HUT Ke-79 RI, Pj. Gubernur Heru Berharap Jakarta Bisa Dioptimalkan sebagai Kota Global

Kompas.com - 20/08/2024, 16:05 WIB
Mikhael Gewati

Editor

JAKARTA, KOMPAS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono menyampaikan amanat Penjabat (Pj.) Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2024),

Joko menegaskan, momentum ini dapat digunakan Jakarta untuk mengoptimalkan potensinya sebagai pusat perekonomian nasional dan Kota Global.

“HUT RI tahun ini mengusung tema ‘Nusantara Baru Indonesia Maju’. Tema ini menggambarkan semangat baru dalam menyukseskan beberapa transisi besar di Indonesia. Adanya ibu kota baru menjadi momentum bagi Jakarta untuk berbenah dan mengoptimalkan potensinya sebagai pusat perekonomian nasional serta kota global," jelas Joko.

Lebih lanjut, ia menyatakan, dalam menjalankan peran barunya, banyak hal yang harus dibenahi oleh Jakarta. Hal-hal fundamental, seperti mengatasi banjir, mengurangi kemacetan, hunian terjangkau, emisi serta polusi harus segera dicari solusinya.

Selain itu, tambah Joko, Jakarta juga harus mengoptimalkan sampah dan limbah secara efektif serta meningkatkan akses air bersih.

Baca juga: Gelar Perayaan HUT RI, Sekolah Bogor Raya Perkuat Nilai Keindonesiaan di Era Global

 

Ia pun berharap, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa memperkuat komitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi, dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapinya.

“Kita harus memastikan bahwa setiap pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan selalu mengutamakan keberlanjutan dan inklusivitas, demi mendukung transformasi Jakarta sebagai Kota Global yang layak huni serta mampu sejajar dengan kota-kota maju lainnya di dunia," papar Joko.

Puncak peringatan HUT ke-79 RI, Gemilang Silang Monas, pun sukses digelar di Silang Barat Monas pada Sabtu dan Minggu malam (18/8/2024). Acara dimeriahkan oleh penampilan sejumlah band, video mapping, serta air mancur menari. Tak ketinggalan penampilan artis-artis Jakarta, seperti Hesty Klepek-Klepek, Sandrina, Angkasa Band, dan Luvia Band.

Warga DKI Jakarta terlihat begitu antusias mengikuti perayaan Puncak Peringatan HUT ke-79 RI, Gemilang Silang Monas, di Silang Barat Monas pada Minggu malam (18/8/2024).DOK. Pemprov DKI Jakarta Warga DKI Jakarta terlihat begitu antusias mengikuti perayaan Puncak Peringatan HUT ke-79 RI, Gemilang Silang Monas, di Silang Barat Monas pada Minggu malam (18/8/2024).

Sebelumnya, kirab duplikat bendera pusaka merah putih dan teks proklamasi kemerdekaan berlangsung pula pada Sabtu (10/8/2024). Dipimpin Heru Budi Hartono sebagai Sekretaris Presiden, Tim Purnapaskibraka 2023 lalu mengaraknya dari Cawan Monumen Nasional menuju Bandara Halim Perdanakusuma, untuk diterbangkan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas Muhammad Isa Sarnuri mengemukakan, kirab bendera merah putih dan teks proklamasi kemerdekaan meripakan rangkaian pertama dari sejumlah agenda yang perayaan HUT ke-79 RI.

“Alhamdulillah, sudah sukses dan lancar. Akan dilanjutkan dengan upacara dan malamnya akan ditutup dengan Gemilang Silang Monas. Ini rangkaian yang diadakan untuk memeriahkan HUT ke-79 RI, sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat,” kata Isa, dikutip dari Instagram @rropro1jakarta.

Sekitara 34.000 warga masyarakat memenuhi sekitar Monas dan sepanjang jalan yang dilewati rombongan kirab. Sebagian besar mereka menggunakan pakaian merah putih serta baju adat dari berbagai daerah.

Kontribusi yang membanggakan

Upacara bendera di Monas merupakan momentum yang tidak terlupakan bagi warga Jakarta. Sebab, upacara ini merupakan yang terakhir kali, sebelum Jakarta melepas atributnya sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI) dan berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi rasa nasionalisme hadirin, terlebih bagi pelaksana upacara. Seperti Adya yang bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara di Monas.

Kepada Kompas.com, ia bercerita bahwa dirinya menjadi tim Paskibraka dari sekolahnya. Pada Maret 2024, sekolahnya membuka seleksi Paskibraka yang dibuka untuk umum.

Adya mengaku sempat ragu untuk mendaftar, karena dia sudah tergabung ke dalam tim basket di sekolahnya.

