KOMPAS.com - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta genap menjalani satu tahun masa kepemimpinan pada 20 Februari 2026.
Di bawah kepemimpinan keduanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dijalankan dengan mengusung visi "Mewujudkan Pariwisata Badung yang Berkualitas Berlandaskan Nilai-Nilai Sat Kerthi Loka Bali" yang diwujudkan melalui program unggulan Sapta Kriya Adi Cipta.
Program unggulan tersebut fokus menangani permasalahan krusial di Kabupaten Badung, yakni kemacetan, sampah, dan pemenuhan air bersih.
Baca juga: Badung Anggarkan Rp 1,5 Triliun untuk Atasi Kemacetan, Bupati Adi: Saya Tidak Omon-omon
Pemkab Bandung dalam siaran persnya kepada Kompas,com, Selasa (24/2/2026), menyatakan bahwa selama satu tahun pemerintahan Adi Arnawa–Bagus Alit, pihaknya telah menerapkan rekaya lalu lintas Kerobokan Kelod. Kebijakan ini mengatur sistem satu arah untuk menangani kemacetan di wilayah Kerobokan Kelod, Badung Utara.
Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut berhasil memangkas rata-rata waktu tempuh yang semula 19,8 menit menjadi 4,93 menit, serta meningkatkan kecepatan rata-rata kendaraan dari 7,35 kilometer (km) per jam menjadi 39,9 km per jam.
Untuk mengurai kemacetan di Kabupaten Badung, Pemkab Badung juga membangun empat ruas jalan baru, yakni trase Jalan Pecatu-Melasti, Jalan Pasar Desa Adat Pecatu-Jalan Uluwatu, Jalan Banjar Semer-Jalan Teuku Umar Barat, dan Jalan Subak Sari-Banjar Semer (Kerobokan).
Baca juga: Dishub Pastikan Lalin di Jalan I Gusti Ngurah Rai Aman Terkendali Usai Macet Parah
Pembangunan ruas jalan tersebut telah memasuki tahap pembebasan lahan, penyusunan skema pendanaan melalui peminjaman dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) senilai Rp 2,8 triliun, dan akan memasuki tahap tender untuk pembangunan fisik. Adapun proses pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Salah satu proyek strategis lain dari Pemkab Badung untuk menyelesaikan kemacetan adalah membangun jalan lingkar selatan (JLS), yang dirancang guna memperlancar mobilitas, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan menopang keberlanjutan pariwisata di Badung Selatan.
Pembangunan JLS telah mendapat dukungan dari pemilik lahan. Kemudian, akan dilakukan setting out ulang lahan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Badung, dilanjutkan pengukuran penilaian aset dan apraisal oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta musyawarah ganti untung lahan.
Baca juga: Menteri ATR/BPN: Baru 42 Persen Tanah Wakaf di Indonesia yang Bersertifikat
Target pengadaan lahan ditargetkan rampung pada April 2026 dan pembangunan fisik akan berlangsung pada 2026-2027.
Dalam sektor pengelolaan sampah, Pemkab Badung mempercepat implementasi sistem pengelolaan sampah dengan memantau sejumlah desa yang sudah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), seperti TPS Pecatu, TPS Panca Lestari di Tanjung Benoa, dan TPS Kedonganan.
Pemkab Badung juga membuka peluang kerja sama dengan vendor teknologi pengolahan sampah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah.
Sementara itu, komitmen Pemkab Badung dalam menangani tumpukan sampah laut direalisasikan melalui pembersihan wilayah pantai secara berkala bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
Pembersihan pantai dilakukan secara intensif dengan melibatkan armada pengangkut sampah untuk memastikan sampah yang terkumpul dapat segera diangkut dan ditangani sesuai prosedur.
Baca juga: Gibran Apresiasi Aksi Bersih-bersih Pantai Bali, Harap Jadi Teladan Daerah Lain
Aksi tersebut telah terlaksana di beberapa titik, antara lain Pantai Kelan, Pantai Cemagi, Pantai Samagita, Pantai Petitenget, Pantai Batu Belig, Pantai Berawa, Pantai Jerman, Pantai Kedonganan, dan Pantai Jimbaran.
Tak hanya itu, Pemkab Badung juga berkomitmen meningkatkan daya dukung infrastruktur sumber daya air (SDA), menjaga keseimbangan lingkungan, serta memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, khususnya pada musim hujan dan saat debit air meningkat.
Komitmen itu diwujudkan melalui optimalisasi sungai dan saluran irigasi yang dilakukan oleh Dinas PUPR dengan cara membersihkan sedimen, mengangkat material lumpur dan sampah, memperbaiki talud, serta normalisasi alur air pada titik-titik rawan pendangkalan.
Optimalisasi diprioritaskan pada wilayah yang berpotensi mengalami genangan, banjir, serta gangguan distribusi air irigasi. Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR rutin berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pemerintah desa/kelurahan untuk menyukseskan kegiatan ini.
Baca juga: Embung Lapri Kering, Distribusi Air Bersih di Pulau Sebatik Terhenti
Dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat, Pemkab Badung memulai pembangunan jaringan distribusi pipa bawah laut dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuary menuju Nusa Dua.
Groundbreaking telah dilakukan di IPA Estuary, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung pada 11 September 2025.
