Meriah, Puluhan Ribu Wisatawan Padati Prosesi 12 Tahunan Gotong Toapekong di Kota Tangerang

Kompas.com - 21/09/2024, 14:16 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kawasan Pasar Lama Kisamaun, Kota Tangerang, Banten, dipadati puluhan ribu warga, Sabtu (21/9/2024). Mereka berkumpul untuk menyaksikan Prosesi 12 Tahunan Arak-arakan Gotong Toapekong, sebuah perayaan budaya Tionghoa yang telah lama ditunggu-tunggu.

Acara yang melibatkan hampir 2.500 peserta arak-arakan itu menarik perhatian tidak hanya masyarakat Tionghoa di Kota Tangerang, tetapi juga warga dari luar daerah, bahkan lintas agama dan budaya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Dr Nurdin yang hadir bersama sang istri menyampaikan antusiasmenya terhadap acara tersebut.

"Hari ini begitu istimewa karena menjadi momen yang paling ditunggu oleh masyarakat. Terlihat masyarakat begitu antusias menyaksikan warisan budaya yang masih lestari di Kota Tangerang. Hal ini juga menjadi bentuk kecintaan pada budaya yang ada di tengah masyarakat," ujar Nurdin dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Baca juga: Pemkot Tangerang Bakal Terapkan Makan Bergizi Gratis Selama 3 Bulan

Prosesi Gotong Toapekong merupakan ritual mengarak patung Dewi Kwan Im Hud Couw dan patung dewa-dewi lain dalam kepercayaan Tionghoa. Acara ini diselenggarakan setiap 12 tahun sekali atau setiap tahun Naga menurut penanggalan Tionghoa.

Selain Nurdin, acara itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya adalah Ibu Negara ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid, Wakil Menteri Agama RI KH Saiful Rahmat Dasuki, dan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah, serta jajaran tokoh agam dan budaya. 

Pada kesempatan itu, Dasuki mengapresiasi penyelenggara Prosesi 12 Tahunan Arak-arakan Gotong Toapekong dan masyarakat Kota Tangerang yang antusias menyaksikan prosesi tersebut. 

Prosesi 12 Tahunan Gotong Toapekong pada 2024, melibatkan hampir 2.500 peserta arak-arakan. Acara ini diselenggarakan setiap 12 tahun sekali atau setiap tahun Naga menurut penanggalan Tionghoa.dok. Pemkot Tangerang Prosesi 12 Tahunan Gotong Toapekong pada 2024, melibatkan hampir 2.500 peserta arak-arakan. Acara ini diselenggarakan setiap 12 tahun sekali atau setiap tahun Naga menurut penanggalan Tionghoa.

"(Kegiatan) ini menjadi cerminan bahwa merajut keberagaman dalam perbedaan bukanlah hal yang mustahil, melainkan sebuah kebanggaan dan menjadi khazanah budaya. Kegiatan ini juga merupakan bukti nyata Bhinneka Tunggal Ika ini hadir di Kota Tangerang dan sekitarnya," ungkapnya.

Dasuki juga berterima kasih kepada semua pihak yang terus berkolaborasi mewujudkan moderasi antarumat beragama di Indonesia.

Baca juga: Pemkot Tangerang Bersama GeTI Gelar Pelatihan Digitalpreneur untuk 1.000 Calon Wirausaha

Sebagai informasi, Prosesi 12 Tahunan Arak-arakan Gotong Toapekong resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI pada Kamis (22/8/2024).

Pengakuan ini semakin menambah deretan kekayaan warisan budaya Indonesia yang berasal dari Kota Tangerang dan terus dilestarikan serta diakui oleh dunia. (ADV)

Terkini Lainnya
Penggagas Inovasi Pelayanan Publik Banten, ASN Muda Kota Tangerang Jadi Duta Korpri 2025–2026

Penggagas Inovasi Pelayanan Publik Banten, ASN Muda Kota Tangerang Jadi Duta Korpri 2025–2026

Kota Tangerang
Weekend Seru Bersama Keluarga? Yuk, Jelajahi Destinasi Favorit di Kota Tangerang

Weekend Seru Bersama Keluarga? Yuk, Jelajahi Destinasi Favorit di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Ketika Kesempatan Bertemu Semangat, Kisah Pekerja Disabilitas Berkarier dari Job Fair Kota Tangerang

Ketika Kesempatan Bertemu Semangat, Kisah Pekerja Disabilitas Berkarier dari Job Fair Kota Tangerang

Kota Tangerang
Lidah Auto Bergoyang, Ini 5 Seblak Paling Enak di Kota Tangerang

Lidah Auto Bergoyang, Ini 5 Seblak Paling Enak di Kota Tangerang

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Lewat Sistem Online dan Pendampingan Langsung

Pemkot Tangerang Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Lewat Sistem Online dan Pendampingan Langsung

Kota Tangerang
Kota Tangerang Jadi Primadona Hunian Urban: Nyaman Ditinggali dan Menjanjikan untuk Investasi

Kota Tangerang Jadi Primadona Hunian Urban: Nyaman Ditinggali dan Menjanjikan untuk Investasi

Kota Tangerang
Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Ayo ke Kota Tangerang! Jelajahi Kekayaan Kuliner, Tradisi, dan Keragaman Budaya 

Kota Tangerang
Mengintip Wajah Baru Pasar Anyar Kota Tangerang Pascarevitalisasi

Mengintip Wajah Baru Pasar Anyar Kota Tangerang Pascarevitalisasi

Kota Tangerang
Bosan dengan Menu Lebaran? Ini Rekomendasi Kuliner di Kota Tangerang yang Wajib Dicoba

Bosan dengan Menu Lebaran? Ini Rekomendasi Kuliner di Kota Tangerang yang Wajib Dicoba

Kota Tangerang
Sempat Minta Sekolah ke Gibran, Anak 13 Tahun Ini Difasilitas Sekolah Gratis oleh Pemkot Tangerang

Sempat Minta Sekolah ke Gibran, Anak 13 Tahun Ini Difasilitas Sekolah Gratis oleh Pemkot Tangerang

Kota Tangerang
Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan

Optimalisasi IPAL TPA Rawa Kucing, Solusi Tangerang Menuju Kota Ramah Lingkungan

Kota Tangerang
Soal Netralitas Pilkada, Peneliti IDP-LP Nilai Pj Walkot Tangerang Bertindak Tegas

Soal Netralitas Pilkada, Peneliti IDP-LP Nilai Pj Walkot Tangerang Bertindak Tegas

Kota Tangerang
Pemkot Tangerang Raih Penghargaan atas Penanganan AIDS, Tuberculosis dan Malaria

Pemkot Tangerang Raih Penghargaan atas Penanganan AIDS, Tuberculosis dan Malaria

Kota Tangerang
Dua Hari Digelar, Pengunjung Tangerang Digital Festival Vol. 2 Sebut Serasa Nonton Konser Level Nasional

Dua Hari Digelar, Pengunjung Tangerang Digital Festival Vol. 2 Sebut Serasa Nonton Konser Level Nasional

Kota Tangerang
Festival Cisadane 2024 Dimulai, Dr Nurdin: Ayo Nikmati Hajatan Budaya, Seni, dan Karya UMKM!

Festival Cisadane 2024 Dimulai, Dr Nurdin: Ayo Nikmati Hajatan Budaya, Seni, dan Karya UMKM!

Kota Tangerang
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com