KOMPAS.com - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan dialog dengan komunitas sekitar Pantai Kuta di Skatepark Pantai Kuta, Jalan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (13/9/2025). Pertemuan ini membahas tentang pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.
Bupati Badung mengatakan, dialog tersebut merupakan ruang untuk mendengarkan langsung masukan, kritik, serta saran dari komunitas yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pantai Kuta.
Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan untuk memantau perkembangan Pantai Kuta secara langsung, seiring rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam upaya pengelolaan dan penataan Pantai Kuta.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan UMKM, Pemkab Badung Naikkan Plafon Sidi Kumbara hingga Rp 100 Juta
Menurutnya, Pantai Kuta semakin ramai sehingga perlu ditata. Pemkab Badung akan melakukan penataan dengan mengatasi abrasi di Pantai Kuta.
Selama mengatasi abrasi, pihaknya berupaya tetap mempertahankan kualitas ombak Pantai Kuta yang sudah menjadi daya tarik peselancar dari berbagai belahan dunia.
Baca juga: Pemkab Badung Tegaskan Komitmen Dukung Kemenkeu, Pastikan Dana APBD Tak Mengendap
“Kami harus tetap menjaganya supaya Pantai Kuta tetap menjadi destinasi idaman masyarakat internasional,” kata Bupati Badung dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (29/11/2025).
Baca juga: Jelang Galungan-Kuningan, Pemkab Badung Salurkan Bansos Rp 2 Juta untuk 83.000 KK
Pemkab Badung, kata Bupati Adi Arnawa, meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan penataan berkelanjutan, mengedepankan kolaborasi dengan komunitas, dan memastikan Pantai Kuta tetap menjadi kebanggaan serta daya tarik pariwisata dunia. Terlebih, Pantai Kuta merupakan destinasi wisata ikonik di Kabupaten Badung.
Karena itu, ia menekankan perlunya pembenahan menyeluruh, mulai dari aspek pengelolaan hingga infrastruktur pendukung.
“Saya lihat pedestriannya harus segera diperbaiki. Dengan demikian, masyarakat dan wisatawan merasa nyaman untuk datang berlibur menikmati Pantai Kuta,” tuturnya.
Sebagai informasi, dialog tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, seperti Lurah Kuta Putu Dedik Ardiana, Balawista Kabupaten Badung Marshello Lolot Aryafara, musisi sekaligus aktivis lingkungan I Gede Ari Astina ( Jerinx SID), serta dan tokoh komunitas di Pantai Kuta.