terbanyak jika dibandingkan provinsi lain.

Arief pun mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang menjadi provinsi dengan indeks pelaksanaan SPBE terbaik nasional.

"Selamat dan sukses untuk Pemprov Jateng yang hari ini meraih penghargaan Digital Government Award 2024 dari Kemenpan RB dan diserahkan langsung Presiden Jokowi,” katanya.

Baca juga: Bupati Blora: Pembangunan Ruas Jalan Jepon-Bogorejo Senilai Rp 6,48 Miliar

Dia menegaskan, pihaknya mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan siap mendukung peningkatan pelaksanaan SPBE di tingkat daerah. 

“Semoga Jateng semakin maju dalam pelayanan digitalisasi pemerintahan," ucapnya. 

Arief juga mengucapkan selamat atas diluncurkannya GovTech Indonesia yang dinamakan INA Digital-Indonesia Terintegrasi. 

Jateng terbaik 

Pada acara penyerahan penghargaan Digital government Award 2024, Pemprov Jateng menjadi provinsi dengan indeks pelaksanaan SPBE terbaik nasional.

Jokowi mengapresiasi banyaknya peningkatan pelaksanaan SPBE, baik di lembaga, kementerian, hingga pemerintah daerah. Namun,ia menekankan agar pelaksanaan SPBE tersebut tidak mempersulit masyarakat.

Baca juga: Kembalikan Kejayaan Petani Tebu, Bupati Blora Minta Pengurus Baru APTRI Jalin Sinergi

"Kehadiran birokrasi pemerintahan harusnya melayani. Bukan justru mempersulit, dan bukan memperlambat. Yang menjadi tolak ukur adalah kepuasan masyarakat. Manfaat yang diterima masyarakat dan kemudahan urusan masyarakat," ucapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi menekankan agar dilakukan penyederhanaan birokrasi sehingga seluruh layanan dapat terintegrasi dan tidak tumpang tindih.

"Satu data untuk semua, jangan bilang data ini milik lembaga ini. Data itu milik lembaga sana. Buang jauh ego sektoral. Jangan ada lagi aplikasi-aplikasi yang membingungkan. Semuanya harus diintegrasikan jadi satu,” katanya. 

Dia mengatakan, Indonesia memiliki lebih dari 27.000 aplikasi, bahkan ada satu kementerian yang mempunyai 400 aplikasi. 

Baca juga: Raih WTP 10 Kali Berturut-turut, Bupati Arief: Saya Persembahkan untuk Masyarakat Blora

“Ruwet, bahkan ada yang saling tumpang tindih. Harus diselaraskan dan diintegrasikan sehingga bisa meningkatkan daya saing nasional," jelasnya. 

Terkini Lainnya
Peringati Hari Desa 2026, Pemkab Blora Gelar Kenduri hingga Aksi Kemanusiaan

Peringati Hari Desa 2026, Pemkab Blora Gelar Kenduri hingga Aksi Kemanusiaan

Blora Mustika
Keindahan Tabebuya Bermekaran di Blora, Warga Puji Upaya Pemeliharaan Lingkungan

Keindahan Tabebuya Bermekaran di Blora, Warga Puji Upaya Pemeliharaan Lingkungan

Blora Mustika
Kembali ke Ponpes An Nur Seren Selama Cuti Kampanye, Bupati Arief: Saya Akan Terus Perjuangkan Blora

Kembali ke Ponpes An Nur Seren Selama Cuti Kampanye, Bupati Arief: Saya Akan Terus Perjuangkan Blora

Blora Mustika
Pemkab Blora Bangun Jalan Mojorembun, Warga Gelar Syukuran

Pemkab Blora Bangun Jalan Mojorembun, Warga Gelar Syukuran

Blora Mustika
3,5 Tahun Pimpin Blora, Bupati Arief Rohman Catatkan Sejumlah Prestasi

3,5 Tahun Pimpin Blora, Bupati Arief Rohman Catatkan Sejumlah Prestasi

Blora Mustika
Blora Culture Festival 2024, Bupati dan Forkopimda

Blora Culture Festival 2024, Bupati dan Forkopimda "Nayub" Bersama 3.000 Penari

Blora Mustika
Antar Dokumen Pembangunan Pasar Ngawen ke Kementerian PUPR, Bupati Blora Harap Pembangunan Cepat Terealisasi

Antar Dokumen Pembangunan Pasar Ngawen ke Kementerian PUPR, Bupati Blora Harap Pembangunan Cepat Terealisasi

Blora Mustika
Serahkan Bantuan MCK kepada 20 Keluarga, Bupati Arief Sebut Angka Kemiskinan di Blora Menurun

Serahkan Bantuan MCK kepada 20 Keluarga, Bupati Arief Sebut Angka Kemiskinan di Blora Menurun

Blora Mustika
Bupati Blora Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Diapresiasi Menteri Desa PDTT

Bupati Blora Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Diapresiasi Menteri Desa PDTT

Blora Mustika
Cari Bibit Atlet, Pemkab Blora Apresiasi Alugoro Cup 2024

Cari Bibit Atlet, Pemkab Blora Apresiasi Alugoro Cup 2024

Blora Mustika
Meriahkan Gas Desa Bumi Blora Bersama Warga, Mas Arief: Simbol Persatuan dan Kesatuan

Meriahkan Gas Desa Bumi Blora Bersama Warga, Mas Arief: Simbol Persatuan dan Kesatuan

Blora Mustika
Soal Tantangan Pembangunan Jalan di Blora, Bupati Arief Usulkan Solusi dan Prioritas

Soal Tantangan Pembangunan Jalan di Blora, Bupati Arief Usulkan Solusi dan Prioritas

Blora Mustika
Sambut HUT Ke-79 RI, Bupati Blora Gelar Ziarah Kemerdekaan di TMP Kusuma Negara Yogyakarta

Sambut HUT Ke-79 RI, Bupati Blora Gelar Ziarah Kemerdekaan di TMP Kusuma Negara Yogyakarta

Blora Mustika
Terima Duplikat Bendera Pusaka dari BPIP, Wabup Blora Sebut Ini Kehormatan dan Kebanggaan

Terima Duplikat Bendera Pusaka dari BPIP, Wabup Blora Sebut Ini Kehormatan dan Kebanggaan

Blora Mustika
Blora Jadi Pilot Project Pelayanan Kesehatan Catin, Bupati Arief Apresiasi Kemenkes dan Undip 

Blora Jadi Pilot Project Pelayanan Kesehatan Catin, Bupati Arief Apresiasi Kemenkes dan Undip 

Blora Mustika
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com