Sektor Kesehatan dan Pendidikan Cemerlang, 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis di Bawah Nahkoda Walkot Farhan

Kompas.com - 07/04/2026, 17:38 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota (Walkot) Bandung Muhammad Farhan mendapat apresiasi positif dari masyarakat. 

Hasil survei Litbang Kompas bertajuk “Teropong Daerah Kota Bandung” menunjukkan, sebanyak 81,4 persen warga Bandung optimistis terhadap arah pemerintahan di bawah kepemimpinan Farhan.

Survei tersebut dilakukan pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 terhadap 400 responden di Kota Bandung. Survei ini mengukur berbagai aspek, mulai dari persepsi terhadap kepemimpinan wali kota, evaluasi kinerja pemerintah daerah, hingga kepuasan terhadap pelayanan publik.

Tingkat optimisme ini menjadi indikator bahwa masyarakat menilai arah pembangunan kota berada pada jalur positif menuju visi “Bandung Utama”.

Optimisme publik tersebut juga menjadi modal sosial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mempercepat agenda pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Baca juga: Kebijakan WFH ASN Bandung Disertai Sanksi, Tukin Dipangkas Jika Abai Tugas

Menanggapi hasil survei tersebut, Farhan mengatakan bahwa optimisme masyarakat menjadi dorongan penting bagi Pemkot Bandung untuk terus mempercepat berbagai program pembangunan.

“Kami bersyukur melihat tingkat optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan Kota Bandung mencapai lebih dari 81 persen,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (7/4/2026). 

Farhan menambahkan, kepercayaan publik menjadi modal penting untuk mempercepat berbagai program menuju Bandung Utama.

“Pada saat yang sama, survei ini juga menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus terus kami perbaiki, terutama dalam memperkuat sektor ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Farhan.

Selain optimisme, survei juga menunjukkan mayoritas masyarakat merasa puas terhadap kinerja Farhan selama satu tahun memimpin Kota Bandung.

Baca juga: Pemkot Bandung Perluas Program Padat Karya 2026, Targetkan Serap 4.600 Warga di 92 Lokasi

Sebanyak 65,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja tersebut. Mayoritas responden juga menilai positif citra kepemimpinan Farhan.

“Pemkot Bandung akan terus memperkuat berbagai program pembangunan kota, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur kota, serta penguatan ekonomi masyarakat,” kata Farhan. 

Kepuasan tinggi dalam layanan publik

Survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi terhadap sejumlah layanan publik.

Sektor kesehatan mencatat tingkat kepuasan tertinggi sebesar 85,9 persen. Disusul layanan administrasi kependudukan sebesar 84,3 persen dan sektor pendidikan sebesar 83,8 persen

Baca juga: Pemkot Bandung Beri Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Caringin

Selain itu, sektor transportasi memperoleh tingkat kepuasan 77,9 persen, sementara infrastruktur kota mencapai 80,8 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa layanan publik yang disediakan Pemkot Bandung telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Namun demikian, survei juga mencatat sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah. Tingkat kepuasan masyarakat di sektor ini tercatat sebesar 53,5 persen, lebih rendah dibandingkan sektor lainnya.

Hal itu menunjukkan adanya harapan masyarakat agar Pemkot Bandung terus memperkuat kebijakan terkait penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta penguatan ekonomi warga.

Baca juga: Farhan Janjikan Bonus Sarapan untuk ASN Bandung yang Tak WFH dan Bersepeda di Hari Jumat

Kota Bandung di mata masyarakat

Selain mengevaluasi kinerja pemerintah, survei juga menggambarkan persepsi masyarakat terhadap kondisi Kota Bandung secara umum.

Mayoritas responden menilai kondisi kota mengalami perbaikan, terutama dalam aspek inklusivitas sosial dan pembangunan infrastruktur.

Di sisi lain, kondisi ekonomi masih menjadi perhatian masyarakat yang perlu terus diperbaiki.

Survei juga mencatat mahalnya harga kebutuhan pokok sebagai persoalan yang paling sering dirasakan masyarakat.

Baca juga: Farhan Pastikan Belanja Pegawai Pemkot Bandung di Bawah 30 Persen, Tak Ada PHK PPPK dan Paruh Waktu

Selain itu, isu lain yang menjadi perhatian warga antara lain kondisi jalan, keamanan lingkungan, serta penanganan sampah.

Temuan tersebut menjadi masukan penting bagi Pemkot Bandung untuk terus memperkuat kebijakan terkait stabilitas harga, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pelayanan publik.

Peneliti Litbang Kompas Christian MM mengatakan, Survei Persepsi Publik merupakan evaluasi satu tahun pertama pemerintahan Farhan.

Menurutnya, survei itu menunjukkan adanya upaya konsolidasi dan penguatan arah pembangunan di Kota Bandung.

“Meski dengan beberapa catatan pada bidang ekonomi dan good governance yang dinilai masih belum optimal, hasil ini menunjukkan adanya apresiasi publik yang nyata terhadap kerja-kerja konkret yang telah dilakukan Pemkot Bandung,” jelas Christian.

Baca juga: Farhan Dorong ASN Cari Terobosan Efisiensi Mobilitas, Sorot Bandung Kurang Lampu

Terkini Lainnya
Sektor Kesehatan dan Pendidikan Cemerlang, 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis di Bawah Nahkoda Walkot Farhan

Sektor Kesehatan dan Pendidikan Cemerlang, 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis di Bawah Nahkoda Walkot Farhan

bandung
Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

bandung

"Bulan Belanja Bandung 2025" Siap Guncang Kota dengan Ribuan Promo dan Hiburan

bandung
Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

bandung
Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

bandung
Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

bandung
Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

bandung
Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

bandung
Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

bandung
Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

bandung
Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

bandung
Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

bandung
Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

bandung
Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

bandung
Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

bandung
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com