Jadi Khatib Shalat Jumat, Bupati Sumedang Ingatkan Pentingnya Iman dan Takwa

Kompas.com - 16/07/2022, 09:49 WIB
Erlangga Satya Darmawan,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Al-Mizan di Kompleks Kejaksaan Tinggi (Kejati), Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/7/2022).

Pada kesempatan tersebut, Dony mengingatkan kepada para jemaah tentang pentingnya meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

" Takwa tidak hanya di lisan saja, tetapi harus dipraktikkan dalam kehidupan keseharian. Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya. Itu adalah bekal kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak," ujar Dony dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (16/7/2022).

Selain bertakwa, Dony juga mengajak jemaah untuk bermuhasabah serta mengevaluasi diri atas kebaikan dan keburukan pada semua aspek kehidupan dalam satu pekan ke belakang.

"Mari evaluasi diri selama satu minggu ke belakang, mulai dari Jumat kemarin sampai Jumat sekarang. Apakah banyak perbuatan baik atau malah sebaliknya? Jika banyak kebaikan, terus tingkatkan. Kalau banyak perbuatan buruk, segera hentikan selagi ada kesempatan," katanya.

Baca juga: Bupati Sumedang Bersiap Hadapi Dampak Negatif Ekonomi Global dengan 3 Langkah

Dalam hidup, lanjut Dony, setidaknya ada tiga hal yang konstan, yaitu perubahan, pilihan, dan prinsip.

Menurutnya, ketiga tersebut dapat menentukan kebahagiaan manusia, baik di dunia maupun akhirat.

“Di antara ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang senantiasa berinfak dan bersedekah, baik pada waktu lapang maupun sempit. Selain itu, ciri selanjutnya adalah mereka yang senantiasa menahan amarah dan tidak mudah marah,” ucap Dony.

Dony menambahkan, perasaan marah dapat menimbulkan pertikaian dan perselisihan.

Baca juga: Pengalaman Penurunan Stunting dan Kemiskinan di Sumedang Akan Dibawa ke Acara G20

Adapun cara untuk meredakan amarah menurut nabi Muhammad SAW adalah dengan mengucapkan taawudz atau istigfar.

“Jika masih marah, cepat-cepat ambil wudu. Kalau kita marah sedang berdiri, cepat duduk. Jika duduk masih tetap marah, berbaringlah," tuturnya.

Ciri orang bertakwa yang terakhir, tambah Dony, adalah punya sifat mau memaafkan kesalahan orang lain. Utamanya, sebelum orang lain minta maaf kepadanya.

"Hampuraan, itulah ciri orang bertakwa. Allah senantiasa menyukai orang orang yang berbuat kebaikan. Banyak kebaikan yang bisa kita lakukan. Senyum saja sudah kebaikan. Sebab, orang akan tenang serta terjaga dari lisan dan perbuatannya," terang Dony.

Terkini Lainnya
Resmikan Bendungan Sadawarna Senilai Rp 2,65 Triliun, Jokowi: Semoga Produktivitas Pangan Bisa Naik

Resmikan Bendungan Sadawarna Senilai Rp 2,65 Triliun, Jokowi: Semoga Produktivitas Pangan Bisa Naik

Sumedang Simpati
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Sumedang Simpati
Bupati Sumedang Dony Hadiri Gala Dinner Peresmian Kampus UID Bali

Bupati Sumedang Dony Hadiri Gala Dinner Peresmian Kampus UID Bali

Sumedang Simpati
Bupati Sumedang Undang Menpan-RB dan 62 Bupati/Wali Kota Hadiri Digital Services Living Lab Summit 2022

Bupati Sumedang Undang Menpan-RB dan 62 Bupati/Wali Kota Hadiri Digital Services Living Lab Summit 2022

Sumedang Simpati
Bupati Dony Sebut Digital Services Living Lab sebagai Solusi Tingkatkan Indeks SPBE

Bupati Dony Sebut Digital Services Living Lab sebagai Solusi Tingkatkan Indeks SPBE

Sumedang Simpati
Siaga Hadapi Ancaman Siber, Sumedang Kini Miliki CSRIT

Siaga Hadapi Ancaman Siber, Sumedang Kini Miliki CSRIT

Sumedang Simpati
Pemkab Sumedang Komitmen Bagikan Platform Indonesia Digital Services Living Lab kepada 62 Kota dan Kabupaten

Pemkab Sumedang Komitmen Bagikan Platform Indonesia Digital Services Living Lab kepada 62 Kota dan Kabupaten

Sumedang Simpati
Dukung Pemkab Sumedang Kembangkan Living Lab, Tito: Kemungkinan Bisa Diadopsi Daerah Lain

Dukung Pemkab Sumedang Kembangkan Living Lab, Tito: Kemungkinan Bisa Diadopsi Daerah Lain

Sumedang Simpati
Pemkab Sumedang Luncurkan

Pemkab Sumedang Luncurkan "Super Meta", Masyarakat Bisa Akses Layanan Publik dengan Teknologi 3D

Sumedang Simpati
Mendagri Tito Apresiasi SPBE Pemkab Sumedang: Sistem Digitalisasinya Begitu Detail

Mendagri Tito Apresiasi SPBE Pemkab Sumedang: Sistem Digitalisasinya Begitu Detail

Sumedang Simpati
Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Sumedang Simpati
Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Sumedang Simpati
Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Simpati
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Sumedang Simpati
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Sumedang Simpati
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com