Dari Ekonomi hingga Pengasuhan, Program Keluarga Sejahtera Perkuat Ketahanan Warga Jakarta 

Kompas.com - 23/06/2026, 12:17 WIB
Ruby Rachmadina,
DWN

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga melalui program Keluarga Sejahtera. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga, terutama kelompok rentan, agar lebih mandiri dan sejahtera.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama pembangunan sosial dan ekonomi. Karena itu, penguatan keluarga sangat penting dilakukan, terlebih Jakarta masih menghadapi sejumlah persoalan, seperti angka kemiskinan 4,03 persen, prevalensi stunting 17,2 persen, 14.062 kasus perceraian, serta 1.018 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Program Keluarga Sejahtera yang dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta merupakan upaya meningkatkan kualitas penduduk melalui kemandirian dan ketahanan keluarga demi mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujar Dwi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (22/6/2026).

Program Keluarga Sejahtera menyasar keluarga miskin, orangtua tunggal, korban kekerasan dalam rumah tangga, keluarga dengan lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

“Penguatan ketahanan keluarga harus menjadi salah satu prioritas utama pembangunan di DKI Jakarta,” imbuh Dwi.

Baca juga: Tips Road Trip Aman Saat Libur Sekolah Bersama Keluarga

Dorong pemberdayaan dan kemandirian keluarga

Pemprov DKI Jakarta menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga secara terintegrasi. Salah satunya melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang terhubung dengan Jakpreneur untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui usaha produktif.

Melalui program ini, peserta memperoleh pelatihan, pendampingan usaha, akses pemasaran, bantuan perizinan, hingga dukungan permodalan. Saat ini, sekitar 60 persen peserta Jakpreneur merupakan perempuan. 

Menurut Dwi, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga.

Selain penguatan ekonomi, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan berbagai program pendampingan keluarga, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Sekolah Lansia, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Kampung Keluarga Berkualitas.

Berbagai kegiatan yang mendukung tumbuh kembang keluarga juga rutin digelar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Ruang ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengikuti beragam aktivitas edukatif, sosial, dan rekreatif.

Baca juga: Program Keluarga Sejahtera di Jakarta Dinilai Perlu Pemetaan Kemiskinan Lebih Rinci

Di sisi lain, Program Keluarga Sejahtera turut memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi pola pengasuhan, membangun komunikasi keluarga yang sehat, serta mencegah perkawinan anak.

"Risiko konflik dan terjadinya kekerasan dapat diminimalisasi melalui penguatan ketahanan keluarga, perbaikan pola pengasuhan, komunikasi yang sehat, serta pemberdayaan ekonomi," ujar Dwi.

Penguatan ekonomi keluarga penting

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai program Keluarga Sejahtera sangat positif karena menyasar akar persoalan keluarga, terutama aspek ekonomi.

“Kalau ditanya indikator keberhasilan program keluarga sejahtera, seharusnya yang dilihat adalah apakah masyarakat bisa naik kelas secara ekonomi,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, Pemprov DKI Jakarta mencatat Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) meningkat signifikan, dari 58,12 pada 2023 menjadi 67,60 pada 2025. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya kualitas pembangunan keluarga di ibu kota.

Baca juga: Gibran Janjikan Pembangunan RS Tipe C di Asmat Papua Selatan

Ke depan, komitmen tersebut diperkuat melalui penyusunan Peraturan Daerah tentang Pembangunan Keluarga sebagai landasan kebijakan yang lebih komprehensif. Melalui berbagai program pemberdayaan, pendampingan, serta penguatan ekonomi keluarga, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera.

Terkini Lainnya
Dari Ekonomi hingga Pengasuhan, Program Keluarga Sejahtera Perkuat Ketahanan Warga Jakarta 

Dari Ekonomi hingga Pengasuhan, Program Keluarga Sejahtera Perkuat Ketahanan Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Kebijakan Bebas PBB Bantu Jaga Daya Beli Warga Jakarta

Kebijakan Bebas PBB Bantu Jaga Daya Beli Warga Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Wajah Baru RTH Jakarta, Dari Ruang Terbuka Jadi Pusat Aktivitas Warga

Wajah Baru RTH Jakarta, Dari Ruang Terbuka Jadi Pusat Aktivitas Warga

Jakarta Maju Bersama
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com