Soal Peningkatan Kualitas Pendidikan, Bupati TTS Soroti Pentingnya Komunikasi Kepala Sekolah dengan Pemerintah

Kompas.com - 21/03/2025, 11:24 WIB
Dwinh,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Eduard Markus Lioe atau Buce menekankan pentingnya komunikasi aktif antara kepala sekolah dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. 

Kepala sekolah tidak hanya boleh menuntut perbaikan, tetapi juga harus berkontribusi dalam mencari solusi dan menawarkan inovasi yang dapat dieksekusi bersama pemerintah," katanya seperti diberitakan kupang.tribunnews.com, Selasa (11/3/2025).

Penekanan tersebut disampaikan Buce dalam rapat kerja perdana Bupati dan Wakil Bupati TTS bersama para kepala sekolah se-Kabupaten TTS, yang berlangsung di Aula Mutis, Kantor Bupati, Selasa. 

Dalam rapat tersebut, ia menyoroti pentingnya dialog rutin antara pemerintah dan dunia pendidikan untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada.

“Rapat seperti ini harus dijadikan agenda rutin karena pendidikan kita masih jauh dari harapan," ucap Buce. 

Baca juga: Rapat ala Dedi Mulyadi, 20 Menit Hasilkan 18.000 Lowongan Kerja di Pabrik Mobil BYD

Pendidikan di TTS masih tertinggal 

Saat ini, kualitas pendidikan di Kabupaten TTS masih berada di peringkat 20 dari 22 kabupaten atau kota di Nusa Tenggara Timur ( NTT). 

Buce mengakui bahwa tenaga pendidik telah bekerja keras, tetapi peningkatan mutu pendidikan masih harus terus diupayakan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pihak sekolah untuk melaporkan kebutuhan dan kondisi sarana serta prasarana di sekolah masing-masing. 

“Kepala sekolah harus selalu proaktif melaporkan kondisi dan kebutuhan di sekolah masing-masing,” ujar Buce. 

Baca juga: Sekda Sebut 9 Daerah di Jabar Usulkan Lokasi untuk Sekolah Rakyat

Pentingnya pendidikan sejak usia dini 

Dalam arahannya, Buce menekankan pentingnya peran setiap jenjang pendidikan dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak di masa depan. 

Pendidikan usia dini menjadi fokus utama, karena di jenjang ini anak-anak perlu dibimbing untuk mengenal diri dan lingkungan sejak PAUD dan TK. 

“Pentingnya pendidikan usia dini harus kita perhatikan. Begitu juga dengan pendidikan dasar yang akan menentukan jenjang pendidikan selanjutnya,” tambah Buce.

Selain fokus pada sistem pendidikan, ia juga menekankan pentingnya kesejahteraan para guru, terutama guru honorer. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS akan meninjau kembali kebijakan terkait pembayaran honor yang berasal dari anggaran perndapatan belanja daerah (APBD). 

Baca juga: Penyebab Macet, Penarik Becak Dapat Honor agar Diam di Rumah Saat Mudik

“Pemkab TTS juga akan melihat kembali kesejahteraan guru, terutama guru honorer, agar mereka mendapatkan haknya secara layak. Akan dibuat petunjuk teknis (juknis) terkait pembayaran honor tersebut,” ujar Buce.

Sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkab TTS berencana mengagendakan rapat rutin antara kepala sekolah dan pemerintah guna membahas serta menyusun strategi inovasi pendidikan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com