Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Kompas.com - 30/05/2026, 21:37 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyampaikan arah kebijakan Presiden Prabowo terkait hilirisasi pertanian dalam acara Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran, pada Sabtu (30/5/2026).

Menteri Rachmat Pambudy didampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus ad interim Menteri Pertanian Sudaryono, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan kebijakan presiden yang menegaskan hilirisasi pertanian dapat memberikan keuntungan tidak hanya pada pihak yang bekerja di hilir namun juga para petani padi.

"Ada arahan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi, jadi Pak Bupati produksi padi bagus, saya senang sekali bahwa sekarang tanam padinya bikin anakannya bukan di sawah lagi sudah di baki tray, penanamannya pakai transplanter, pemupukannya pakai drone, pemanenannya pakai combine harvester, nanti panennya diolah melalui pemilihan yang baik, disimpan, didistribusikan melalui koperasi-koperasi kita," ungkapnya.

"Nah dengan demikian maka hilirisasi bukan hanya menguntungkan yang bekerja di hilir tapi juga menguntungkan para petani Padi," terang Menteri Pambudy.

Dia menambahkan, Lamongan memiliki kekuatan dalam berbagai sisi yang dianggap menguntungkan. Lamongan tidak hanya unggul dalam bidang pertanian namun juga memiliki hilir (koperasi) yang unggul pula.

"Jadi kembali lagi Lamongan ternyata tidak hanya unggul di jagung, unggul di padi, tapi juga unggul nanti dihilirisasinya," imbuhnya.

Sebagai informasi, Lamongan meski tidak memiliki luas lahan sawah yang besar namun mampu menjadi lumbung pangan terbesar di Jawa Timur dan mampu melampaui target luas tambah tanam dari pemerintah pusat pada 2025 lalu.

Oleh karena prestasi gemilang ini, Wamentan Sudaryono mengatakan, Lamongan perlu memperoleh apresiasi. Pada kesempatan tersebut dia memberikan hadiah berupa mesin pertanian Combaine, traktor, serta drone.

Menurutnya, semangat para petani Lamongan perlu menjadi contoh petani di wilayah lain, sehingga cita-cita untuk swasembada pangan dapat segera diwujudkan.

Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran, pada Sabtu (30/5/2026).DOK. PEMKAB LAMONGAN Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalan Kulon Kecamatan Sekaran, pada Sabtu (30/5/2026).

 

Wamentan Sudaryono juga menambahkan bahwa kunci utama dari hasil panen yang melimpah adalah dengan menambah luas tanam.

"Intinya yang kita hasilkan adalah yang kita panen, yang kita panen itu hasil dari yang kita tanam, jadi kunci dari pertanian itu hanya satu untuk supaya panen lebih banyak maka tanamnya juga harus lebih banyak, tidak ada cara lain," ucap Wamentan Sudaryono

Supaya tanam lebih banyak, maka semua keburuhan dipenuhi, air dipenuhi, pupuk dipenuhi, alat mesin pertanian dan lain-lain dipenuhi, insyaallah dengan itu semua dipenuhi tanam lebih banyak dan panen juga lebih banyak," lanjutnya.

Bupati Yuhronur Efendi juga mengungkapkan, Lamongan terus bertekad untuk memenuhi target luas tambah tanam yang diberikan pemerintah (233 ribu hektar di tahun 2026) dengan memaksimalkan semua potensi dan bantuan sarana prasarana yang telah diberikan.

"Menghadapi perubahan musim tentunya kita juga akan memaksimalkan irigasi yang ada di Kabupaten Lamongan, termasuk memanfaatkan bantuan pompa, dan terus melakukan perbaikan-perbaikan, normalisasi di saluran irigasi yang ada," jelas Yuhronur Efendi.

"Pemerintah terus memperbaiki bibit-bibit dan pola tanam yang lebih baik. Penanaman, pemupukan, penyemprotan hama terus kami transformasikan menggunakan teknologi modern," pungkasnya.

Terkini Lainnya
Lampaui Target Tanam, Petani Lamongan Terima Ratusan Alsintan dan Bantuan Irigasi

Lampaui Target Tanam, Petani Lamongan Terima Ratusan Alsintan dan Bantuan Irigasi

Lamongan
Dorong Literasi Digital, Lamongan Raih Penghargaan Nasional Pemanfaatan SIBI

Dorong Literasi Digital, Lamongan Raih Penghargaan Nasional Pemanfaatan SIBI

Lamongan
Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Dongkrak Produktivitas dan Hilirisasi Pertanian di Lamongan

Lamongan
Pemkab Lamongan Sabet WTP 10 Kali Beruntun, Pak Yes: Bukan Prestasi, tetapi Kewajiban

Pemkab Lamongan Sabet WTP 10 Kali Beruntun, Pak Yes: Bukan Prestasi, tetapi Kewajiban

Lamongan
Usai Shalat Id di Mantup, Bupati Lamongan Serahkan Sapi Kurban Presiden Seberat 1,1 Ton

Usai Shalat Id di Mantup, Bupati Lamongan Serahkan Sapi Kurban Presiden Seberat 1,1 Ton

Lamongan
HJL Ke-457, Pak Yes Bidik Lamongan Jadi Pusat Agroindustri dan Investasi

HJL Ke-457, Pak Yes Bidik Lamongan Jadi Pusat Agroindustri dan Investasi

Lamongan
Ziarah Leluhur di HJL Ke-457, Pak Yes Ajak Warga Jaga Jati Diri di Tengah Perubahan Zaman

Ziarah Leluhur di HJL Ke-457, Pak Yes Ajak Warga Jaga Jati Diri di Tengah Perubahan Zaman

Lamongan
Lamongan Buka Peluang Investasi Baru dari India

Lamongan Buka Peluang Investasi Baru dari India

Lamongan
Tak Perlu Jauh Berobat, RSUD Ngimbang Kini Layani Hemodialisis dan Endoskopi

Tak Perlu Jauh Berobat, RSUD Ngimbang Kini Layani Hemodialisis dan Endoskopi

Lamongan
Wujudkan Generasi Emas 2045, Pemkab Lamongan dan Baznas Kucurkan Rp 375,9 Juta Beasiswa

Wujudkan Generasi Emas 2045, Pemkab Lamongan dan Baznas Kucurkan Rp 375,9 Juta Beasiswa

Lamongan
Lamongan Jadi Wilayah Tercepat Bangun KDKMP dengan Unit Terbanyak Siap Beroperasi

Lamongan Jadi Wilayah Tercepat Bangun KDKMP dengan Unit Terbanyak Siap Beroperasi

Lamongan
Lamongan Rekonstruksi 56 Ruas Jalan pada 2026, Target Kemantapan Capai 63,55 Persen

Lamongan Rekonstruksi 56 Ruas Jalan pada 2026, Target Kemantapan Capai 63,55 Persen

Lamongan
Peringati Hari Otoda Ke-30, Bupati Lamongan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah

Peringati Hari Otoda Ke-30, Bupati Lamongan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah

Lamongan
Produksi Sampah 550 Ton Per Hari, Ini Strategi Hulu-Hilir Pemkab Lamongan Ubah Sampah Jadi Berkah

Produksi Sampah 550 Ton Per Hari, Ini Strategi Hulu-Hilir Pemkab Lamongan Ubah Sampah Jadi Berkah

Lamongan
Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Solokuro Pelestari Benih Nusantara

Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Solokuro Pelestari Benih Nusantara

Lamongan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com