Intip Persiapan Mama-mama Kampung Sereh Jelang KMAN VI

Kompas.com - 14/10/2022, 17:42 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Sekertaris Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kampung Sereh Mama Feronika F Ondikeleuw mengatakan, Kampung Sereh di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, sudah siap menerima kedatangan para tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara Keenam (KMAN) VI.

Antusiasme itu terlihat dari aktivitas mama-mama yang selalu bekerja sama membuat kebun-kebun sayur di halaman rumah. Tujuannya agar para tamu bisa senang melihat berbagai macam sayur segar ketika datang ke Kampung Sereh.

”Untuk makanan, juga kita siapkan makanan khas Papua, yaitu sagu. Kami olah sagu jadi papeda. Ada juga ikan danau," ucap Mama Feronika, dikutip dari keterangan persnya, Jumat (14/10/2022).

Tak hanya itu saja, ucap Mama Feronika, para mama di Kampung Sereh juga tengah mengolah sagu menjadi snack atau makanan ringan yang modern, seperti kue-kue kering untuk para tamu.

Baca juga: Sambut Peserta KMAN VI, Pemkab Jayapura dan Masyarakat Adat Benahi Lokasi Pariwisata di Papua

Menurutnya, manfaat dari penjualan itu bisa menjadi pendapatan alternatif untuk mama-mama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun kelompok tani yang beranggotakan para perempuan adat di kampung.

"Ini dapat membuat kelompok perempuan adat menjadi lebih mandiri lagi ke depannya. Bukan hanya dalam rangka KMAN VI, tetapi setelahnya. Kegiatan ini terus berjalan dan mungkin akan bertambah banyak kelompok tani seperti ini di Kampung sereh," tuturnya.

Mama Feronika mengatakan bahwa mereka bangga, karena dari banyaknya kampung yang ada di Kabupaten Jayapura, Kampung Sereh bisa menjadi salah satu tempat penyelenggaraan sarasehan dalam rangkaian KMAN VI pada Oktober nanti.

“Ini kita punya budaya dan tamu-tamu dari luar yang datang, tinggal dengan kita. Itu sesuatu yang sangat luar biasa bagi kami mama-mama,” ucapnya.

Namun, ada juga kendala yang dihadapi oleh mama-mama Kampung Sereh. Istri dari Ketua RT/RW 002/001 di Kampung Sereh, Mama Ita Wenda mengungkapkan, saat ini belum ada koperasi di kampungnya.

Baca juga: Hadiri KMAN VI di Papua, Masyarakat Adat Kasepuhan dari Banten Tempuh Jalur Darat dan Laut

“Ketika ada KMAN VI begini, koperasi kampung bisa bergerak di setiap RT/RW untuk memberikan modal buat mama-mama yang akan menyiapkan makanan-makanan khas atau adat untuk para tamu,” katanya.

Terlepas dari itu, semua mama di Kampung Sereh sudah siap menerima peserta KMAN VI yang akan datang ke Wilayah Adat Tabi, Papua.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com