Produksi Sampah 550 Ton Per Hari, Ini Strategi Hulu-Hilir Pemkab Lamongan Ubah Sampah Jadi Berkah

Kompas.com - 16/04/2026, 19:41 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menghadapi tantangan produksi sampah yang mencapai 550 ton per hari, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini tidak lagi sekadar membuang sampah, tetapi mengelola.

Di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi, Lamongan mengusung strategi terintegrasi yang mengubah wajah pengelolaan sampah dari masalah lingkungan menjadi peluang energi alternatif.

Yuhronur menjelaskan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen mulai dari pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta dalam satu sistem yang terintegrasi. 

Hal itu menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Lamongan dalam menjawab tantangan meningkatnya volume sampah.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari sumbernya. Tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu melalui perubahan perilaku masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Histeris, Ibu di Lamongan Terjun ke Kali Pasinan Demi Selamatkan Anaknya yang Terseret Arus

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menekankan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. 

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar target pengurangan dan penanganan sampah dapat tercapai secara optimal.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan strategi yang terintegrasi, kami optimistis persoalan sampah di Lamongan dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan produksi sampah di Kota Soto mencapai sekitar 550 ton per hari, Pemkab Lamongan telah menggulirkan berbagai program.

Berbagai program tersebut di antaranya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle ( TPS3R), penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta pengelolaan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk mengurangi beban lingkungan.

Baca juga: Waspada Kemarau Panjang di Lamongan, Bupati Yuhronur Siapkan Cadangan Air Waduk

Pemkab Lamongan juga terus mendorong penguatan TPS3R di tingkat desa sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. 

Melalui sistem tersebut, sampah dapat dipilah dan diolah sejak dari sumbernya sehingga mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Langkah tersebut juga sekaligus menciptakan nilai ekonomi melalui bank sampah dan ekonomi sirkular

Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi tersebut. 

Pemkab Lamongan secara berkelanjutan mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan komposter sebagai upaya perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup ramah lingkungan.

Baca juga: Tak Hanya WFH Hari Jumat, Pemkab Lamongan Juga Kurangi Perjalanan Dinas

Dalam mendukung sistem pengelolaan yang lebih modern, Pemkab Lamongan juga mengambil bagian dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Surabaya Raya. 

Melalui program tersebut, sampah tidak hanya dikelola, tetapi juga dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan. 

Terkini Lainnya
Produksi Sampah 550 Ton Per Hari, Ini Strategi Hulu-Hilir Pemkab Lamongan Ubah Sampah Jadi Berkah

Produksi Sampah 550 Ton Per Hari, Ini Strategi Hulu-Hilir Pemkab Lamongan Ubah Sampah Jadi Berkah

Lamongan
Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Solokuro Pelestari Benih Nusantara

Hari Sumpah Pemuda, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Solokuro Pelestari Benih Nusantara

Lamongan
Panen Raya MT III di Kembangbahu, Pemkab Lamongan Siap Perkuat Pendampingan Petani

Panen Raya MT III di Kembangbahu, Pemkab Lamongan Siap Perkuat Pendampingan Petani

Lamongan
Permintaan Melonjak Jelang Idul Adha, Bupati Lamongan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

Permintaan Melonjak Jelang Idul Adha, Bupati Lamongan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

Lamongan
Gelar Dzikir Bersama Doakan Kejayaan Lamongan, Pak Yes: Mari Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Gelar Dzikir Bersama Doakan Kejayaan Lamongan, Pak Yes: Mari Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Lamongan
Terus Gempur Rokok Ilegal, Lamongan Jadi Pengelola DBHCHT Nomor 1 di Jatim

Terus Gempur Rokok Ilegal, Lamongan Jadi Pengelola DBHCHT Nomor 1 di Jatim

Lamongan
Amankan Pasokan Air Saat Kemarau, BMKG Realisasikan Program TMC di Lamongan

Amankan Pasokan Air Saat Kemarau, BMKG Realisasikan Program TMC di Lamongan

Lamongan
Soal Lumbung Pangan Nasional, Bupati Lamongan: Tak Hanya Kualitas Tanaman, Regenerasi Petani juga Penting

Soal Lumbung Pangan Nasional, Bupati Lamongan: Tak Hanya Kualitas Tanaman, Regenerasi Petani juga Penting

Lamongan
Angka Stunting di Lamongan Turun Drastis, Bupati Yuhronur Efendi Paparkan Caranya

Angka Stunting di Lamongan Turun Drastis, Bupati Yuhronur Efendi Paparkan Caranya

Lamongan
Panen Padi Triwulan I-2024 di Lamongan Berhasil, Rata-rata 7,34 Ton Per Hektar

Panen Padi Triwulan I-2024 di Lamongan Berhasil, Rata-rata 7,34 Ton Per Hektar

Lamongan
Tumbuhkan Perekonomian Lamongan, Pemkab Lamongan Optimalkan Reforma Agraria 

Tumbuhkan Perekonomian Lamongan, Pemkab Lamongan Optimalkan Reforma Agraria 

Lamongan
Teken MoU dengan LCH, Pak Yes Ingin Showroom Produk-produk Unggulan Lamongan Terus Berkembang

Teken MoU dengan LCH, Pak Yes Ingin Showroom Produk-produk Unggulan Lamongan Terus Berkembang

Lamongan
Dorong Realisasi Program Lamongan Sehat, Bupati Lamongan Resmikan Poliklinik II RSUD Dr Soegiri

Dorong Realisasi Program Lamongan Sehat, Bupati Lamongan Resmikan Poliklinik II RSUD Dr Soegiri

Lamongan
Buka Festival Dayung Perahu Tradisional, Wali Kota Lamongan Sebut Penyelenggaraan Event Dapat Buat Desa Mandiri

Buka Festival Dayung Perahu Tradisional, Wali Kota Lamongan Sebut Penyelenggaraan Event Dapat Buat Desa Mandiri

Lamongan
Luncurkan Beasiswa Perintis 2023, Pak Yes: Tak Boleh Ada Lagi Anak Lamongan yang Tak Punya Biaya

Luncurkan Beasiswa Perintis 2023, Pak Yes: Tak Boleh Ada Lagi Anak Lamongan yang Tak Punya Biaya

Lamongan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com