“Sejujurnya, awalnya cuma coba-coba. Namun, teman-teman saya yang juga ikut Paskibra mendukung. Ya sudah, saya ikut seleksinya dan ternyata lolos. Padahal, pengalaman saya di bidang Paskibra sangat terbatas,” ujar Adya.

Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta berfoto bersama salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024, Adya, dan kedua orangtuanya, usai acara Pengukuhan Paskibraka DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2024).DOK. Pemprov DKI Jakarta Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta berfoto bersama salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024, Adya, dan kedua orangtuanya, usai acara Pengukuhan Paskibraka DKI Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2024).

Setelah lolos seleksi tingkat sekolah, ia melanjutkan seleksi di tingkat wilayah Jakarta Timur. Adya lalu mengikuti tahap seleksi di tingkat provinsi DKI Jakarta dan bersaing dengan ratusan kandidat lainnya.

“Saat latihan, saya dibina dengan latihan fisik yang berat. Banyak pengalaman yang saya rasakan selama karantina Paskibra. Namun, semua latihan itu mampu membentuk saya lebih dewasa dalam mengambil keputusan dan menjadi pemimpin yang bijak,” tuturnya.

Setelah beberapa kali mengikuti tes, akhirnya Adya terpilih menjadi anggota Paskibraka untuk pelaksana upacara di Monas. Tentunya ia sangat senang dan bangga. Selain untuk membangun sikap nasionalisme, menjadi Paskibraka juga membuka banyak peluang baginya.

“Saya merasa, dengan ikut Paskibraka, bisa menjadi batu loncatan buat masa depan. Setelah upacara, saya akan berkontribusi lebih banyak dalam kegiatan pemerintah (Jakarta) pada event khusus, seperti peringatan Kesaktian Pancasila dan Asian Games. Saya juga berkesempatan menjadi pembina untuk Paskibraka tahun depan,” urai Adya.

Baca juga: Cerita dari HUT RI di IKN, Trem Otonom Terpadu Diserbu Warga

Dengan pengalaman itu, ia sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah memberi kesempatan baginya untuk berkontribusi. Kendati demikian, Adya masih merasa “asing” dengan tugasnya sebagai Paskibraka pada masa depan.

Rasa bangga turut dirasakan kedua orangtuanya. Budhi, ayah Adya, sangat bangga dengan pencapaian putranya itu.

Ia tidak menyangka anaknya dapat lolos mengalahkan kandidat-kandidat lain yang memiliki pengalaman lebih banyak daripada Adya.

“Saya dan istri sangat bangga anak kami bisa berkontribusi dalam kegiatan yang positif seperti ini. Saat pengukuhan, saya menangis, sebab tidak menyangka anak saya bisa lolos. Benar-benar terharu. Rasa bangga kami sungguh tidak bisa digambarkan,” beber Budhi.

Sebagai orangtua, ia pun berjanji akan mendukung terus Adya yang sudah beralih tugas, dari atlet basket sekolah menjadi Paskibraka. Dengan langkah ini, Budhi berharap, putranya bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

“Setelah ikut Paskibraka, Adya menjadi lebih disiplin. Cara bicaranya dengan kami juga lebih santun dan beradab. Jadi, ke depannya kami akan terus support Adya ke mana pun keinginannya,” ujar Budhi. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

RDF Plant Dinilai Tepat Atasi Sampah Jakarta, Residu Diolah Jadi Bahan Bakar Industri

Jakarta Maju Bersama
Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Ahli Lingkungan ITB: RDF Plant Solusi Paling Sesuai untuk Atasi Sampah Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

DLH Jakarta Gandeng Ahli Lingkungan untuk Evaluasi Sumber Kebauan RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Diskusi dengan Tim Kerja Pemantauan, DLH Jakarta Ingin RDF Plant Rorotan Dioperasikan Kembali

Jakarta Maju Bersama
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

RDF Rorotan Hadir sebagai Solusi, Berikut Komentar Warga

Jakarta Maju Bersama
Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Dukungan Mengalir, LMK Cakung Nyatakan RDF Rorotan Perlu Terus Beroperasi

Jakarta Maju Bersama
Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Ekonomi Jakarta Menguat Sepanjang 2025, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang

Jakarta Maju Bersama
Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Salat Subuh Berjamaah di Balai Kota, Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Kerukunan dan Keberpihakan pada Warga

Jakarta Maju Bersama
Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata

Pramono Anung Luncurkan Modul Penerimaan Daerah, Pajak Lebih Transparan dan Terdata "Real Time"

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Pemprov DKI Jakarta Raih Peringkat Pertama dalam Pencegahan Korupsi Versi KPK

Jakarta Maju Bersama
Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Soroti Peran Strategis Waduk Pluit Kendalikan Banjir Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah Tepat

Jakarta Maju Bersama
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Pemantauan Kualitas Udara lewat 111 SPKU Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com