KOMPAS.com – Bali memasuki babak baru dalam perjalanan transformasi ekonominya. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia ( Bappenas) RI Rachmat Pambudy meresmikan reaktivasi Sekretariat Transformasi Ekonomi Kerthi Bali ( EKB) di Kantor Bappeda Provinsi Bali, Rabu (15/10/2025).
Langkah itu menjadi sinyal kuat atas komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi Bali yang berkelanjutan, inklusif, dan tidak lagi bergantung semata pada sektor pariwisata.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Menteri Pambudy bersama Gubernur Bali Wayan Koster, dilanjutkan pembukaan pintu sekretariat menggunakan sidik jari dan penyingkapan tirai papan nama.
Gubernur Koster menilai, ketergantungan Bali terhadap sektor pariwisata dapat menjadi ancaman bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“(Oleh karena itu) mulailah saya memikirkan sebuah transformasi agar Bali tidak hanya tergantung pada sektor pariwisata. Tapi bagaimana kami kembangkan sumber daya yang ada di Bali agar menjadi keunggulan,” ucapnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: DPRD Bali Heran Koster dan GWK Teken Perjanjian Pinjam Pakai Lahan untuk Akses Warga
Program Transformasi EKB lahir dari perenungan mendalam pada masa pandemi Covid-19 yang merapuhkan ekonomi Bali hingga minus 9,3 persen pada 2020. Konsep ini berlandaskan nilai Sad Kerthi, dengan prinsip ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal, berdaya saing, dan berkeadilan.
“Pada 2019, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat sebesar 5,3 persen,” kata Koster.
Selain dampak pandemi Covid-19, ketimpangan antarwilayah juga menjadi alasan utama munculnya gagasan transformasi EKB.
Berdasarkan data, pajak hotel dan restoran (PHR) tertinggi terkonsentrasi di tiga wilayah, yaitu Badung, Denpasar, dan Gianyar, dengan total pendapatan Rp 10,9 triliun, sedangkan enam kabupaten lainnya hanya Rp 2,3 triliun.
“Gapnya besar sehingga terjadi juga ketimpangan pada produk domestik regional bruto (PDRB) dan pertumbuhan ekonomi,” urainya.
Meski demikian, data pada 2024 menunjukkan pemulihan positif. Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat 5,48 persen, lebih tinggi dari atas rata-rata nasional 5,03 persen.
Baca juga: Gubernur Koster dan GWK Sepakati Perjanjian Pinjam Pakai Lahan untuk Akses Jalan Warga
Sementara itu, tingkat kemiskinan turun menjadi 3,8 persen, pengangguran hanya 1,79 persen, dan angka stunting 7,2 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional.
Gubernur Koster juga menekankan besarnya kontribusi Bali terhadap devisa negara, mencapai Rp 167 triliun atau 53,6 persen dari total devisa pariwisata nasional. Ia berharap Bali mendapat feedback yang sebanding dari pemerintah pusat.
Koster apresiasi dukungan Bappenas
Sebagai informasi, program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali diluncurkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 2021. Program ini sempat terhenti karena adanya masa jeda sebelum ia kembali terpilih dan menjabat sebagai Gubernur Bali untuk periode kedua.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengucapkan terima kasih kepada Menteri PPN/Bappenas atas langkah mereaktivasi Sekretariat Transformasi Kerthi Bali.
Baca juga: Putri Koster Sebut Bank Sampah Bukan Solusi Utama karena Orientasinya Penjualan
Menanggapi hal itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi terhadap keberanian Bali keluar dari ketergantungan pada “ekonomi glamour” dan kembali mengakar pada potensi alam serta budaya lokal.
“Bappenas sangat berkepentingan dengan konsep ini. Kami ingin menjadikan EKB sebagai model pembangunan daerah dari Aceh hingga Papua. Kami ingin sebuah konsep yang berasal dari keunikan, keunggulan dan budaya lokal,” ujarnya.
Acara tersebut ditutup dengan penyerahan Peta Jalan Transformasi EKB dan Manual Book Project Management Office (PMO) oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti serta Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Bappenas Eka Chandra Buana kepada Gubernur Koster.
Selain itu, Gubernur Koster juga menyerahkan Buku EKB dan 100 Tahun Haluan Pembangunan Bali kepada Menteri Pambudy.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Bali Putri Suastini Koster memberikan cendera mata berupa kain tenun endek kepada Menteri Pambudy dan istri.
Baca juga: Bali Bersiap Hadapi Hujan Lebat hingga Februari 2026, Koster Mitigasi Kemungkinan Terburuk