Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Kompas.com - 16/04/2025, 10:45 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di balik geliat pembangunan dan hiruk-pikuk kota metropolitan, Kota Tangerang menyimpan kekayaan kuliner dan tradisi yang patut dijelajahi. 

Tak sekadar menjadi penyangga ibu kota, Tangerang kini tumbuh menjadi destinasi wisata kuliner dan budaya yang memikat setiap pelancong.

Langkah awal bisa dimulai dari kawasan Pasar Lama, yang menjadi ikon wisata kuliner Kota Tangerang. 

Deretan pedagang kaki lima dan kedai legendaris di kawasan tersebut menyajikan cita rasa autentik dari beragam etnis, mulai dari Cina Benteng, Betawi, hingga peranakan Sunda.

Salah satu menu andalan adalah laksa khas Kota Tangerang. Hidangan ini memiliki kuah kental berbumbu rempah dengan sentuhan daun kemangi. 

Baca juga: 9 Manfaat Kesehatan Kapulaga, Sang Ratu Rempah-rempah

Cita rasanya yang khas menjadikannya pilihan tepat untuk memulai petualangan kuliner para pelancong.

Tak jauh dari sana, Kampung Budaya Cina Benteng menyimpan jejak sejarah komunitas Tionghoa di Tangerang. 

Rumah-rumah tua bergaya arsitektur kolonial dan Klenteng Boen Tek Bio yang berdiri sejak abad ke-17 menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan menyampaikan bahwa kawasan Pasar Lama telah menjadi tujuan utama wisatawan. 

Hal itu terjadi berkat deretan stan makanan yang menyajikan kuliner ikonik, seperti laksa, sate, dan berbagai jajanan pasar.

Baca juga: Sediakan Jajanan Pasar dengan Kemasan Modern, Yuk Kenalan dengan Kembang Api Snack

"Pasar Lama adalah etalase rasa Kota Tangerang. Di sini, pengunjung bisa menikmati sajian autentik yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujar Boyke seperti yang dikutip dari laman tangerangkota.go.id, Rabu (16/4/2025).

Laksa khas Tangerang.DOK. Pemkot Tangerang Laksa khas Tangerang.

Selain kuliner, kekayaan tradisi di Kota Tangerang juga menjadi daya tarik wisata yang memikat. Banyak destinasi sejarah yang kini menjadi favorit para pelancong.

Mulai dari Museum Benteng Heritage, Masjid Kali Pasir, hingga menikmati warna-warni mural di Kampung Bekelir.

Adapun Klenteng Boen Tek Bio yang didirikan pada 1684, merupakan klenteng tertua di Tangerang. 

Selain sebagai pusat ibadah, klenteng tersebut juga menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat Tionghoa. 

Baca juga: Anggota DPRD Keturunan Tionghoa Soroti Dugaan Negosiasi 13 WN China Pelaku Investasi Fiktif

Pengunjung dapat melihat langsung keindahan arsitektur dan memahami tradisi Tionghoa Benteng.

"Kami juga mengemas tradisi dan budaya melalui berbagai festival. Seperti Festival Budaya, Culinary Night, Festival Cap Go Meh, Festival Cisadane, dan banyak lainnya," tambah Boyke.

Kota Tangerang bukan sekadar tempat persinggahan. Kota ini adalah ruang hidup yang menjaga dan merawat warisan leluhur secara berkelanjutan.

Tradisi batik tulis khas Tangerang pun menjadi bagian penting dari identitas budaya kota ini. Motif seperti Kembang Kipas dan Naga Cisadane menunjukkan kekayaan cerita yang dirangkai dalam helai kain.

Dengan perpaduan kuliner yang menggugah selera dan budaya yang sarat makna, Kota Tangerang menjadi destinasi wajib bagi pelancong yang mencari pengalaman wisata yang unik dan berkesan.

Terkini Lainnya
Penggagas Inovasi Pelayanan Publik Banten, ASN Muda Kota Tangerang Jadi Duta Korpri 2025–2026

Penggagas Inovasi Pelayanan Publik Banten, ASN Muda Kota Tangerang Jadi Duta Korpri 2025–2026

Kota Tangerang
Weekend Seru Bersama Keluarga? Yuk, Jelajahi Destinasi Favorit di Kota Tangerang

Weekend Seru Bersama Keluarga? Yuk, Jelajahi Destinasi Favorit di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Ketika Kesempatan Bertemu Semangat, Kisah Pekerja Disabilitas Berkarier dari Job Fair Kota Tangerang

Ketika Kesempatan Bertemu Semangat, Kisah Pekerja Disabilitas Berkarier dari Job Fair Kota Tangerang

Kota Tangerang
Lidah Auto Bergoyang, Ini 5 Seblak Paling Enak di Kota Tangerang

Lidah Auto Bergoyang, Ini 5 Seblak Paling Enak di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Lewat Sistem Online dan Pendampingan Langsung

Pemkot Tangerang Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Lewat Sistem Online dan Pendampingan Langsung

Kota Tangerang
Kota Tangerang Jadi Primadona Hunian Urban: Nyaman Ditinggali dan Menjanjikan untuk Investasi

Kota Tangerang Jadi Primadona Hunian Urban: Nyaman Ditinggali dan Menjanjikan untuk Investasi

Kota Tangerang
Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Kota Tangerang
Mengintip Wajah Baru Pasar Anyar Kota Tangerang Pascarevitalisasi

Mengintip Wajah Baru Pasar Anyar Kota Tangerang Pascarevitalisasi

Kota Tangerang
Bosan dengan Menu Lebaran? Ini Rekomendasi Kuliner di Kota Tangerang yang Wajib Dicoba

Bosan dengan Menu Lebaran? Ini Rekomendasi Kuliner di Kota Tangerang yang Wajib Dicoba

Kota Tangerang
Sempat Minta Sekolah ke Gibran, Anak 13 Tahun Ini Difasilitas Sekolah Gratis oleh Pemkot Tangerang

Sempat Minta Sekolah ke Gibran, Anak 13 Tahun Ini Difasilitas Sekolah Gratis oleh Pemkot Tangerang

Kota Tangerang
Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan

Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan

Kota Tangerang
Soal Netralitas Pilkada, Peneliti IDP-LP Nilai Pj Walkot Tangerang Bertindak Tegas

Soal Netralitas Pilkada, Peneliti IDP-LP Nilai Pj Walkot Tangerang Bertindak Tegas

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Raih Penghargaan atas Penanganan AIDS, Tuberculosis dan Malaria

Pemkot Tangerang Raih Penghargaan atas Penanganan AIDS, Tuberculosis dan Malaria

Kota Tangerang
Dua Hari Digelar, Pengunjung Tangerang Digital Festival Vol. 2 Sebut Serasa Nonton Konser Level Nasional

Dua Hari Digelar, Pengunjung Tangerang Digital Festival Vol. 2 Sebut Serasa Nonton Konser Level Nasional

Kota Tangerang
Festival Cisadane 2024 Dimulai, Dr Nurdin: Ayo Nikmati Hajatan Budaya, Seni, dan Karya UMKM!

Festival Cisadane 2024 Dimulai, Dr Nurdin: Ayo Nikmati Hajatan Budaya, Seni, dan Karya UMKM!

Kota Tangerang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com