KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) Komisaris Jenderal (Komjen) Pol. Marthinus Hukom mengapresiasi keteguhan Gubernur Koster dalam menjaga Bali tetap aman, tertib, dan bersih dari narkotika.
Ia memuji kepemimpinan Gubernur Koster yang luar biasa karena berhasil memulihkan perekonomian Bali dengan sangat cepat pasca-Pandemi Covid-19 serta menjaga Bali sebagai wajah terdepan Indonesia di mata pariwisata dunia.
“Bali bagi saya adalah rumah kedua. Kepemimpinan Bapak Gubernur (Koster) luar biasa dalam menjaga Bali sebagai etalase Indonesia. Tapi kita juga perlu waspada, karena narkotika kini menjadi ancaman yang semakin canggih dan masif,” ujarnya dalam siaran persnya, Selasa (15/7/2025).
Hal tersebut dikatakan Marthinus Hukom dalam acara Ramah Tamah yang berlangsung di Kerthasabha, Kediaman Gubernur Bali, Senin (14/7/2025).
Di hadapan Gubernur Koster, Komjen Marthinus memaparkan bahwa hasil survei BNN 2023 menunjukkan sebanyak 3,3 juta warga Indonesia terjerat penyalahgunaan narkoba.
Baca juga: Gubernur Koster Beri Masukan ke Sherly Tjoanda: Mutasi Kepala OPD Selingkuh
Namun angka tersebut diyakini masih lebih rendah dari kenyataan karena adanya angka gelap (dark number).
Ia mengungkapkan, adanya ancaman sindikat narkotika internasional, termasuk yang berasal dari negara-negara konflik seperti Ukraina dan Rusia, yang memanfaatkan teknologi digital, aplikasi rahasia, transaksi kripto, dan metode penyimpanan narkotika berbasis titik koordinat.
“Bali harus tetap aman. Modus kejahatan narkotika terus berkembang. Kami siap bersinergi dengan Pemprov Bali dan seluruh Forkopimda agar sindikat semacam ini tidak menjadikan Bali sebagai sasaran mereka,” tegasnya.
Kepala BNN juga menyoroti potensi ancaman dari jaringan geng motor internasional yang erat kaitannya dengan tindak kriminal lain, seperti narkotika, kekerasan, dan premanisme. Oleh sebab itu, sinergi antarpenegak hukum sangat penting.
“Kolaborasi kuncinya adalah saling percaya dan saling membantu. BNN siap memberikan dukungan terbaik bagi Pemprov Bali dalam menjaga keamanan Bali dari ancaman narkoba,” ujarnya.
Baca juga: Moeldoko Sebut Gubernur Wayan Koster Pelopor Gerakan Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik
Selain itu, Kepala BNN juga menekankan pentingnya memperkuat regulasi daerah yang mendukung upaya pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkotika.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menyatakan bahwa saat ini Bali berada dalam fase pemulihan ekonomi dan pariwisata yang sangat positif pasca pandemi Covid-19.
Sepanjang 2024, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tercatat mencapai 6,4 juta orang, melampaui capaian sebelum pandemi.
Pertumbuhan ekonomi Bali juga melampaui rata-rata nasional, dengan angka pengangguran dan kemiskinan terendah di Indonesia.
“Kontribusi Bali sangat besar bagi bangsa ini. 44 persen devisa pariwisata nasional berasal dari Bali, setara Rp107 triliun. Tahun 2025, kami perkirakan kunjungan wisman sampai akhir tahun akan lebih meningkat berkisar 6,9 hingga 7,1 juta kunjungan wisatawan asing,” jelas Gubernur Koster.
Baca juga: Gubernur Koster Ungkap Rencana Bali Bangun PLTG di 3 Lokasi
Meski demikian, Gubernur Koster tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Bali, mulai dari persoalan kemacetan, sampah, alih fungsi lahan, hingga perilaku wisatawan asing yang melanggar aturan, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Masalah narkotika ini menjadi perhatian serius kami. Sinergi dengan BNN, Polisi Daerah (Polda) Bali, dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mutlak diperlukan untuk mengatasi persoalan ini. Kami siap memperkuat kolaborasi agar Bali tetap terjaga, aman, dan bersih sebagai destinasi dunia,” tegasnya.
Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa kehadiran BNN RI di Bali merupakan bentuk dukungan nyata yang akan memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Dalam momen penting ini, Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali menyambut hangat kunjungan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom beserta istri dan jajaran Pimpinan Tinggi Pratama dan Madya BNN RI.
Baca juga: Gubernur Koster: Bali Sumbang Hampir Setengah Devisa Pariwisata Nasional
Turut hadir mendampingi Gubernur Koster yakni Wakil Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kabupaten/kota se-Bali, serta Kepala Perangkat Daerah di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali
Penyambutan kunjungan Kepala BNN dan jajarannya itu menjadi simbol kuatnya komitmen bersama antara Pemprov Bali dan BNN RI dalam upaya menjaga Bali dari ancaman narkotika yang semakin kompleks.