KOMPAS.com - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Trenggalek mengunjungi sejumlah warga lanjut usia ( lansia) setelah prosesi Hari Jadi ke-831 Kabupaten Trenggalek, Minggu (31/8/2025).
Kunjungan itu merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek agar kebahagiaan Hari Jadi turut dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia yang memiliki keterbatasan.
Dalam kunjungan itu, bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu didampingi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Trenggalek Ridwan Maliki dan Komandan Kodim 0806 Trenggalek Isnanto Roy Saputro.
“Kebiasaan kami bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim, kami tahu Hari Jadi tidak semua orang bisa datang dan ikut berbahagia, khususnya yang sudah sepuh-sepuh," ujarnya dalam siaran pers, Senin (1/9/2025).
Mas Ipin menyadari, banyak lansia yang ingin merasakan atmosfer perayaan Hari Jadi, tetapi terkendala kondisi fisik.
Baca juga: Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025
Ia mencontohkan salah satu lansia yang sudah puluhan tahun tidak pernah menonton pertunjukan wayang.
Sebagai gantinya, Mas Ipin dan rombongan datang langsung ke rumah para lansia. Dalam kesempatan itu, mereka juga meninjau program bedah kamar lansia yang telah dilakukan.
“Suasana Hari Jadi sebagai gantinya kami datang. Tadi waktu arak-arakan ada 50 sasaran lansia yang kamarnya kami bedah kemudian dibersihkan,” sebutnya.
Mas Ipin menyampaikan, sebelum kamar dibersihkan, kondisinya terlihat sangat memprihatinkan. Karena itu, kegiatan itu diharapkan menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan.
"Kami tadi juga meminta doa semoga Trenggalek masyarakatnya aman, tenteram, semua masyarakatnya kebagian rezeki. Kemudian berbahagia semua," ungkapnya.
Baca juga: Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Trenggalek Christina Ambarwati menjelaskan, ada tiga titik yang dikunjungi bupati, dengan total enam sasaran lansia.
"Dua sasaran sudah kami layani dan yang Pak Wiwik Sumardi masih akan, tetapi sudah mendapatkan waiting list dari 50 calon penerima sasaran bedah kamar lansia," jelasnya.
Christina menjelaskan, bedah kamar lansia ditujukan bagi para lansia dan kelompok rentan yang tidak memiliki sumber daya untuk mengikuti skema bedah rumah.
“Upaya Pemkab Trenggalek pada prinsipnya menunjukkan bahwa Trenggalek sudah menjadi kabupaten layak anak," ucapnya.
Baca juga: Tahun 2028, Trenggalek Punya Bendungan Baru Berkapasitas 17,40 Juta Meter Kubik
Christina menyebutkan, Pemkab Trenggalek tidak hanya memuliakan anak-anak, tetapi juga memiliki kewajiban kepada lansia.
“Jangan sampai di pengujung senjanya mereka meninggal, tetapi negara belum sempat hadir karena banyaknya daftar tunggu untuk bedah rumah,” ujarnya.
Christina menegaskan, bedah kamar lansia ini menjadi skema kedaruratan agar di ujung usianya mereka dapat beristirahat dan beribadah dengan nyaman.