Sambil Makan Tumpang, Menhub dan Mas Dhito Saksikan Pembangunan Bandara Dhoho Kediri

Kompas.com - 14/07/2023, 19:48 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menikmati makan malam bersama Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi di sekitar Bandar Udara (Bandara) Dhoho Kediri, Jumat (14/7/2023).

Dengan menggunakan pincuk atau wadah makan yang terbuat dari daun pisang, keduanya terlihat ngobrol gayeng mengenai kondisi Kabupaten Kediri dengan adanya bandara yang tengah dibangun. 

Pada kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu mengapresiasi kehadiran ibu-ibu dari wilayah sekitar yang terdampak pembangunan bandara.

Mas Dhito mengatakan, kehadiran ibu-ibu dan Menhub saat itu bisa menambah kehangatan suasana. 

Menurutnya, setiap pembangunan akan menimbulkan pergeseran sosial. Namun, hal itu tak terlihat sedikit pun pada raut wajah ibu-ibu tersebut. 

Baca juga: Jaga Keuangan Daerah, Mas Dhito Minta Jajarannya Lakukan Efisiensi Anggaran

“Hari ini, ibu-ibu warga terdampak bandara, tapi masih tetap tersenyum,” ungkapnya kepada Menhub, seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.  

Mas Dhito berharap, masyarakat di Kabupaten Kediri bisa merasakan dampak positif dari beroperasinya Bandara Dhoho Kediri.

Bupati muda berusia 30 tahun itu juga berharap agar masyarakatnya tidak hanya jadi penonton dengan kehadiran bandara baru itu, tetapi juga ikut dalam membuat banyak produk unggulan. 

“Harapannya, warga Kediri tidak hanya jadi penonton,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu. 

Untuk diketahui, progres pembangunan bandara hingga 14 Juli 2023 sudah mencapai 90 persen. Dalam pantauan lapangan, bangunan terminal bandara telah berdiri. Bandara ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2023.

Baca juga: Jadi Dewan Pembina Persik Kediri, Mas Dhito Ingin Sepak Bola Kediri Disegani di Asia Tenggara

Pada acara makan malam itu, Budi Karya Sumadi mengaku sangat menikmati makanan khas Kabupaten Kediri, yakni tumpang. Menurut Budi, tumpang memiliki cita rasa yang berbeda.

“Seneng (tumpang), tetapi perutnya terbatas, jadi nyoba sambal kacang (pecel) dulu,” terangnya.

Kepada ibu-ibu dan Mas Dhito, Budi mengaku telah lima kali mencoba makanan yang telah dipatenkan sebagai makanan khas Kabupaten Kediri itu. 

Selain tumpang, dia juga menyukai cita rasa pecel Kediri, terlebih bila disandingkan telur asin dan daun turi. 

Baca juga: Kediri Kebanjiran Desa Wisata, Mas Dhito: Kita Perbanyak Homestay

“Kediri ada telur, ada juga kembang turi, ada ndog asin (telur asin), uenak tenan,” katanya.

Terkini Lainnya
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Minta Perangkat Daerah Lakukan Identifikasi

Kediri Hari Ini
Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Bandara Dhoho Resmi Beroperasi, Pemkab Kediri Tawarkan Wisata Gratis dan Diskon Hotel untuk Genjot Okupansi

Kediri Hari Ini
Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Penurunan Stunting Belum Signifikan, Bupati Kediri Dorong Evaluasi Lapangan

Kediri Hari Ini
Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Jaga Mutu Program MBG, Mas Dhito Minta SPPG Kediri Komitmen terhadap Keamanan Pangan

Kediri Hari Ini
MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

MPP Kabupaten Kediri Resmi Beroperasi, Mas Dhito: Semangat Baru untuk Melayani Masyarakat

Kediri Hari Ini
Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kisah Restu, Anak di Kediri yang Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Mas Dhito

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Mas Dhito Minta 344 KDMP di Kediri Punya Fokus Usaha

Kediri Hari Ini
Pemkab Kediri Raih 2 Penghargaan BKN, Mas Dhito: Sekarang Kita Berbenah untuk Reformasi Birokrasi

Pemkab Kediri Raih 2 Penghargaan BKN, Mas Dhito: Sekarang Kita Berbenah untuk Reformasi Birokrasi

Kediri Hari Ini
Sekolah Rakyat Kediri Punya Fasilitas Lengkap, Mas Dhito Diapresiasi Gubernur Khofifah

Sekolah Rakyat Kediri Punya Fasilitas Lengkap, Mas Dhito Diapresiasi Gubernur Khofifah

Kediri Hari Ini
Dukung Program Sekolah Rakyat, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 7,6 Hektar

Dukung Program Sekolah Rakyat, Pemkab Kediri Siapkan Lahan 7,6 Hektar

Kediri Hari Ini
Dukung Gerakan Ayah Teladan, Bupati Kediri Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Dukung Gerakan Ayah Teladan, Bupati Kediri Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab Kediri Raih Peringkat 2 Terbaik Se-Jatim

Mas Dhito Sukses Tekan Angka Stunting, Pemkab Kediri Raih Peringkat 2 Terbaik Se-Jatim

Kediri Hari Ini
Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025

Mas Dhito Tinjau Pembangunan Gedung Baru RSKK Pare, Siap Beroperasi pada Agustus 2025

Kediri Hari Ini
Rajin Pasarkan Hasil Pertanian ke Kota-kota Besar, Mas Dhito Kini Gandeng Pemkot Surabaya

Rajin Pasarkan Hasil Pertanian ke Kota-kota Besar, Mas Dhito Kini Gandeng Pemkot Surabaya

Kediri Hari Ini
100 Siswa Terbaik Akan Sekolah Gratis di SMA Boarding School Bupati Kediri

100 Siswa Terbaik Akan Sekolah Gratis di SMA Boarding School Bupati Kediri

Kediri Hari Ini
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com