Proyek tersebut merupakan kerja sama business to business (B2B) antara Perumda Air Minum Tirta Mangutama dan PT Tiara Cipta Nirwana dengan pelaksana PT Pipa Ticini.
Setelah IPA Estuary dibangun dan Sistem V dipasang, kapasitas distribusi air meningkat dari 420 liter per detik menjadi 490 liter per detik.
Meski demikian, distribusi pemenuhan air bersih perpipaan, khususnya di Badung Selatan, masih terus berproses mengingat luasnya jangkauan distribusi utama.
Baca juga: Cari Dirut PDAM Tirtawening, Farhan: Tak Hanya Air Bersih, Kelola Air Kotor Juga
Selain fokus menangani permasalahan krusial, program Sapta Kriya Adi Cipta Pemkab Badung juga digagas untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, serta pelestarian adat dan budaya Bali.
Pada bidang pendidikan, Pemkab Badung meluncurkan program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Gratis Berbasis Banjar pada 20 Mei 2025.
Program tersebut menyasar anak-anak jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh 62 desa dan kelurahan di Kabupaten Badung.
Program Bimbel Bahasa Inggris akan rutin dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Melalui penyediaan program ini, diharapkan anak-anak di Kabupaten Badung mampu memiliki daya saing.
Baca juga: Balas Budi Purna Beasiswa
Selain itu, Pemkab Badung juga menyediakan beasiswa bagi anak petani dan nelayan yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan strata 1 (S1). Beasiswa diberikan bagi mereka yang memenuhi syarat dan ketentuan.
Pelaksanaan program dilakukan secara selektif melalui verifikasi data serta kerja sama dengan perangkat daerah dan institusi pendidikan.
Program beasiswa tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong pemerataan kesempatan pendidikan, serta memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan jenjang pendidikan.
Baca juga: Beasiswa untuk Anak Petani, Bupati Badung: Agar Fokus Bertani, Alih Fungsi Lahan Minimal
Dalam pelestarian budaya, Pemkab Badung menyalurkan dana kreativitas Rp 40 juta kepada 597 seka teruna untuk pembuatan ogoh-ogoh menjelang Nyepi 2026. Bantuan dana hari ulang tahun (HUT) seka teruna juga naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta mulai 2026.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulan bagi generasi muda untuk membangun budaya, memperkuat persatuan, serta menjadi momentum kebersamaan.
Pemkab Badung juga membangun Patung Mekotek di Desa Munggu sebagai simbol pelestarian tradisi yang digelar setiap enam bulan pada Hari Raya Kuningan.
Dukungan terhadap kegiatan budaya turut diwujudkan melalui penyelenggaraan dan fasilitasi berbagai festival, seperti Jimbaran Culture Festival dan lomba Ogoh-ogoh, Bhandana Bhuhkala Festival 2025 di Sempidi–Kwanji, Pekan Kebudayaan Daerah (PKD), dan lain sebagainya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemkab Badung berupaya memperkuat identitas budaya lokal, mendorong partisipasi generasi muda, serta memastikan tradisi tetap lestari sebagai bagian penting dari pembangunan berbasis budaya di Kabupaten Badung.
Baca juga: Tradisi Ramadhan Paling Unik di Nusantara, dari Dugderan hingga Tumbilotohe
Melalui program Nak Badung Sehat, Pemkab Badung menyediakan layanan homecare gratis bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) Badung melalui aplikasi Badung Sehat.
Layanan yang diberikan mencakup kunjungan dokter, perawatan luka, hingga layanan darurat 24 jam melalui aplikasi Taksu Badung.
Pemkab Badung juga merealisasikan pemberian reward Rp 1 juta bagi veteran dan penyandang disabilitas serta Rp 3 juta bagi lanjut usia (lansia) 75 tahun ke atas. Program ini telah menyasar 187 anggota Legiun Veteran RI (LVRI), 3.638 penyandang disabilitas, dan 9.438 lansia.
Selain itu, bantuan sosial Rp 2 juta per kepala keluarga menjelang hari raya keagamaan juga telah disalurkan kepada 83.768 KK umat Hindu di enam kecamatan pada November 2025. Sebelumnya, sekitar 90.000 KK telah menerima bantuan tahap pertama pada April 2025.
Baca juga: Pemkab Klungkung Lanjutkan Penyaluran Bantuan Sosial di Nusa Penida
Bantuan tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpendapatan rendah. Harapannya, bantuan itu dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, ritual keagamaan, serta biaya sosial lain yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung, inflasi pada momentum hari besar keagamaan 2025 relatif lebih terkendali dibandingkan 2024. Hal ini mengindikasikan stabilitas harga selama periode tersebut.
Artinya, program Bantuan Sosial Hari Raya Pemkab Badung berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat tanpa mendorong lonjakan harga yang berlebihan.
Di sektor ekonomi, program Sidi Kumbara meningkatkan plafon kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Rp 25 juta menjadi Rp 100 juta.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan UMKM, Pemkab Badung Naikkan Plafon Sidi Kumbara hingga Rp 100 Juta
Pada 2025, sebanyak 119 pelaku UMKM telah menerima fasilitas kredit dan ditargetkan mampu menjangkau 120 pelaku usaha pada 2026.
Untuk memaksimalkan program tersebut, Pembkab Badung mengalokasikan biaya subsidi bunga dan biaya uang pangkal lebih dari Rp 1 miliar.