Jadi Inspektur Upacara Peringatan Kemerdekaan RI, Mas Dhito Kenakan Pakaian Adat Kabupaten Kediri

Kompas.com - 18/08/2024, 10:47 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana beserta keluarga dengan bangga mengenakan pakaian adat Kabupaten Kediri saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang  Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Stadion Canda Bhirawa Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu, (17/8/2024).

Dalam kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu bertindak sebagai inspektur upacara.

Mas Dhito mengatakan, upacara kemerdekaan kali ini mengusung tema "Nusantara Baru, Indonesia Maju".

Menurutnya, tema tersebut relevan dengan perkembangan Kabupaten Kediri sebagai salah satu kabupaten tertua di Indonesia. Kabupaten Kediri sendiri telah berusia 1.220 tahun pada 2024.

Saat ini, Kabupaten Kediri juga telah mengalami peradaban baru. Ini sejalan dengan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Harapannya, dengan adanya IKN yang memiliki peradaban baru, Kabupaten Kediri juga akan memiliki peradaban baru," ujar Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggi (18/8/2024).

Mas Dhito menambahkan, peradaban baru di Kabupaten Kediri ditandai dengan beroperasinya Bandara Dhoho.

Bandara tersebut akan dilengkapi dengan jalan tol sebagai akses utama menuju lokasi. Selain jalan tol, Mas Dhito pun menyebutkan bahwa sejumlah infrastruktur penting telah rampung, termasuk jembatan untuk memperkuat konektivitas antardaerah.

Baca juga: Cegah Remaja Putri Kediri Terkena Anemia, Mbak Cicha Minta Mereka Konsumsi Real Food

Kemudian, pembangunan Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) juga disebutkan olehnya akan segera selesai.

"Pembangunan infrastruktur ini merupakan salah satu program prioritas, termasuk sarana akses kesehatan yang secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing Bumi Panjalu," tambahnya.

Terkait pakaian adat Kabupaten Kediri yang dikenakan dalam upacara, Mas Dhito menerangkan bahwa pakaian ini bukan sekadar busana, melainkan simbol penguatan identitas daerah sebagai kabupaten yang berbudaya.

Pakaian adat Kabupaten Kediri sendiri ditetapkan pada masa pemerintahan Mas Dhito dan menjadi bagian dari upaya memperkuat entitas budaya di wilayah tersebut.

Selain Mas Dhito dan keluarga, sejumlah pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta beberapa jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri turut mengenakan pakaian adat dalam upacara kemerdekaan tersebut.

Menariknya, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung bersama istri juga mengenakan pakaian adat Kabupaten Kediri saat mengikuti upacara pengibaran bendera di Istana Merdeka.

Hal itu terlihat dalam unggahan akun Instagram pribadi Pramono Anung, @pramonoanungw.

Dalam unggahannya itu, Pramono menyampaikan rasa bangganya karena lahir dan dibesarkan di Kediri. Ia pun mendoakan kebaikan bagi tanah kelahirannya.

"Kediri Paratha Jayati, Kediri yang Sejahtera dan Mulia. Saya bersyukur lahir dan dibesarkan di Kediri," ucap Pramono melalui caption di unggahan akun Instagramnya.

 

Terkini Lainnya
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Kediri Hari Ini
Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Kediri Hari Ini
Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Kediri Hari Ini
MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Kediri Hari Ini
Pemkab Kediri Raih 2 Penghargaan BKN, Mas Dhito: Sekarang Kita Berbenah untuk Reformasi Birokrasi

Pemkab Kediri Raih 2 Penghargaan BKN, Mas Dhito: Sekarang Kita Berbenah untuk Reformasi Birokrasi

Kediri Hari Ini
Sekolah Rakyat Kediri Punya Fasilitas Lengkap, Mas Dhito Diapresiasi Gubernur Khofifah

Sekolah Rakyat Kediri Punya Fasilitas Lengkap, Mas Dhito Diapresiasi Gubernur Khofifah

Kediri Hari Ini
Dukung Program Sekolah Rakyat, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 7,6 Hektar

Dukung Program Sekolah Rakyat, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 7,6 Hektar

Kediri Hari Ini
Dukung Gerakan Ayah Teladan, Bupati Kediri Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Dukung Gerakan Ayah Teladan, Bupati Kediri Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab Kediri Raih Peringkat 2 Terbaik Se-Jatim

Mas Dhito Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab Kediri Raih Peringkat 2 Terbaik Se-Jatim

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025

Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025

Kediri Hari Ini
Rajin Pasarkan Hasil Pertanian ke Kota-kota Besar, Mas Dhito Kini Gandeng Pemkot Surabaya

Rajin Pasarkan Hasil Pertanian ke Kota-kota Besar, Mas Dhito Kini Gandeng Pemkot Surabaya

Kediri Hari Ini
100 Siswa Terbaik Akan Sekolah Gratis di SMA Boarding School Bupati Kediri

100 Siswa Terbaik Akan Sekolah Gratis di SMA Boarding School Bupati Kediri

Kediri Hari Ini
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com