KOMPAS.com – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota (Walkot) Bandung Muhammad Farhan mendapat apresiasi positif dari masyarakat.
Hasil survei Litbang Kompas bertajuk “Teropong Daerah Kota Bandung” menunjukkan, sebanyak 81,4 persen warga Bandung optimistis terhadap arah pemerintahan di bawah kepemimpinan Farhan.
Survei tersebut dilakukan pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 terhadap 400 responden di Kota Bandung. Survei ini mengukur berbagai aspek, mulai dari persepsi terhadap kepemimpinan wali kota, evaluasi kinerja pemerintah daerah, hingga kepuasan terhadap pelayanan publik.
Tingkat optimisme ini menjadi indikator bahwa masyarakat menilai arah pembangunan kota berada pada jalur positif menuju visi “Bandung Utama”.
Optimisme publik tersebut juga menjadi modal sosial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mempercepat agenda pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Baca juga: Kebijakan WFH ASN Bandung Disertai Sanksi, Tukin Dipangkas Jika Abai Tugas
Menanggapi hasil survei tersebut, Farhan mengatakan bahwa optimisme masyarakat menjadi dorongan penting bagi Pemkot Bandung untuk terus mempercepat berbagai program pembangunan.
“Kami bersyukur melihat tingkat optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan Kota Bandung mencapai lebih dari 81 persen,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026).
Farhan menambahkan, kepercayaan publik menjadi modal penting untuk mempercepat berbagai program menuju Bandung Utama.
“Pada saat yang sama, survei ini juga menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus terus kami perbaiki, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Farhan.
Selain optimisme, survei juga menunjukkan mayoritas masyarakat merasa puas terhadap kinerja Farhan selama satu tahun memimpin Kota Bandung.
Baca juga: Pemkot Bandung Perluas Program Padat Karya 2026, Targetkan Serap 4.600 Warga di 92 Lokasi
Sebanyak 65,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja tersebut. Mayoritas responden juga menilai positif citra kepemimpinan Farhan.
“Pemkot Bandung akan terus memperkuat berbagai program pembangunan kota, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur kota, serta penguatan ekonomi masyarakat,” kata Farhan.
Survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap sejumlah layanan publik.
Sektor kesehatan mencatat tingkat kepuasan tertinggi sebesar 85,9 persen. Disusul layanan administrasi kependudukan sebesar 84,3 persen dan sektor pendidikan sebesar 83,8 persen
Baca juga: Pemkot Bandung Beri Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Caringin
Selain itu, sektor transportasi memperoleh tingkat kepuasan 77,9 persen, sementara infrastruktur kota mencapai 80,8 persen.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa layanan publik yang disediakan Pemkot Bandung telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Namun demikian, survei juga mencatat sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah. Tingkat kepuasan masyarakat di sektor ini tercatat sebesar 53,5 persen, lebih rendah dibandingkan sektor lainnya.
Hal itu menunjukkan adanya harapan masyarakat agar Pemkot Bandung terus memperkuat kebijakan terkait penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta penguatan ekonomi warga.
Baca juga: Farhan Janjikan Bonus Sarapan untuk ASN Bandung yang Tak WFH dan Bersepeda di Hari Jumat
Selain mengevaluasi kinerja pemerintah, survei juga menggambarkan persepsi masyarakat terhadap kondisi Kota Bandung secara umum.
Mayoritas responden menilai kondisi kota mengalami perbaikan, terutama dalam aspek inklusivitas sosial dan pembangunan infrastruktur.
Di sisi lain, kondisi ekonomi masih menjadi perhatian masyarakat yang perlu terus diperbaiki.
Survei juga mencatat mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan yang paling sering dirasakan masyarakat.
Baca juga: Farhan Pastikan Belanja Pegawai Pemkot Bandung di Bawah 30 Persen, Tak Ada PHK PPPK dan Paruh Waktu
Selain itu, isu lain yang menjadi perhatian warga antara lain kondisi jalan, keamanan lingkungan, serta penanganan sampah.
Temuan tersebut menjadi masukan penting bagi Pemkot Bandung untuk terus memperkuat kebijakan terkait stabilitas harga, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pelayanan publik.
Peneliti Litbang Kompas Christian MM mengatakan, Survei Persepsi Publik merupakan evaluasi satu tahun pertama pemerintahan Farhan.
Menurutnya, survei itu menunjukkan adanya upaya konsolidasi dan penguatan arah pembangunan di Kota Bandung.
“Meski dengan beberapa catatan pada bidang ekonomi dan good governance yang dinilai masih belum optimal, hasil ini menunjukkan adanya apresiasi publik yang nyata terhadap kerja-kerja konkret yang telah dilakukan Pemkot Bandung,” jelas Christian.
Baca juga: Farhan Dorong ASN Cari Terobosan Efisiensi Mobilitas, Sorot Bandung Kurang Lampu