Ayam Lodho, dari Menu Hajatan Jadi Ikon Kuliner Trenggalek 

Kompas.com - 14/11/2022, 13:36 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kabupaten Trenggalek Jawa Timur (Jatim) memang sudah terkenal dengan wisata alamnya. Namun, tak cuma wisata alamnya saja yang menarik, destinasi kuliner khas di daerah ini digemari para palancong.

Salah satu yang paling terkenal adalah ayam lodho khas Trenggalek. Masakan ayam lodho khas Trenggalek digandrungi banyak orang karena kenikmatannya berkat banyaknya bumbu dan rempah-rempah yang dipakai.

Hal lain yang membuat ayam lodho lebih spesial adalah ayam dipanggang dengan arang. Kemudian, ayam dimasak dengan aneka bumbu rempah yang kental sehingga bumbu meresap ke dalam daging.

“Cara masaknya detail. Mulai tingkat kematangan, hingga sajian,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Trenggalek Sunyoto dalam siaran pers, Senin (14/11/2022).

Baca juga: Resep Ayam Lodho Khas Trenggalek, Sajikan dengan Urap Sayur

Dengan begitu, rasa ayam lodho menjadi lebih nikmat dan gurih. Kuah ayam lodho biasanya dilengkapi dengan cabai merah yang dimasak utuh. Ini cocok untuk penggemar masakan pedas karena cabai bisa langsung dimakan.

“Kalau mau pedas tinggal ambil cabai yang ada. Kuah ayam lodho cenderung tidak pedas,” ujar Sunyoto.

Untuk diketahui, ayam lodho dulunya disajikan secara utuh satu ekor. Seiring perjalanan waktu, ayam dipotong-potong sedemikian rupa tanpa mengubah cita rasa yang sudah menjadi ciri khas ayam lodho.

Hampir semua rumah makan di Trenggalek menyediakan menu masakan ayam lodho dengan harga terjangkau. Untuk di wilayah kecamatan, menu ayam lodho dibanderol Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per porsi.

“Dengan harga tersebut, potongan ayamnya besar dan semua ayam lodho dari ayam kampung,” terang Sunyoto.

Baca juga: 15 Oleh-oleh Khas Trenggalek Selain Alen-alen, Ada Sale Pisang dan Ikan Bakar

Salah satu penjual ayam lodho yang populer dan menjadi tujuan wisatawan maupun warga luar kota adalah Rumah Makan Spesial Ayam Lodho Pak Yusuf.

Ayam Lodho Pak Yusuf bisa ditemui di Jalur utama yang berada di Jalan Utama Trenggalek-Tulungagung, tepatnya di Desa Kedunglurah Kecamatan Pogalan Trenggalek. Lokasi rumah makan ini mudah dijangkau dan memiliki tempat parkir yang luas.

Rumah Makan Ayam Lodho Pak Yusuf berdiri sejak 1987 dan dikelola secara turun temurun. Berkat kenikmatan rasa masakan Ayam Lodho Pak Yusuf, cabang Ayam Lodho Pak Yusuf pun bisa ditemui di berbagai kota di Jatim.

Rasa masakan Ayam Lodho Pak Yusuf tidak jauh berbeda di kedai lain. Ayam lodho yang sudah dipotong, disajikan hangat bersama kuah gurih lengkap dengan urap-urap.

Harga per porsi di rumah makan Ayam Lodho Pak Yusuf mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 100.000 untuk paket super.

Untuk diketahui, ayam lodho dulunya biasa disajikan sebagai sajian utama dalam setiap hajatan masyarakat Trenggalek.

Baca juga: Nasi Gegok, Makanan Khas Trenggalek yang Disukai Wisatawan Seporsi Rp 3.000 

“Dahulunya masakan ayam Lodho ini hanya untuk sajian hajatan oleh masyarakat,” terang Ayub Naulak, pengelola rumah makan Ayam Lodho Pak Yusuf Trenggalek.

Namun, berkat cita rasa yang kuat, hidangan ini pun menjadi incaran banyak pencinta kuliner, baik dari pengunjung wisata Trenggalek atau orang luar kota.

Terkini Lainnya
Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

trenggalek maju sejahtera
Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

trenggalek maju sejahtera
Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

trenggalek maju sejahtera
Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

trenggalek maju sejahtera
Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

trenggalek maju sejahtera
Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

trenggalek maju sejahtera
Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

trenggalek maju sejahtera
Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

trenggalek maju sejahtera
Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

trenggalek maju sejahtera
Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

trenggalek maju sejahtera
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com