Bupati Jembrana Rintis Bus Gratis Pemedek, Berangkat Perdana 18 April 2026

Kompas.com - 18/04/2026, 17:06 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan merintis layanan bus gratis bagi masyarakat pemedek yang hendak tangkil pada rangkaian upacara besar di Bali, yakni Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih dan Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur 2026.

Program tersebut dibiayai dari dana pribadi Bupati Jembrana sebagai upaya mendukung kelancaran ibadah sekaligus meringankan beban transportasi warga.

Dua unit bus disiapkan untuk melayani pemedek asal Jembrana yang akan melakukan persembahyangan ke dua pura tersebut.

Keberangkatan perdana dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/4/2026), dengan satu bus diberangkatkan lebih dulu, kemudian disusul bus kedua pada hari berikutnya.

Baca juga: Ekspor Perdana Kertas Linting Jembrana Tembus Pasar AS, Capai Rp 4 Miliar

Langkah itu dilakukan sebagai respons atas tingginya antusiasme masyarakat Jembrana dalam mengikuti upacara keagamaan, yang selama ini kerap terkendala jarak tempuh cukup jauh serta biaya perjalanan.

Layanan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan melalui koordinasi transportasi yang lebih terpusat.

“Saya ingin memulai ini dari niat pribadi sebagai bentuk bakti kepada umat. Sama seperti Rumah Singgah, layanan pick-up gratis, dan mobil antar-jemput pasien yang dulu dirintis secara mandiri dengan skala yang lebih kecil, kini menjadi program unggulan daerah,” ujar Kembang Hartawan dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Sabtu.

Ke depan, layanan bus gratis tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pelayanan publik Jembrana yang lebih melayani.

Baca juga: Seleksi Beasiswa 1 Keluarga 1 Sarjana di Jembrana Bali Dibuka, Ini Syaratnya

Ia menambahkan, penyediaan bus gratis tersebut bukan sekadar bantuan sementara, melainkan bagian dari langkah awal atau pilot project yang berpotensi dikembangkan menjadi program resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana.

“Kami siapkan dua unit bus dulu dan lihat manfaatnya dan bagaimana respons warga. Kalau responnya bagus, ke depan akan kami patenkan menjadi program pemerintah daerah (pemda),” terangnya.

Ke depan, layanan bus gratis yang digagas Bupati Jembrana diharapkan menjadi fondasi bagi pelayanan publik Jembrana yang lebih melayani.

Dok. Abhi/Prokopim Jembrana Ke depan, layanan bus gratis yang digagas Bupati Jembrana diharapkan menjadi fondasi bagi pelayanan publik Jembrana yang lebih melayani.

Wujud pengabdian dan uji efektivitas program

Menurut Kembang Hartawan, strategi tersebut bermula dari inisiatif pribadi sebelum menjadi program daerah. Pola seperti ini telah beberapa kali dilakukan.

Contohnya seperti pada Rumah Singgah Harmoni di Denpasar yang berawal dari rumah pribadi untuk membantu warga Jembrana berobat ke luar daerah.

Pendekatan serupa juga terlihat pada program layanan transportasi lainnya, seperti pick-up gratis dan mobil antar-jemput pasien.

Baca juga: Jembrana Tancap Gas, Targetkan Jadi Tercepat Implementasikan KDKMP di Bali

Program tersebut awalnya dijalankan secara mandiri menggunakan armada pribadi serta dukungan dari kader partai, sebelum akhirnya diadopsi menjadi kebijakan daerah.

Pada program pick-up untuk desa adat, misalnya, layanan tersebut bermula dari kendaraan pribadi dan 25 unit tambahan yang dipinjamkan untuk membantu kebutuhan transportasi masyarakat dalam kegiatan adat dan keagamaan.

Setelah diresmikan sebagai program unggulan, jumlah armada yang dihibahkan kepada desa adat dan kelurahan meningkat menjadi 70 unit.

Kembang Hartawan menegaskan, penggunaan dana pribadi pada tahap awal merupakan bentuk pengabdian.

