KOMPAS.com – Bertepatan dengan satu tahun pelantikan pada Kamis (20/2/2025), Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Kembang-Ipat) memaparkan capaian kinerja kepemimpinan mereka.
Mengusung semangat “Ikrar Pengabdian”, pasangan itu mengklaim telah merealisasikan 20 program unggulan.
Bupati Kembang Hartawan menegaskan, satu tahun pertama pemerintahannya menjadi ruang pembuktian. Di tengah tantangan infrastruktur dan kebencanaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana memilih bergerak dengan perencanaan matang.
Baca juga: Bupati Jembrana Lepas Misi Budaya Suar Agung ke Jepang, Perkuat Identitas Kota Jegog
“Astungkara, beberapa program prioritas mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai jawaban atas janji yang kami emban,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).
Di sektor kesehatan dan sosial, Pekab Jembrana menghadirkan layanan antar-jemput pasien rawat jalan yang berobat ke luar Kabupaten Jembrana untuk menekan biaya transportasi warga kurang mampu.
Selain itu, disediakan pula Rumah Singgah di Denpasar, Bali, bagi keluarga pasien yang menjalani perawatan di RSUP Sanglah.
Pemerintah juga menyerahkan 70 unit kendaraan pikap kepada desa adat dan kelurahan guna menunjang kegiatan sosial dan budaya. Layanan massal gratis, seperti Ngaben, Metatah, dan sunatan, turut digelar untuk membantu masyarakat.
Di bidang pendidikan, nilai beasiswa mahasiswa berprestasi dinaikkan dari Rp 3 juta menjadi Rp 4,5 juta per semester.
Tahun ini, beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa Universitas Terbuka serta mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di Kabupaten Jembrana.
Baca juga: Pemkab Jembrana Dukung Pengembangan Gelar River Adventure, Bupati Kembang: Cocok untuk Relaksasi
Rehabilitasi sekolah dilakukan secara bertahap, meliputi satu TK serta 18 SD melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), serta empat SMP.
Selain itu, pemerintahan Kembang-Ipat juga menghadirkan tes psikologi gratis bagi siswa SMP untuk memetakan minat dan bakat sejak dini.
Untuk mendukung ketahanan ekonomi, Pemkab menyalurkan dana talangan kepada koperasi kakao dan koperasi unit desa (KUD) guna menjaga stabilitas harga gabah dan kakao, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Bantuan juga disalurkan kepada kelompok ternak Jembrana.
Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Pemkab menyiapkan skema kredit tanpa agunan, tanpa bunga dan biaya provisi.
Baca juga: Mengenal Tiga Tokoh Seni yang Dikukuhkan sebagai Legenda Jegog Khas Jembrana
Di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Pemkab melakukan bedah 20 unit warung, menyediakan dua unit food truck, serta menjalin kemitraan dengan ritel modern.
Penataan pedagang kaki lima (PKL) Dauhwaru juga dilakukan melalui relokasi ke lokasi yang lebih representatif.
Di bidang infrastruktur, pemerintah meningkatkan kualitas 20 ruas jalan kabupaten sepanjang 31,51 km serta 4,01 km jalan desa. Pembangunan jembatan gantung, sumur pertanian, dan bendungan turut dilakukan untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Digitalisasi parkir diterapkan di Terminal Manuver Gilimanuk menggunakan sistem e-money untuk meningkatkan transparansi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mulai 2026.
Sementara itu, Mall Pelayanan Publik (MPP) kini menyediakan tenaga arsitek tersertifikasi untuk membantu warga menyusun gambar teknik Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis.
Adapun komitmen terhadap pelestarian budaya juga ditunjukkan melalui penyelenggaraan Jegog Spirit Festival.
Pemkab Jembrana juga tetap menggelar kegiatan mekepung sebagai ruang ekspresi seniman lokal sekaligus penguatan identitas tradisi Jembrana.
Memasuki tahun kedua pemerintahan, Kembang-Ipat menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk 2026. Beberapa di antaranya adalah penataan Jalan Ngurah Rai menjadi kawasan pedestrian yang estetik dan nyaman, serta pembangunan Jembrana Creative Hub sebagai pusat kolaborasi generasi milenial dan Gen Z di 17 subsektor ekonomi kreatif.
Baca juga: Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan
Kemudian, pengawalan Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti Pengambengan, lapangan golf, RS Internasional Pekutatan, hingga pembangunan sekolah berbasis Hindu (Widyalaya) di Penyaringan.
Pasangan Kembang-Ipat menegaskan, percepatan pembangunan Jembrana membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
“Apa yang diraih hari ini bukanlah garis akhir. Kami mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga pelaku usaha, untuk menyatukan langkah. Pembangunan Jembrana bukan hanya soal beton dan aspal, melainkan penguatan karakter dan gotong royong,” ungkap keduanya.