Tingkatkan Potensi Pantai Kuta, Bupati Badung Bahas Penataan dan Abrasi Bersama Komunitas

Kompas.com - 29/11/2025, 17:25 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan dialog dengan komunitas sekitar Pantai Kuta di Skatepark Pantai Kuta, Jalan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (13/9/2025). Pertemuan ini membahas tentang pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.

Bupati Badung mengatakan, dialog tersebut merupakan ruang untuk mendengarkan langsung masukan, kritik, serta saran dari komunitas yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pantai Kuta.

Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan untuk memantau perkembangan Pantai Kuta secara langsung, seiring rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam upaya pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan UMKM, Pemkab Badung Naikkan Plafon Sidi Kumbara hingga Rp 100 Juta

Menurutnya, Pantai Kuta semakin ramai sehingga perlu ditata. Pemkab Badung akan melakukan penataan dengan mengatasi abrasi di Pantai Kuta.

Selama mengatasi abrasi, pihaknya berupaya tetap mempertahankan kualitas ombak Pantai Kuta yang sudah menjadi daya tarik peselancar dari berbagai belahan dunia.

Baca juga: Pemkab Badung Tegaskan Komitmen Dukung Kemenkeu, Pastikan Dana APBD Tak Mengendap

“Kami harus tetap menjaganya supaya Pantai Kuta tetap menjadi destinasi idaman masyarakat internasional,” kata Bupati Badung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).

Baca juga: Jelang Galungan-Kuningan, Pemkab Badung Salurkan Bansos Rp 2 Juta untuk 83.000 KK 

Pemkab Badung, kata Bupati Adi Arnawa, meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan penataan berkelanjutan, mengedepankan kolaborasi dengan komunitas, dan memastikan Pantai Kuta tetap menjadi kebanggaan serta daya tarik pariwisata dunia. Terlebih, Pantai Kuta merupakan destinasi wisata ikonik di Kabupaten Badung.

Karena itu, ia menekankan perlunya pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek pengelolaan hingga infrastruktur pendukung.

“Saya lihat pedestriannya harus segera diperbaiki. Dengan demikian, masyarakat dan wisatawan merasa nyaman untuk datang berlibur menikmati Pantai Kuta,” tuturnya.

Sebagai informasi, dialog tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, seperti Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, Balawista Kabupaten Badung Marshello Lolot Aryafara, musisi sekaligus aktivis lingkungan I Gede Ari Astina ( Jerinx SID), serta dan tokoh komunitas di Pantai Kuta.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com