Menanti Lezatnya Durian Runtuh di Trenggalek

Kompas.com - 05/11/2017, 18:29 WIB


TRENGGALEK, KOMPAS.com – Kabupaten Trenggalek Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan buah tanaman hutan. Salah satu buah yang sangat terkenal dan dinantikan adalah buah durian.

Potensi ekonomi dari budidaya durian khas Trenggalek itu digarap menjadi wisata durian. Para pengunjung bisa menikmati durian jatuh pohon di  Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Pengunjung diajak untuk berpetualang menyusuri kebun durian yang asri dan nyaman. Satu hal yang ditunggu-tunggu yaitu acara menyantap durian yang runtuh di sekitar pohonnya.

Pengalaman serunya menikmati lezatnya durian jatuh itu hanya bisa didapat di Desa Wisata Durensari yang terletak di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Desa wisata itu terletak kurang lebih tiga kilometer dari lokasi wisata kawasan Pantai Prigi dan Pasir Putih. 

Pengunjung yang datang ke kampung durian, akan diajak mengelilingi area perkebunan yang ada di kawasan hutan. Dengan menyusuri jalan setapak, para wisatawan akan dimanjakan dengan suasana hutan yang rindang dan segar.  

Saat musim durian tiba, pengunjung bisa melihat secara langsung aneka pohon durian yang sedang berbuah.

Petualangan wisata alam itu bakal semakin seru saat pemandu wisata mengajak pengunjung untuk berburu buah durian yang jatuh dari pohon, bersama petani setempat.

 “Pengunjung akan kami ajak keliling ke wilayah area hutan yang banyak pohon durian. Pada saat musim durian seperti sekarang banyak sekali durian yang jatuh dan bisa langsung dinikmati oleh para pengunjung,” kata Ketua Pokdarwis Durensari Unik.

Setelah berhasil menemukan durian yang jatuh dari pohon, pengunjung bisa langsung menyantap sepuasnya.

Bila hendak membawa pulang durian hasil buruan, pengunjung mesti membayar. Harga durian yang dibandrol di desa wisata itu berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per buah, tergantung ukuran buah. 

Konon, durian yang baru jatuh dari pohon memiliki cita rasa dan kenimatan yang berbeda, dibanding dengan durian yang dijual di pinggir jalan, yang sebagian besar dipetik ketika masih di pohon.

Aneka jenis durian lokal tersedia di kawasan desa wisata ini. Rasa durian asal Trenggalek tidak kalah lezat dibanding durian daerah lain maupun dari luar negeri.  Jenis durian unggulan dari Kabupaten Trenggalek adalah Durian Ripto, sesuai dengan nama sang penemunya yakni Suripto.

Wisatawan menikmati pemandangan sungai berbatu di kawasan di desa wisata Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.KOMPAS.COM/SLAMET WIDODO Wisatawan menikmati pemandangan sungai berbatu di kawasan di desa wisata Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Durian jenis itu memiliki daging tebal dan berbiji kecil, serta rasa manis yang legit. Selain Durian Ripto, jenis Durian Kunir juga termasuk unggulan. Daging durian itu kuning tebal, memiliki rasa nikmat yang khas.

“Rasa buah durian di sini sangat enak, manis kesat daging buahnya tebal. Saya sangat senang berkunjung ke sini. Dan tempat seperti ini harus dikembangkan agar lebih terasa nyaman,” kata Yulianto, salah satu pengunjung desa wisata.

Desa wisata itu juga menyuguhkan keindahan yang teristimewa. Aliran sungai yang jernih membuat para pegunjung semakin kerasan berlama-lama di kampung durian ini. 

Wisatawan juga bisa melihat langsung aktivitas warga mengangkut buah durian dengan menggunakan sepeda motor, maupun dengan cara tradisional yakni dipikul.

Desa wisata ini bisa dikunjungi kapan saja sebab pada saat tidak musim buah durian  pengunjung akan diajak untuk berpetualang ke kebun manggis, salak, maupun melihat langsung proses pembuatan gula aren.

Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Duren Sari menjelaskan, "Situasinya sama, yang berbeda hanya musim buahnya. Di sini juga ada proses pembuatan gula aren. Pengunjung bisa berinteraksi langsung dalam pembuatan gula tersebut,” kata Unik.

Meski desa wisata ini masih tergolong baru, para warga sekitar lokasi sudah sadar akan kepariwisataan. Mereka bersikap ramah menyapa setiap pengunjung yang datang. 

Selain itu, sejumlah rumah milik warga sebagian sudah dimanfaatkan untuk penginapan. Rencananya, di kawasan itu akan dikembangkan wahana bermain (outbond).

Khusus Trenggalek, musim panen durian biasanya dimulai pada awal November dan puncaknya pada Februari, tergantung cuaca. Kawasan hutan durian di Kabupaten Trenggalek merupakan yang terbesar di seluruh dunia, dengan luasan mencapai 650 hektar. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)

Terkini Lainnya
Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

trenggalek maju sejahtera
Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

trenggalek maju sejahtera
Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

trenggalek maju sejahtera
Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

trenggalek maju sejahtera
Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

trenggalek maju sejahtera
Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

trenggalek maju sejahtera
Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

trenggalek maju sejahtera
Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

trenggalek maju sejahtera
Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

trenggalek maju sejahtera
Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

trenggalek maju sejahtera
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com