Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Kompas.com - 19/10/2022, 20:15 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Inovasi alat pengupas kolang kaling bernama "Kupclang" buatan Wahyu, warga Desa Cisampih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang berhasil meraih Juara Favorit kategori Teknologi Tepat Guna ( TTG) pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (GTTGN) XXIII Tahun 2022.

Wahyu didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima penghargaan itu dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Rabu (19/10/2022).

Dony mengaku bangga atas prestasi yang berhasil diraih oleh salah satu warganya dalam gelaran inovasi TTG tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Wahyu merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan di tengah masyarakat.

Baca juga: Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Alhamdulillah inovasi dari Bapak Wahyu berupa alat pengupas kolang kaling bernama Kupclang berhasil mendapatkan juara di tingkat nasional. Seperti yang kita tahu, di Desa Cisampih banyak memproduksi kolang kaling. Jadi alat ini sangat bermanfaat untuk keperluan warga,” ujar Dony dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Prestasi itu diharapkan Dony bisa menjadi motivasi bagi seluruh warganya untuk berkreasi dan berinovasi mengatasi berbagai persoalan masyarakat.

“Diharapkan hal ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi warga Sumedang untuk terus berkreasi dan berinovasi melahirkan cara-cara baru melalui teknologi tepat guna dalam mengatasi persoalan masyarakat, khususnya berkaitan dengan ketahanan pangan,” jelas Dony.

Sejalan dengan yang dikatakan Bupati Dony, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sumedang Endah Kusyaman mengaku turut bangga atas hasil karya TTG dari salah satu warga Desa Cisampih tersebut.

Baca juga: Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

“Prestasi ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang. Sebab, keberhasilan inilah yang mudah-mudahan bisa memotivasi warga desa lainnya di Sumedang untuk tetap berkarya demi kemajuan desanya,” ujar Endah.

Sebagai informasi, pada gelaran tersebut, Bupati Sumedang juga mendapat penghargaan atas komitmen dan kerja kerasnya mendorong percepatan pembangunan desa.

Selain Bupati Sumedang, penghargaan juga diberikan kepada Kepala Desa Pamekaran dari Kecamatan Rancakalong atas usahanya mendorong percepatan pembangunan desa mandiri pertama di Kabupaten Sumedang.

Terkini Lainnya
Resmikan Bendungan Sadawarna Senilai Rp 2,65 Triliun, Jokowi: Semoga Produktivitas Pangan Bisa Naik

Resmikan Bendungan Sadawarna Senilai Rp 2,65 Triliun, Jokowi: Semoga Produktivitas Pangan Bisa Naik

Sumedang Simpati
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Sumedang Simpati
Bupati Sumedang Dony Hadiri Gala Dinner Peresmian Kampus UID Bali

Bupati Sumedang Dony Hadiri Gala Dinner Peresmian Kampus UID Bali

Sumedang Simpati
Bupati Sumedang Undang Menpan-RB dan 62 Bupati/Wali Kota Hadiri Digital Services Living Lab Summit 2022

Bupati Sumedang Undang Menpan-RB dan 62 Bupati/Wali Kota Hadiri Digital Services Living Lab Summit 2022

Sumedang Simpati
Bupati Dony Sebut Digital Services Living Lab sebagai Solusi Tingkatkan Indeks SPBE

Bupati Dony Sebut Digital Services Living Lab sebagai Solusi Tingkatkan Indeks SPBE

Sumedang Simpati
Siaga Hadapi Ancaman Siber, Sumedang Kini Miliki CSRIT

Siaga Hadapi Ancaman Siber, Sumedang Kini Miliki CSRIT

Sumedang Simpati
Pemkab Sumedang Komitmen Bagikan Platform Indonesia Digital Services Living Lab kepada 62 Kota dan Kabupaten

Pemkab Sumedang Komitmen Bagikan Platform Indonesia Digital Services Living Lab kepada 62 Kota dan Kabupaten

Sumedang Simpati
Dukung Pemkab Sumedang Kembangkan Living Lab, Tito: Kemungkinan Bisa Diadopsi Daerah Lain

Dukung Pemkab Sumedang Kembangkan Living Lab, Tito: Kemungkinan Bisa Diadopsi Daerah Lain

Sumedang Simpati
Pemkab Sumedang Luncurkan

Pemkab Sumedang Luncurkan "Super Meta", Masyarakat Bisa Akses Layanan Publik dengan Teknologi 3D

Sumedang Simpati
Mendagri Tito Apresiasi SPBE Pemkab Sumedang: Sistem Digitalisasinya Begitu Detail

Mendagri Tito Apresiasi SPBE Pemkab Sumedang: Sistem Digitalisasinya Begitu Detail

Sumedang Simpati
Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Sumedang Simpati
Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Sumedang Simpati
Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Simpati
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Sumedang Simpati
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Sumedang Simpati
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com