Trenggalek Punya Wisata Via Ferrata Pertama di Jawa Timur

Kompas.com - 01/10/2017, 18:43 WIB


TRENGGALEK, KOMPAS.com - Selain aneka macam potensi wisata alam yang indah, Kabupaten Trenggalek kini mempunyai lokasi wisata yang baru dan unik. Wisata panjat tebing melalui jalur khusus atau yang biasa disebut dengan Via Ferrata diharapkan mampu menarik wisatawan. 

Via Ferrata yang baru saja dibuka untuk umum ini merupakan yang pertama di Jawa Timur. Lokasi Via Ferrata ini berada di Gunung Sepikul sehingga wisata ini dinamai Sepikul Via Ferrata atau Sparta.

Wisata Via Ferrata berasal dari bahasa Italia yang artinya jalur besi. Pada wisata tersebut, jalur besi ini dipasang meniti ketinggian tebing. Biasanya jalur besi dipasang pada tebing yang benar-benar vertikal.

Via Ferrata sendiri sudah ada sejak abad ke-19, dan mulai dimanfaatkan pada perang dunia pertama, Hingga kini, di seluruh dunia sudah ada lebih dari seribu Via Ferrata. Jalur besi terbanyak berada di Italia dan Austria.

Baca: Mau Coba Via Ferrata di Gunung Parang, Simak Dulu Tipsnya

“Wisata ini merupakan Via Ferrata pertama di Jawa Timur. Kami menawarkan variasi pilihan bagi wisatawan lokal maupun internasional. Bagi wisatawan yang hendak merasakan sensasi memanjat tebing tanpa skill khusus, Via Ferrata merupakan pilihan tepat,” kata pengelola Sparta, Topan Eko, Minggu (1/10/2017).

Via Ferrata itu berada di tebing Gunung Sepikul di Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. 

Diharapkan wisata baru ini akan menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun Internasional. 

"Selanjutnya akan Kami tambah beberapa wahana yakni flying fox dan sepeda udara juga akan disiapkan di lokasi ini,” ujarnya.

Baca juga: Pantai Pelang Siap Dikembangkan sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Wisatawan yang ingin mencoba cukup bermodal niat serta nyali. Baik dewasa maupun anak-anak bisa memanjat tebing di lokasi wisata ini.

Via Ferrata di Trenggalek dibagi menjadi dua spot pendakian, dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan 250 mdpl.

“Yang harus dipersiapkan oleh pengunjung untuk memanjat di sini adalah persiapan fisik serta mental.  Di Gunung Sepikul ini juga ada lokasi pemanjatan bagi yang sudah memiliki skill, tapi berada di sisi tebing lain,” ujarnya

Sebelum memanjat tebing, para wisatawan terlebih dahulu diberi pengarahan oleh tim pemandu. Setiap sepuluh pemanjat didampingi satu orang pemandu.

Setelah itu, satu per satu wisatawan mulai menaiki tangga besi yang tertancap di dinding batu Gunung Sepikul.

“Sudah menjadi kewajiban Kami untuk melakukan briefing terlebih dahulu terhadap para pengunjung, agar mengerti istilah maupun penggunaan alat,” ujarnya.

Pengunjung, Topan melanjutkan, tidak perlu khawatir masalah keamanan maupun kekuatan besi yang tertancap. Setiap orang yang memanjat dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Mereka wajib menggunakan helm, lanyard, maupun harness. 

Tali baja dipasang di sepanjang jalur Via Ferrata diberi tali baja agar pemanjat lebih aman bila terjadi kesalahan saat berada di tebing.

Bahkan, sejumlah pemanjat yang berada di ketinggian terlihat menikmati suasana sambil mengabadikan moment dari ketinggian dengan menggunakan kamera foto hingga ponsel.

Via Ferrata di Trenggalek merupakan yang kedua di Indonesia. Wisata Via Ferrata pertama ada di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat. (KONTRIBUTOR TRENGGALEK/ SLAMET WIDODO)

Terkini Lainnya
Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

Dishub Trenggalek Raih Penghargaan Uji Kendaraan Bermotor Terbaik Kedua Nasional

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

Pemkab Trenggalek Raih 2 Penghargaan FESyar 2025, Mas Syah: Kami Dedikasikan untuk Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

Perbaikan Jalan Trenggalek Butuh Rp 300 Miliar, Bupati Ipin Minta Restu Masyarakat Cari Pembiayaan

trenggalek maju sejahtera
Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

Serahkan Santunan Rp 223 Juta ke Keluarga Laka Laut di Pantai Ngampiran, Bupati Trenggalek Hibur Ahli Waris

trenggalek maju sejahtera
Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

Rayakan Hari Jadi Trenggalek, Bupati Nur Arifin Kunjungi Lansia dan Beri Bantuan Bedah Kamar

trenggalek maju sejahtera
Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

Kirab Pusaka Hari Jadi Ke-831 Trenggalek, Mas Ipin Bagikan Hasil Bumi untuk Tolak Bala

trenggalek maju sejahtera
Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

Baznas Trenggalek Sabet Nominasi Pengelolaan SDM Terbaik di Baznas Awards 2025

trenggalek maju sejahtera
Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

Permudah Mobilitas Masyarakat, Pemkab Trenggalek Uji Coba Mobility Hub

trenggalek maju sejahtera
Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

Perkuat Identitas Kabupaten Trenggalek, Mas Ipin Luncurkan “TGX Southern Paradise”

trenggalek maju sejahtera
Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

Dalam 3 Tahun, TP-PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Perkawinan Anak Jadi 2,1 Persen

trenggalek maju sejahtera
Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

Pemkab Trenggalek Borong 3 Penghargaan BKN Award 2023

trenggalek maju sejahtera
Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

Novita Hardini Berharap Sedekah Laut Teluk Prigi 2023 Dapat Tingkatkan Pariwisata hingga Ekonomi Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

Blusukan Ke Rumah Warga Miskin Ekstrem, Ketua TP-PKK Trenggalek: Harus Jemput Bola Cek Keadaan Masyarakat

trenggalek maju sejahtera
Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

Ketua TP-PKK Trenggalek Novita Hardini Serahkan PKH Plus kepada 213 Lansia

trenggalek maju sejahtera
Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

Mas Bupati Ipin Berencana Jadikan Tradisi Kupatan sebagai Agenda Kalender Wisata

trenggalek maju sejahtera
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com