Taman Film, Tempat Alternatif "yang Hijau-hijau" di Kota Bandung

Kompas.com - 15/09/2014, 16:09 WIB
Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana

Penulis


BANDUNG, KOMPAS.com —
Untuk mencari "yang hijau-hijau" di kota besar tidaklah mudah. Pada umumnya, para penghuni kota harus meluangkan waktu pergi ke luar kota dan pedesaan yang lokasinya kebanyakan berada jauh dari perkotaan.

Namun, kini warga Kota Bandung punya alternatif baru untuk menyegarkan mata di dalam kota sendiri. Mereka cukup dengan mengunjungi Taman Film yang lokasinya berada di kolong jalan layang Pasupati, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Taman yang diluncurkan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Minggu (15/9/2014), ini memiliki desain unik dengan dominasi warna hijau yang menyegarkan mata. Bak di pedesaan, beton-beton yang berfungsi sebagai kursi penonton dibentuk menyerupai terasering persawahan. Tempat duduk terasering ini dikabarkan mampu menampung hingga 600 orang penonton.


Tidak hanya tempat duduk yang berwarna hijau, ada bagian lain dari Taman Film Bandung yang cukup menarik. Bagian itu adalah karpet rumput sintetis yang berada di bagian bawah tempat duduk terasering. Di atas rumput sintetis yang juga berwarna hijau ini, pengunjung bisa bermain, duduk lesehan, atau bahkan tidur-tiduran tanpa takut kotor.

Meski tidak dilarang, banyak warga dan anak-anak yang sengaja melepas alas kaki mereka untuk bermain dan bersantai di atas rumput itu. Pengunjung tidak perlu takut panas matahari yang menyengat dan guyuran hujan karena taman ini terlindung berkat jalan layang Pasupati yang melintang tepat di atasnya.

Walaupun di taman ini hanya ada sedikit pepohonan yang tidak terlalu besar, suasana teduh dan nyaman dengan embusan angin sepoi-sepoi sedikit demi sedikit bisa menghadirkan rasa kantuk.

Beberapa orang mungkin mengira kalau taman yang lokasinya berada di kolong jalan layang ini akan terasa tidak nyaman dengan suara bising kendaraan yang melintas di atasnya. Namun, ternyata hal tersebut tidak berpengaruh banyak.

Gaung teriakan riang anak-anak yang bermain di atas rumput sintetis hijau mampu mengalahkan bisingnya kendaraan yang melintas. Tidak perlu khawatir untuk masyarakat yang tidak memiliki dana besar. Pasalnya, fasilitas umum ini tidak dipungut biaya, bahkan pengunjung bisa menonton film atau pertandingan sepak bola yang ditayangkan di layar videotron di taman ini.

Taman Film Bandung memiliki luas 1.300 meter persegi. Sebagai yang pertama di Indonesia, taman ini dilengkapi dengan teknologi videotron raksasa berukuran 4 x 8 meter. Layar raksasa ini nantinya berfungsi sebagai pemutar film atau pertandingan sepak bola, khususnya pertandingan tim Persib Bandung.

Penonton pun akan dimanjakan dengan sound system berkualitas baik yang didukung daya listrik 33.000 watt. Anggaran untuk membangun Taman Film ini mencapai Rp 1 miliar. Dana tersebut tidak menggunakan APBD Kota Bandung.

Pembangunan Taman Film ini didapat dari CSR beberapa perusahaan. Salah satu yang paling besar adalah PT Multistrada Arah Sarana sebagai pemegang hak paten merek ban ternama, Corsa dan Achilles, yang juga mendukung tim sepak bola Persib Bandung.

Terkini Lainnya
Sektor Kesehatan dan Pendidikan Cemerlang, 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis di Bawah Nahkoda Walkot Farhan

Sektor Kesehatan dan Pendidikan Cemerlang, 81,4 Persen Warga Bandung Optimistis di Bawah Nahkoda Walkot Farhan

bandung
Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

Hidupkan Lagi Bandara Husein, Walkot Farhan Ingin Bandung Kembali Jadi Pintu Dunia

bandung

"Bulan Belanja Bandung 2025" Siap Guncang Kota dengan Ribuan Promo dan Hiburan

bandung
Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

Pemkot Bandung Buka Bandara Husein, Malaysia Yakin Kerja Sama Ekonomi Meningkat

bandung
Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta, Wali Kota Farhan: Titik Awal Bangkitnya Bandara Husein

bandung
Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

Digelar Juni-Agustus, Bandung Kota Cerita Suguhkan 4 Acara Utama

bandung
Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

Bandung Kota Cerita, Inisiatif Pemkot Bandung Lestarikan Keberagaman lewat Narasi

bandung
Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

Pemkot Bandung Gandeng Seskoad Wujudkan Kawasan Bersih dan Mandiri Sampah

bandung
Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

Percepat Penanganan Sampah Organik, Pemkot Bandung Siap Operasikan Teknologi Biodigester di Pasar Gedebage 

bandung
Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

Dugaan Korupsi Hibah Pramuka, Pemkot Bandung Serahkan Proses Hukum ke Kejati Jabar

bandung
Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

Lantik Sekda Baru, Wali Kota Bandung Amanahkan 3 PR Utama 

bandung
Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

Resmi Jabat Sekda Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain Ditugaskan Perbaiki Birokrasi

bandung
Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

Iskandar Zulkarnaen Dilantik Jadi Sekda Kota Bandung, Ketua DPRD Berikan Pesan Khusus

bandung
Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

Ridwan Kamil: Jangan Primitif, Perubahan Tak Hanya Tugas Pemerintah!

bandung
Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

Penuhi Hak Pejalan Kaki, Bandung Sudah Permak 26 Titik Trotoar

bandung
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com