HUT Ke-79 RI di Siak, Kenang Kembali Loyalitas Sultan untuk Jadi Teladan

Kompas.com - 18/08/2024, 13:39 WIB
Sri Noviyanti

Penulis

KOMPAS.com – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 yang digelar di lapangan upacara Kantor Bupati Siak, Sabtu (17/8/2024), berlangsung khidmat. Dalam gelaran itu, Bupati Siak, Alfedri, menceritakan kembali kontribusi Sultan Kerajaan Siak untuk kemerdekaan Indonesia.

Ia memulai cerita dengan membahas sejarah panjang keterlibatan Kerajaan Siak terhadap kedaulatan Indonesia.

Ia menilai, hal itu tak lepas dari perjuangan Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau juga dikenal dengan Sultan Syarif Kasim II.

Setelah mendengar berita kekalahan Jepang yang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada 15 Agustus 1945 yang kemudian diikuti dengan diproklamasikannya kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, Sultan Syarif Kasim II yang dikenal anti kolonialisme langsung mengibarkan bendera merah-putih di depan Istana Siak.

Baca juga: Pemkab Siak Gelar Program Populer yang Selalu Dinantikan Masyarakat

Namanya kian kondang usai menyerahkan kedaulatan kerajaan yang dipimpinnya dan menyumbang 13 juta Gulden Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia lewat Presiden Soekarno di Yogyakarta sebagai simbol bergabungnya kerajaan di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu, kata Alfedri, menjadi tanda bahwa orang Siak tak perlu lagi diragukan nasionalismenya.

Loyalitas sang Sultan memang patut dikenang dan menjadi teladan. Sultan Syarif Kasim II rela menjadi warga biasa dengan menyerahkan tahta untuk mendukung NKRI.

“HUT ke-79 RI ini menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan, tentu semangat nasionalisme pahlawan nasional Sultan Syarif Kasim II harus bisa diwujudkan bagaimana Siak ke depan semakin maju dan masyarakatnya sejahtera,” kata Bupati Alfedri dalam rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (18/8/2024).

Baca juga: HUT ke-79 RI, Bupati Siak: Momen Bangun Spirit dan Nasionalisme

Pemerintah kabupaten Siak saat ini, tengah memperjuangkan Sultan Siak kedua, Sultan Abdul Jalil Muzafar Syah atau dikenal Tengku Buwang Asmara untuk juga diusulkan menjadi pahlawan nasional yang kedua dari kabupaten Siak.

Sejarah perjuangan Tengku Buwang Asmara atau Sultan Abdul Jalil Muzafar Syah tak kalah menarik dari pahlawan lain. Lewat perang guntung, sultan kedua berjuang pertahankan Kerajaan Siak dari penjajahan Belanda.

“Pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional sudah sampai ke tingkat nasional. Kami berharap, Tengku Buwang Asmara bisa menjadi pahlawan nasional,” kata dia.

Alfedri mengulas, 13 juta Gulden Belanda yang diberikan Sultan Siak dulu setara dengan Rp 20,8 triliun. Uang sebanyak itu, katanya, setara dengan tujuh kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) Kabupaten Siak jika sekali APBD dihitung Rp 3 triliun.

Baca juga: HUT Kemerdekaan RI, Bupati Siak Ajak Anak Mudah Pelajari Sejarah Sultan Syarif Kasim II

Hitungan itu, kata Alfedri jika disetarakan dengan kurs Euro sekarang. Saat ini, konversi Euro ke Rupiah adalah Rp16.000. Jadi, 1 juta Gulden Belanda lebih kurang nilainya sama dengan Rp 1,6 triliun.

“Cukup banyak pengorbanan Sultan untuk mempertahankan kemerdekaan republik ini sebetulnya. Tentu, spirit nasionalisme sultan ini harus terus tumbuh pada generasi penerus. Sebab, Siak telah memberikan kontribusi yang besar untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” terangnya. (Defi Pribadi)

Terkini Lainnya
Bupati Siak Dukung Pembangunan Ruang Kelas Baru di Ponpes Jabal Nur Kandis

Bupati Siak Dukung Pembangunan Ruang Kelas Baru di Ponpes Jabal Nur Kandis

Siak
Pemkab Siak Terima Penghargaan Peduli Pelayanan dan Keterbukaan Informasi Publik

Pemkab Siak Terima Penghargaan Peduli Pelayanan dan Keterbukaan Informasi Publik

Siak
Pimpin Apel di SMAN 1 Sungai Apit, Bupati Alfedri Tekankan Pentingnya KTP bagi Pelajar Usia 17 Tahun

Pimpin Apel di SMAN 1 Sungai Apit, Bupati Alfedri Tekankan Pentingnya KTP bagi Pelajar Usia 17 Tahun

Siak
Gelar Program Siak Melesat, Bupati Alfedri Disambut Antusias Masyarakat Tualang

Gelar Program Siak Melesat, Bupati Alfedri Disambut Antusias Masyarakat Tualang

Siak
Sukses Kelola Transportasi dengan Baik, Pemkab Siak Raih Penghargaan WTN 2024

Sukses Kelola Transportasi dengan Baik, Pemkab Siak Raih Penghargaan WTN 2024

Siak
Punya Udara Paling Bersih di Indonesia, Bupati Siak: Bukti Komitmen Kami Jaga Lingkungan.

Punya Udara Paling Bersih di Indonesia, Bupati Siak: Bukti Komitmen Kami Jaga Lingkungan.

Siak
Jabatan Penghulu dan Bapekam Kerinci Kanan Jadi 8 Tahun, Bupati Siak: Keberlanjutan Pembangunan Penting

Jabatan Penghulu dan Bapekam Kerinci Kanan Jadi 8 Tahun, Bupati Siak: Keberlanjutan Pembangunan Penting

Siak
Pemkab Siak Terima SK Biru TORA, Berikan Kepastian Hukum pada Lahan di Siak

Pemkab Siak Terima SK Biru TORA, Berikan Kepastian Hukum pada Lahan di Siak

Siak
Bupati Siak Perpanjang Masa Jabatan Penghulu dan Bapekam di Mempura Jadi 8 Tahun

Bupati Siak Perpanjang Masa Jabatan Penghulu dan Bapekam di Mempura Jadi 8 Tahun

Siak
Masa Jabatan 6 Penghulu dan 52 Bapekam Siak Diperpanjang, Bupati Alfedri: Bonus dari Pemerintah

Masa Jabatan 6 Penghulu dan 52 Bapekam Siak Diperpanjang, Bupati Alfedri: Bonus dari Pemerintah

Siak
Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK, Bupati Alfedri Apresiasi Para Kader PKK

Peringati Hari Kesatuan Gerak PKK, Bupati Alfedri Apresiasi Para Kader PKK

Siak
Program Siak Melesat Inisiatif Bupati Alfedri Sambangi Sungai Apit

Program Siak Melesat Inisiatif Bupati Alfedri Sambangi Sungai Apit

Siak
Bupati Alfedri Buka Turnamen PLC 2024, Harap Lahir Atlet Terbaik.

Bupati Alfedri Buka Turnamen PLC 2024, Harap Lahir Atlet Terbaik.

Siak

"Bujang Kampung" di Olak, Bupati Siak Resmikan Gedung Kantor Penghulu

Siak
Siak Serindit Boat Race 2024 Dibuka, Total 27 Tim Berpartisipasi

Siak Serindit Boat Race 2024 Dibuka, Total 27 Tim Berpartisipasi

Siak
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com