KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito mendukung penuh pendirian sekolah rakyat yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Kediri.
" Sekolah rakyat ini program yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan tentunya kami yang ada di tingkat kabupaten memberikan dukungan. Bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri hari ini adalah menyediakan tempat," ucapnya dalam keterangan resminya, Selasa (15/7/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Mas Dhito di hadapan para siswa dan orangtua atau wali angkatan pertama Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri, Senin (14/7/2025).
Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Pemkab Kediri Beri Dispensasi Bagi Pegawai Laki-laki
Angkatan pertama sekolah rakyat di Kabupaten Kediri menempati Gedung Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) aparatur sipil negara (ASN) milik Pemkab Kediri untuk sementara waktu.
Mas Dhito mengungkapkan, Pemkab Kediri telah menyediakan lahan seluas 7,6 hektar (ha) untuk membangun sekolah rakyat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten.
Ia berharap pembangunan sekolah tersebut dapat selesai dan sudah bisa ditempati saat memasuki tahun kedua operasional sekolah rakyat.
Mas Dhito menegaskan bahwa sekolah rakyat yang saat ini berlokasi sementara di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan Pemkab Kediri.
Baca juga: Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memastikan para siswa yang tinggal di asrama mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik.
"Bapak ibu tidak usah khawatir karena program (sekolah rakyat) ini akan saya kawal sepenuhnya," ungkap Mas Dhito.
Sebanyak 100 siswa yang mengikuti sekolah rakyat merupakan warga Kabupaten Kediri yang berasal dari keluarga tidak mampu. Melalui program ini, mereka akan mendapatkan jaminan pendidikan gratis.
Dengan adanya akses pendidikan yang layak, Mas Dhito berharap para siswa sekolah rakyat dapat mengangkat derajat keluarganya di masa depan.
Baca juga: Sejumlah Siswa Nangis Saat Malam Pertama di Sekolah Rakyat Jaktim
"Pesan saya bagi para siswa, belajar yang rajin dan angkat derajat keluarga," ucapnya.
Salah satu siswa, Andika Dava Dwi Prasetya, mengaku bersyukur dapat diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri.
Ia berharap kesempatan bersekolah gratis ini dapat menjadi bekal bagi masa depannya setelah lulus nanti.
"Harapannya, keluar dari sekolah rakyat bisa jadi anak yang sukses dan bisa membanggakan kedua orangtua," ucap pelajar asal Desa Srumbung, Kecamatan Ngadiluwih, itu.
Baca juga: Orang Tua Siswa Boleh Jenguk Anak di Sekolah Rakyat Blora, Asal...
Terkait upaya mencegah terjadinya perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, Mas Dhito berpesan kepada para siswa dan pihak sekolah untuk bersama-sama menyosialisasikan gerakan anti-bullying.
Selain itu, Mas Dhito juga menyoroti pentingnya pendidikan seks usia dini sebagai upaya pencegahan perilaku seks bebas di kalangan pelajar.
"Sosialisasi bullying dan pendidikan seks di usia dini itu perlu sekali menurut saya," tegasnya.
Sebagai informasi, pada hari pertama masuk sekolah, pemerintah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para siswa sekolah rakyat sebagai langkah deteksi risiko penyakit, mengingat mereka akan tinggal di asrama.
Baca juga: Siswa Tangerang Jalani Pemeriksaan Kesehatan Jelang Masuk Sekolah Rakyat