Modern dan Canggih, LRT Jakarta Jadi Transportasi Publik Andal Mengatasi Macet serta Polusi

Kompas.com - 06/09/2023, 11:25 WIB
A P Sari

Editor

KOMPAS.com - PT LRT Jakarta berupaya mengoptimalisasi layanan agar dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Hal ini dilakukan guna mengatasi masalah polusi udara dari sisi transportasi.

Provinsi DKI Jakarta sudah mengoperasikan LRT Jakarta pada 1 Desember 2019 yang melintasi enam stasiun, yaitu Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.  LRT Jakarta telah dilengkapi dengan sistem transit yang mudah dan fasilitas lengkap. 

Corporate Secretary PT LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi mengaku optimistis bahwa LRT Jakarta dapat mengangkut sekitar 2.600-2.700 penumpang setiap hari. Hal ini berdasarkan perhitungan pada Agustus 2023.

Jika perkiraan itu terealisasikan, teori push and pull dalam mengurangi polusi udara dari transportasi dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Sheila yakin, jika LRT dapat menjadi transportasi yang digunakan semua lapisan masyarakat.

Baca juga: Pengamat Transportasi Sarankan Tarif LRT Tetap Harga Promo Sampai Pelayanan Maksimal

"LRT (Jakarta) berkomitmen untuk menyediakan transportasi untuk semua masyarakat, termasuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Kami menyediakan sejumlah fasilitas yang akan membuat masyarakat semakin nyaman menggunakan LRT," kata Sheila dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (4/9/2023). 

Lebih lanjut, Sheila menjelaskan, LRT Jakarta melengkapi setiap stasiun dengan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos Sapa) serta ruang pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Sementara, di dalam kereta, tersedia passenger information display yang berisi peta jalur dan status posisi kereta serta area khusus untuk meletakkan sepeda lipat dan non-lipat serta kursi roda. 

"Sebagian dari staf pelayanan LRT Jakarta sudah diberikan pelatihan khusus tentang penanganan penumpang disabilitas, termasuk penggunaan bahasa isyarat," ujar Sheila. 

Di sisi lain, LRT Jakarta juga menjalankan Edu Tour, yakni program untuk mengedukasi dan meningkatkan awareness kepada masyarakat dengan kehadiran kereta listrik modern sebagai moda transportasi publik.

Baca juga: Pelayanan LRT Belum Maksimal, Pengamat: Wajar, Kalibrasi Butuh 3 Tahun

Sheila menerangkan, program ini terbuka untuk seluruh pelajar Indonesia. Peserta Edutour yang dapat mengikuti program ini dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai universitas, dengan mendaftar dan mengirim surat permohonan kunjungan ke email carla@lrtjakarta.co.id. Peserta dapat mempersiapkan kartu uang elektronik (KUE) sebagai metode pembayaran. 

"Dengan mengikuti Edu Tour, peserta berkesempatan untuk mengenal LRT Jakarta dan merasakan fun experience berkeliling naik LRT," ucap Sheila.

Sheila menyatakan, LRT Jakarta senantiasa melakukan perawatan secara berkala. Adapun perawatan LRT Jakarta terdiri dari light maintenance harian, bulanan, dan tahunan, serta heavy maintenance yang dilakukan setiap empat dan delapan tahun. 

"Untuk perawatan overhaul, kami lakukan di Depo Pegangsaan Dua yang telah dilengkapi dengan peralatan perawatan dan sarana yang terkalibrasi. Kami juga telah mempekerjakan sumber daya manusia (SDM) yang sudah tersertifikasi,” tegas Sheila.

Baca juga: Bakal Jadikan LRT Transportasi Sehari-hari, Penumpang: Lebih Hemat dan Cepat

LRT Jakarta beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 23.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), dengan headway atau jarak tunggu kereta selama sepuluh menit. Untuk memudahkan pengguna, LRT Jakarta telah menghadirkan LRTJ Apps yang memuat informasi tentang jadwal keberangkatan kereta, rute, fasilitas di stasiun, serta promo. 

Moda transportasi modern dan canggih

Stasiun LRT Velodrome.DOK. PT LRT Jakarta Stasiun LRT Velodrome.

Ajeng, salah satu pengguna LRT Jakarta, merasakan kehadiran moda transportasi ini membuatnya dapat bepergian dengan lebih praktis. 

Ia mengaku, sudah menjajal LRT Jakarta dari Stasiun Pulomas ke Stasiun Boulevard Utara. 

"(LRT Jakarta) nyaman. Tarifnya juga murah. Saya melewati dua stasiun dan hanya membayar Rp 5.000. Jadi, total cuma Rp 10.000 untuk perjalanan bolak-balik," kata Ajeng dalam akun Instagramnya @masyta.