Baca juga: Mengenal Jegog, Gamelan Bambu Berstatus Kekayaan Intelektual Komunal Asli Jembrana

Hal itu sekaligus menjadi cara untuk menguji efektivitas program sebelum diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain membantu meringankan beban biaya transportasi, kehadiran bus gratis diharapkan juga dapat mengurangi risiko kelelahan bagi pengendara jarak jauh. Layanan ini diharapkan pula menekan potensi kepadatan lalu lintas di kawasan pura selama pelaksanaan upacara.

Tujuannya, agar semeton—istilah bahasa Bali yang berarti saudara—Jembrana yang ingin tangkil ke Besakih maupun Batur bisa lebih nyaman.

“Saya ingin memastikan bahwa niat tulus masyarakat untuk bersembahyang tidak terhambat oleh masalah biaya atau teknis di perjalanan. Ini adalah bentuk bakti kita kepada umat,” kata dia.

Terkini Lainnya
Bupati Jembrana Rintis Bus Gratis Pemedek, Berangkat Perdana 18 April 2026

Bupati Jembrana Rintis Bus Gratis Pemedek, Berangkat Perdana 18 April 2026

Jembrana
Jembrana Tancap Gas, Targetkan Jadi Tercepat Implementasikan KDKMP di Bali

Jembrana Tancap Gas, Targetkan Jadi Tercepat Implementasikan KDKMP di Bali

Jembrana
Satu Tahun Kepemimpinan Kembang-Ipat di Jembrana, Hadirkan 20 Capaian Strategis

Satu Tahun Kepemimpinan Kembang-Ipat di Jembrana, Hadirkan 20 Capaian Strategis

Jembrana
Bupati Jembrana Lepas Misi Budaya Suar Agung ke Jepang, Perkuat Identitas Kota Jegog

Bupati Jembrana Lepas Misi Budaya Suar Agung ke Jepang, Perkuat Identitas Kota Jegog

Jembrana
Pemkab Jembrana Dukung Pengembangan

Pemkab Jembrana Dukung Pengembangan "Gelar River Adventure", Bupati Kembang: Cocok untuk Relaksasi

Jembrana
Transfer Pusat Turun Rp 99,4 Miliar, Bupati Jembrana Instruksikan Penghematan Ketat

Transfer Pusat Turun Rp 99,4 Miliar, Bupati Jembrana Instruksikan Penghematan Ketat

Jembrana
Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan

Pemkab Jembrana Luncurkan JISC, Permudah Investor Tanpa Hambatan

Jembrana
Dorong Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan Kepada IKM Jembrana

Dorong Dapur Bersih, 10.000 Meter Persegi Keramik Disalurkan Kepada IKM Jembrana

Jembrana
Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Jembrana Antar Langsung 2 PMI ke Luar Negeri

Lewat Program Kredit Bersubsidi, Bupati Jembrana Antar Langsung 2 PMI ke Luar Negeri

Jembrana
“Raya Jembrana”, Cokelat Premium dari Ketekunan Petani Kakao Jembrana

“Raya Jembrana”, Cokelat Premium dari Ketekunan Petani Kakao Jembrana

Jembrana
Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan Terimplementasi

Baler Bale Agung Jadi Kelurahan Terbaik Bali 2025, Bupati Jembrana: Bukti Program Unggulan Terimplementasi

Jembrana
Pemkab Jembrana Wajibkan Ritel Modern Tampung Produk UMKM Lokal

Pemkab Jembrana Wajibkan Ritel Modern Tampung Produk UMKM Lokal

Jembrana
Bupati Kembang Resmikan Jembatan Gantung Yehembang, Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Bupati Kembang Resmikan Jembatan Gantung Yehembang, Permudah Akses Siswa ke Sekolah

Jembrana
Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jembrana Lepas Ekspor Kakao ke Belanda

Hari Kemerdekaan RI, Bupati Jembrana Lepas Ekspor Kakao ke Belanda

Jembrana
Peringatan HUT Ke-130 Kota Negara,

Peringatan HUT Ke-130 Kota Negara, "Negaroa Pride"' Diusung Satukan Kebanggaan Lokal dan Jati Diri Daerah

Jembrana
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com