Universitas Diminta Berperan Mengurangi Pengangguran dan Kemiskinan

Kompas.com - 21/08/2017, 19:18 WIB


KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan tingginya tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan, dan tingkat ketimpangan. Sebab itu, Pemerintah Jawa Barat mengajak Universitas Padjadjaran untuk berperan mendongkrak daya saing teknologi, produktivitas tenaga kerja, dan inovasi.

"Saya berharap Universitas Padjadjaran terus memperkuat peran sebagai agent of economic development and entrepreneural university," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Senin (21/8/2017) dalam siaran pers kepada Kompas.com.

Menurut survei The Mckinsey Global Institute 2012, jumlah kelas pekerja di Indonesia pada 2030 diproyeksikan sebanyak 135 juta orang. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan menempati posisi ketujuh terbesar di dunia setelah Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, Brazil, dan Rusia, atau disebut negara global player.

Saat ini, pembangunan bidang pendidikan di Jawa Barat menunjukkan hasil positif antara lain indeks pendidikan naik menjadi 61,39 poin, angka melek huruf 98,78 persen, rata-rata lama sekolah 7,90 tahun, angka partisipasi kasar (APK) SMP 99,86 persen, APK SMA 67,56 persen, dan APK Pendidikan Tinggi 17,76 persen.

Namun, Deddy melanjutkan, peringkat daya saing Indonesia melorot dari 34 menjadi 41 dari 138 negara pada 2014-2015.

Baca: Jawa Barat Mengalami Kemajuan Signifikan

Pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan Pemerintah Jawa Barat adalah tingkat pengangguran terbuka sebesar 8,89 persen, gini ratio atau tingkat ketimpangan sebesar 0,4 poin,  dan angka kemiskinan sebesar 8,77 persen.

Pada 2020 sampai 2035, negara Indonesia diperkirakan akan mengalami puncak bonus demografi. Dampaknya, jumlah kelas pekerja menjadi sangat besar.

Untuk itu, dia menambahkan, kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan dalam menyongsong Indonesia Emas pada 2045.

Menurut Deddy, ada tiga langkah integratif dalam bidang pendidikan, yaitu start earlier (pendidikan usia dini), stay longer (sekolah setinggi mungkin), dan reach wider (pemerataan kesempatan pendidikan).

Menjawab pasar tenaga kerja

Deddy mengapresiasi kerja sama penelitian Universitas Padjadjaran dengan Pemerintah Jawa Barat dalam mengembangkan plasma nutfah sapi Pasundan serta great grand parent stock Ayam Sentul dan Itik Rambon.

Dia berharap Universitas Padjadjaran lebih fokus dalam upaya hilirisasi hasil riset dan inovasi dosen dan mahasiswa.

Selain itu, dunia akademis perlu memperkuat link and match antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Sehingga, tercipta para teknopreneur muda yang mampu bersaing di tingkat global.

"Lulusan universitas diharapkan memiliki kemandirian dan menjadi job creator dengan memanfaatkan Program Pencetakan 100 ribu Wirausaha Baru. Pemerintah Jawa Barat memiliki Kredit Cinta Rakyat yang digulirkan dan bisa dimanfaatkan para mahasiswa," ujarnya.


Terkini Lainnya
Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

Elektabilitas Capres Versi Survei Indikator: Prabowo Teratas, Dedi Mulyadi di Posisi Kedua

jawa barat
Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

Imbau Massa Tak Rusak Fasilitas Publik, Dedi Mulyadi: Pihak yang Rugi Rakyat Kecil

jawa barat
Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

Dedi Mulyadi Ingatkan Aksi Protes Tak Boleh Rugikan Warga

jawa barat
Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

Telepon Ibunda Affan Kurniawan, KDM Sampaikan Belasungkwa dan Tawarkan Bantuan

jawa barat
Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban Pembunuhan Oknum Polisi Rp 50 Juta

jawa barat
Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

Terbitkan Larangan Knalpot Brong di Jabar, Dedi Mulyadi: Mari Ciptakan Kenyamanan Berlalu Lintas 

jawa barat
Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

Anak-anak Jabar Seberangi Sungai demi Sekolah, KDM: Kita Bangun Banyak Jembatan Tahun Depan

jawa barat
Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

Bubarkan Pungutan di Jalan Bekasi, Dedi Mulyadi Janjikan Rp 50 Juta untuk Pembangunan Mushala

jawa barat
Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

Gempa Bekasi-Karawang, KDM Pastikan Pemprov Jabar Bantu Perbaikan Rumah dan Puskesmas

jawa barat
BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

BPS: Ekonomi Jabar Tumbuh 5,23 Persen di Triwulan II-2025, Penyumbang Terbesar dari Industri Pengolahan

jawa barat
Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

Dedi Mulyadi: Kemerdekaan Sejati adalah Rakyat Berdaulat atas Tanahnya

jawa barat
Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

Hari Jadi Jabar Ke-80, KDM: Momentum Bangun Jabar Istimewa, Lembur Diurus Kota Ditata

jawa barat
Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

Soal Kasus Balita Raya, Gubernur Dedi Mulyadi: Pemerintah Jangan Kalah Gesit dari Relawan Sosial

jawa barat
Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

Prihatin Kasus Balita Meninggal Dipenuhi Cacing, KDM: Kami Sudah Kirim Tim

jawa barat
Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

Lewat Penertiban Bangunan Liar, KDM Kembalikan Fungsi Lahan di Jabar

jawa barat
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com