Baca juga: Tetap Akan Naik LRT meski Harga Normal, Penumpang: Enggak Masalah, Masih Masuk Bujet

Selain itu, tambahnya, LRT Jakarta juga memudahkan dirinya untuk berkunjung ke Mall Kelapa Gading yang dekat dengan Stasiun Boulevard Utara. 

"Kebetulan, saya sekalian menunggu anak les," lanjutnya.

Kehadiran LRT sebagai moda transportasi juga disambut baik oleh salah satu pengamat transportasi, Budiyanto. Menurutnya, LRT dapat menjadi moda transportasi yang tepat, mengingat pertumbuhan masyarakat yang semakin meningkat.

Menurut Budiyanto, kehadiran LRT dapat membantu pemerintah dalam mengurangi polusi udara, karena semakin banyak cara masyarakat untuk bepergian. Apalagi, jika LRT dapat memenuhi standar yang baik, seperti jumlah rangkaian kereta yang banyak dan headway singkat.

"Kenaikan jumlah penumpang akan berpengaruh pula pada peningkatan penggunaan kendaraan pribadi untuk bermobilitas. Hal ini akan membuat masalah polusi lebih buruk. Kehadiran LRT akan menjadi opsi tambahan bagi masyarakat dalam memilih transportasi umum," tutur Budiyanto kepada Kompas.com, Senin (4/9/2023). 

Baca juga: Bantah Jadwal Kereta Tak Sinkron, Manajemen LRT: Informasi di Papan Petunjuk Sudah Sesuai

Lebih lanjut, Budiyanto menjelaskan, pengoperasian LRT harus dibarengi dengan sistem integrasi yang baik. Misalnya, dengan menyediakan feeder atau kendaraan lain yang dapat terintegrasi dengan LRT. 

Menurut Budiyanto, ketersediaan angkutan penyambung akan memudahkan akses dan mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Jadi, perjalanan dengan kendaraan umum tidak terputus. 

"Transportasi bisa dikatakan ideal jika berjalan dengan konsisten dan selalu tersambung serta terintegrasi. Selain dengan kendaraan, penyediaan pedestrian yang layak juga sangat penting agar masyarakat nyaman naik kendaraan umum," urai Budiyanto. 

Ia menambahkan, jika LRT dapat mewujudkan transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau, masyarakat lebih mungkin beralih menggunakan transportasi umum. Dampaknya, masalah kemacetan dan polusi udara di Jakarta bisa teratasi.

Baca juga: Tertawakan Kemacetan Jakarta dari Dalam LRT Jabodebek, Penumpang: Dadah, Gue Duluan!

"Penting juga untuk menyediakan kendaraan umum lain yang terintegrasi dengan LRT. Jika perlu, buat mekanisme yang tepat agar area di sekitar stasiun LRT tidak semrawut dan malah menimbulkan titik kemacetan baru dan menambah polusi udara," papar Budiyanto. (Rindu Pradipta Hestya)

Terkini Lainnya
Kebijakan Bebas PBB Bantu Jaga Daya Beli Warga Jakarta

Kebijakan Bebas PBB Bantu Jaga Daya Beli Warga Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Wajah Baru RTH Jakarta, Dari Ruang Terbuka Jadi Pusat Aktivitas Warga

Wajah Baru RTH Jakarta, Dari Ruang Terbuka Jadi Pusat Aktivitas Warga

Jakarta Maju Bersama
Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Menuju Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur dan Daya Saing Jakarta

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Ringankan Biaya Hidup Warga, Pemprov DKI Perluas Manfaat Kartu Pekerja

Jakarta Maju Bersama
Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Layanan Kesehatan Kini Hadir Lebih Dekat ke Warga Jakarta 

Jakarta Maju Bersama
Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jawab Kebutuhan Industri, Pemprov DKI Perkuat Pelatihan Kerja Warga

Jakarta Maju Bersama
Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta

Jakarta Maju Bersama
DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

DLH Jakarta Ajak Warga Bergerak Bersama Lewat #SatuLangkahDulu demi Udara Ibu Kota Lebih Bersih

Jakarta Maju Bersama
Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Antisipasi Curah Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Jakarta Maju Bersama
Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Dari Hulu ke Hilir, Pemprov DKI Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Jakarta Maju Bersama
Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jumlah RW Kumuh Turun 52 Persen, Pemprov DKI Gelontorkan Rp 1,9 Triliun untuk Penataan

Jakarta Maju Bersama
KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

KJP dan KJMU Diperkuat, Anak Jakarta Bisa Sekolah hingga Kuliah

Jakarta Maju Bersama
Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Dari Seni Jalanan, Ketahanan Pangan, hingga Pengelolaan Stadion, Ini Hasil Kunjungan Kerja Rano Karno di Milan

Jakarta Maju Bersama
Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Pilah dari Sumber, Cara Jakarta Keluar dari Darurat Sampah 

Jakarta Maju Bersama
Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Ringankan Beban TPST Bantargebang, DLH Jakarta Optimalisasi RDF Plant Rorotan

Jakarta Maju Bersama
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com