Melihat Active Learning Class, Terobosan Emil Dardak di Trenggalek

Kompas.com - 13/02/2019, 22:21 WIB
Mikhael Gewati

Editor


TRENGGALEK, KOMPAS.com
– Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mengatakan, untuk menghadapi era industri 4.0 maka metode belajar anak-anak di sekolah pun harus berubah.

Menurut mantan Bupati Trenggalek ini, tidak hanya belajar menghafal dan menghitung, pelajar juga harus mempelajari skill kolaborasi, kerja sama dan kreativitasyang dibutuhkan pada era Industri 4.0.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Emil Dardak pun, sebelum dilantik jadi Wakil Gubernur Jatim, meresmikan Active Learning Classroom (ALC) di Trenggalek, di SMPN 1 Trenggalek, Jumat (8/2/2019).

Emil Dardak mengatakan, metode belajar di ALC sendiri mengedepankan interaksi antara guru dengan murid dan didukung oleh peralatan teknologi tinggi.

Menurut dia, ide pengembangkan ALC berasal dari pengalaman hidupnya saat mengenyam pendidikan SMA di Singapura.

Di sana metode pembelajarannya benar-benar merangsang siswa untuk aktif, lebih kreatif, mau berfikir, dan menganalisa melalui diskusi langsung meggunakan sarana teknologi informasi.

Metode belajar seperti itu, kata Emil Dardak, sangat tepat diterapkan pada anak-anak SMP. Maka dari itu pengembangan ALC diterapkan di SMPN 1 Trenggalek.

“Dengan metode ini maka guru bisa menerangkan materi pelajaran di layar komputer dengan spidol khusus yang bisa digunakan di layar,” ucap dia.

Materi pun, kata Emil, bisa diperbesar dan dibuat interaktif. Anak - anak bisa pula nonton dari layar televisi, lalau word station dari masing-masing siswa akan muncul di layar sehingga bisa bisa menyampaikan hasil diskusinya.

Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek meninjau langsung Active Learning Classroom (ALC) yang berada di SMPN 1 Trenggalek beberapa waktu lalu.Dok Humas Pemerintah Kabupaten Trenggalek Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek meninjau langsung Active Learning Classroom (ALC) yang berada di SMPN 1 Trenggalek beberapa waktu lalu.

Dengan model pembelajaran seperti itu, Emil mengharapkan guru bisa menguasai Teknologi Informasi (TI) dan selalu berinovasi serta berkreasi.

“Ini karena kunci pembelajaran aktif paling utama pada kreativitas gurunya. Sedangkan siswa juga harus aktif dan kreatif serta mampu bekerja sama dengan tim, karena metode pembelajaran ini mengutamakan kecerdasan kolektif," kata Emil.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa kelas ALC bisa digunakan untuk mata pelajaran apa saja. Mulai dari sains, sosial, atau mata pelajaran lainnya tergantung dari kreatifitas para guru di lapangan.

Selain mengembangkan di Trenggalek, suami Arumi Bachsin ini berusaha pula mendorong metode pembelajaran tersebut bisa terus berkembang di Jawa Timur dengan Trenggalek sebagai percontohannya.

“Saya ingin menggerakkan segala upaya termasuk bekerja sama dengan lembaga - lembaga di sektor pendidikan untuk melangkah bersama dan ACL ini menjadi percontohan di Jatim.

Penerapan ALC di Trenggalek kemudian mendapat tanggapan positif dari para guru. Salah satunya adalah Maryono. Menurut kepala bidang Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Maryono, ALC sangat bagus sekali diterapkan di kelas.

“Ini karena dunia pendidikan berbasis teknologi memang sudah sangat dibutuhkan,” ujar Maryono.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Trenggalek Iman Asrori berharap dengan adanya ACL tersebut,  ke depan ada kurikulum baku mengenai ACL yang bisa direvitalisasi di daerah lainnya. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)  

Terkini Lainnya
Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

trenggalek maju sejahtera
Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

trenggalek maju sejahtera
Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

trenggalek maju sejahtera
Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

trenggalek maju sejahtera
Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

trenggalek maju sejahtera
Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

trenggalek maju sejahtera
Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

trenggalek maju sejahtera
Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

trenggalek maju sejahtera
Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

trenggalek maju sejahtera
Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

trenggalek maju sejahtera
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com