KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai 63,55 persen pada 2026 melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA).
Target itu diwujudkan melalui rekonstruksi 56 ruas jalan strategis dengan total panjang sekitar 40 kilometer (km) yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Program tersebut mencakup pelebaran jalan, pengecoran, hingga pengaspalan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, program JAMULA menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daerah yang difokuskan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut dia, kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan aktivitas masyarakat antarkawasan.
Baca juga: Aktivitas Masyarakat di Maluku Barat Daya Kembali Normal meski Hanya Satu SPBU yang Buka
“Program JAMULA 2026 menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur yang berkualitas dan merata hingga pelosok desa,” ujar Yuhronur dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menjelaskan, pelaksanaan proyek saat ini masih berjalan di berbagai titik dengan progres yang berbeda-beda.
“Sebagian ruas sudah selesai 100 persen, sementara lainnya masih dalam tahap pengecoran, hampar agregat, dan proses penghitungan,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, Pemkab Lamongan juga menargetkan pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
Pak Yes turut mengajak masyarakat untuk menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Baca juga: Telkom Fokus Perkuat Bisnis Digital dan Infrastruktur, TSR Pemegang Saham Capai 35,7 Persen
“Melalui JAMULA 2026, Lamongan terus bergerak menuju daerah yang maju, nyaman, dan terkoneksi, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pak Yes optimistis target kemantapan jalan sebesar 63,55 persen dapat tercapai secara bertahap melalui pembangunan yang berkelanjutan.
“Targetnya tingkat kemantapan jalan bisa mencapai 63,55 persen, sehingga terus kami upayakan,” tuturnya.