Pasar Modern BSB City Resmi Dibuka, Dorong UMKM dan Perekonomian Mijen

Kompas.com - 09/09/2024, 10:42 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Wali Kota (Walkot) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambut baik kehadiran pasar modern BSB City dan menyebutnya sebagai langkah signifikan untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja bagi warga, khususnya ibu-ibu.

“Ini adalah cita-cita Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, terutama bagi saya sebagai wali kota perempuan. Kami ingin ibu-ibu memiliki tempat belanja yang nyaman, bersih, dan harga terjangkau," ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (9/9/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Mbak Ita saat meresmikan pasar modern BSB City dengan seremonial pemotongan tumpeng dan pita, Jumat (6/9/2024), didampingi manajemen BSB City.

BSB City difokuskan sebagai sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan berlokasi di pusat area BSB City, Kecamatan Mijen. Pasar ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare (ha), terdiri dari 47 rumah toko (ruko), 72 kios, dan 110 lapak.

Baca juga: Kios di Citayam Ambruk ke Sungai, Dua Orang Terperosok

BSB City diharapkan mampu mendorong perekonomian kawasan sekitar serta memudahkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ita mengatakan bahwa pasar modern BSB City juga memungkinkan ibu-ibu untuk tetap bisa melakukan tawar-menawar harga, memberikan pengalaman belanja yang berbeda dari supermarket.

Ia optimis bahwa pasar modern BSB City akan menjadi pusat ekonomi baru di wilayah Mijen, terutama karena produk-produk yang dijual mayoritas berasal dari hasil pertanian setempat, sehingga mampu memotong rantai pasok dan menekan biaya.

“Pasar tradisional sering dianggap sepi, namun jika kita bisa mengubahnya menjadi modern seperti ini, pasti akan diminati. Kehadiran pasar ini juga akan menggerakkan roda perekonomian Semarang,” kata Mbak Ita.

Baca juga: Perlindungan Terhadap Biodiversitas Tingkatkan Perekonomian Bangsa

Ia berharap pasar modern BSB City juga bisa meningkatkan level para pelaku UMKM di Kota Semarang, agar masyarakat semakin bangga dengan produk lokal.

Pusat pertumbuhan ekonomi

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional BSB City M Arya Bekti mengungkapkan bahwa pasar modern BSB City menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Dengan kapasitas lebih dari 180 pedagang yang mayoritas berasal dari Kecamatan Ngaliyan dan Kecamatan Mijen,” ucapnya.

Lebih dari 200 UMKM beroperasi di pasar tersebut, menawarkan berbagai macam kebutuhan mulai dari bahan pokok, pakaian, makanan, hingga minuman.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Senin 9 September 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Garam Halus Beryodium

Dengan konsep pasar modern yang tetap mempertahankan interaksi langsung antara pembeli dan pedagang, BSB City menawarkan kenyamanan berbelanja di lingkungan yang bersih.

Respons para pelaku usaha pun sangat positif, terbukti dengan habisnya pemasaran ruko dan lapak dalam waktu 6 bulan. Pasar modern BSB City buka setiap hari dari pukul 05.00 hingga 15.00, sementara area kuliner buka hingga pukul 21.00.

"Kami akan terus melihat perkembangan dan kebutuhan warga untuk penyesuaian ke depannya," tutur Arya.

Terkini Lainnya
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Semarang Tanda Tangani Kerja Sama Penyelenggaraan PSEL

Semarang
Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Kota Lama Semarang Makin Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen Saat Lebaran 2026

Semarang
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Pemkot Semarang Perkuat Pengelolaan Pintu Air dan Tanggul

Semarang
DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

DLH Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah di Jalan Sultan Agung Cepat Dibersihkan

Semarang
Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Arus Mudik dan Balik Lebaran di Semarang Terpantau Lancar dan Kondusif

Semarang
Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Perayaan Idul Fitri di Balai Kota Semarang Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pererat Kebersamaan

Semarang
Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Shalat Idul Fitri di Balai Kota Semarang, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

Semarang
Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Mobil Pelat Merah Masih Beroperasi Saat Lebaran, Ini Penjelasan Wali Kota Semarang

Semarang
Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Sinergi Pemuda Semarang Dirikan Posko Mudik Lebaran, Walkot Agustina: Semangat Gotong Royong Masih Kuat

Semarang
Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Dukung Kelancaran Arus Mudik, Pemkot Semarang Dirikan Posko Kemanusiaan Lebaran di 2 Titik

Semarang
Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Program Mudik Gratis 2026, Pemkot Semarang Pulangkan 350 Perantau dari Jakarta

Semarang
Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Respons Laporan Warga, Wali Kota Semarang Siapkan Betonisasi Masif dan Perbaikan Rutin di Jalan Citarum

Semarang
Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Perkuat Tanggul Dinar Indah, Wali Kota Semarang Instruksikan Penanganan Banjir Serentak di Berbagai Titik

Semarang
Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Wali Kota Semarang Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik Lebaran

Semarang
Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Jelang Lebaran, Walkot Semarang Apresiasi Sinergi Polri-TNI Jaga Kondusivitas Kota

Semarang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com