Bupati Sumedang Dampingi Ridwan Kamil Tinjau Kesiapan Tol Cisumdawu Jelang Mudik Lebaran

Kompas.com - 24/04/2022, 20:39 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Wandha Nur Hidayat

Tim Redaksi

KOMPAS.comBupati Sumedang Dony Ahmad Munir mendampingi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau kesiapan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) jelang mudik Lebaran 2022 pada Minggu (24/4/2022). 

Ridwan Kamil mengatakan pihaknya siap menyambut kedatangan para pemudik yang akan pulang kampung melewati tol tersebut. Tol Cisumdawu yang sudah rapi sampai Pamulihan dipastikan akan beroperasi normal seperti biasanya.

“Akan ada tambahan pembukaan jalan tol hingga ke Cimalaka melewati Sumedang Kota. Namun, yang melintasi jalur Pamulihan sampai Sumedang Kota harus tetap waspada karena masih ada longsoran tanah,” ungkap Ridwan Kamil dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Ramaikan BUBOS 2022, Pemkab Sumedang Bagikan 1000 Sembako untuk Masyarakat Prasejahtera

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengingatkan bagi para pemudik yang akan menuju Sumedang agar memperhatikan kondisi cuaca, waktu, dan juga jenis kendaraannya sebagai kesiapan sebelum keberangkatan.

“Syaratnya hanya dibuka sampai jam lima sore saja, itu kalau tidak hujan dan dibatasi hanya kendaraan kecil. Sebab, di antara Pamulihan dan Sumedang Kota masih ada longsor yang dalam proses perbaikan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengataknya Jabar sudah siap untuk menyambut arus mudik Lebaran tahun ini dengan menyediakan beberapa pos terpadu, seperti Pos Pamulihan yang didesain dengan kreatif.

“Di Pos Pamulihan ada unsur kreatifitas agar lebih menarik. Di dalamnya ada tempat istirahat hingga ruangan khusus untuk ibu menyusui. Selain itu, disediakan juga ciri khas Sumedang yakni tahu Sumedang secara gratis di tempat,” ujarnya.

Baca juga: Jelang Lebaran 2022, Pemkab Sumedang Pastikan Jalur Arus Mudik Aman bagi Pemudik

Khusus untuk para pemudik asli Sumedang diimbau untuk memanfaatkan alternatif jalan tol supaya arus lalu lintas lancar dan para pemudik tetap sehat sampai kampung halaman.

“Saya imbau untuk warga Sumedang yang akan mudik, sebisa mungkin manfaatkan jalan tol yang ada untuk bisa pulang ke Sumedang dengan lebih cepat,” jelasnya.

Aplikasi Sumedang LRT bantu kelancaran mudik

Selain mempersiapkan jalan tol, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mengoptimalkan fasilitas Area Traffic Control System (ATCS) dan meluncurkan aplikasi Sumedang Lebaran Real Time (LRT) untuk membantu kelancaran perjalanan para pemudik.

Bupati Dony Ahmad mengatakan pihak dinas perhubungan dan Polri telah mengintegrasikan sistem untuk mengatur lalu lintas agar para pemudik yang datang ke Sumedang tetap aman dan nyaman sehingga tetap sehat saat merayakan Lebaran di kampung halaman.

Baca juga: Pemkab Sumedang Borong Penghargaan Top BUMD Award 2022, Ini Harapan Wabup Erwan

“Dengan sistem tersebut apa pun kejadian di lapangan dapat diatasi dengan koordinasi secara intensif dan efektif sehingga mudik dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dony menjelaskan, para pemudik yang melewati wilayah Sumedang juga dapat membuka LRT melalui website sumedangkab.go.id untuk mendapatkan informasi terkait kondisi lalu lintas serta lokasi rest area, restoran, dan masjid.

“Fasilitas rest area dapat dioptimalkan pemudik untuk beristirahat dan melakukan salat. Tersedia pula takjil gratis untuk berbuka puasa. Selain itu, terdapat juga fasilitas cek kesehatan yang dapat digunakan dengan gratis,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan jalur Tol Cisumdawu Seksi II dan III yakni dari Pamulihan sampai dengan Cimalaka, sudah dapat dilalui mulai H-7 atau tujuh hari sebelum Lebaran. Namun, akan diberlakukan sistem one way dari arah Bandung ke Sumedang.

“Mulai dari tujuh hari sebelum Lebaran, jalur Cisumdawu dari arah Bandung, Sumedang, dan Cirebon sudah bisa digunakan dengan sistem jalur one way. Di mana jalur keluar akan lewat Sumedang Kota atau Karapyak dan Cimalak,” pungkas Dony.

Terkini Lainnya
Resmikan Bendungan Sadawarna Senilai Rp 2,65 Triliun, Jokowi: Semoga Produktivitas Pangan Bisa Naik

Resmikan Bendungan Sadawarna Senilai Rp 2,65 Triliun, Jokowi: Semoga Produktivitas Pangan Bisa Naik

Sumedang Simpati
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Sumedang Simpati
Bupati Sumedang Dony Hadiri Gala Dinner Peresmian Kampus UID Bali

Bupati Sumedang Dony Hadiri Gala Dinner Peresmian Kampus UID Bali

Sumedang Simpati
Bupati Sumedang Undang Menpan-RB dan 62 Bupati/Wali Kota Hadiri Digital Services Living Lab Summit 2022

Bupati Sumedang Undang Menpan-RB dan 62 Bupati/Wali Kota Hadiri Digital Services Living Lab Summit 2022

Sumedang Simpati
Bupati Dony Sebut Digital Services Living Lab sebagai Solusi Tingkatkan Indeks SPBE

Bupati Dony Sebut Digital Services Living Lab sebagai Solusi Tingkatkan Indeks SPBE

Sumedang Simpati
Siaga Hadapi Ancaman Siber, Sumedang Kini Miliki CSRIT

Siaga Hadapi Ancaman Siber, Sumedang Kini Miliki CSRIT

Sumedang Simpati
Pemkab Sumedang Komitmen Bagikan Platform Indonesia Digital Services Living Lab kepada 62 Kota dan Kabupaten

Pemkab Sumedang Komitmen Bagikan Platform Indonesia Digital Services Living Lab kepada 62 Kota dan Kabupaten

Sumedang Simpati
Dukung Pemkab Sumedang Kembangkan Living Lab, Tito: Kemungkinan Bisa Diadopsi Daerah Lain

Dukung Pemkab Sumedang Kembangkan Living Lab, Tito: Kemungkinan Bisa Diadopsi Daerah Lain

Sumedang Simpati
Pemkab Sumedang Luncurkan

Pemkab Sumedang Luncurkan "Super Meta", Masyarakat Bisa Akses Layanan Publik dengan Teknologi 3D

Sumedang Simpati
Mendagri Tito Apresiasi SPBE Pemkab Sumedang: Sistem Digitalisasinya Begitu Detail

Mendagri Tito Apresiasi SPBE Pemkab Sumedang: Sistem Digitalisasinya Begitu Detail

Sumedang Simpati
Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Inovasi Pengupas Kolang-kaling Buatan Warga Sumedang Raih Juara Favorit GTTGN XXIII

Sumedang Simpati
Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Membanggakan, Pemkab Sumedang Masuk 10 Besar JDIH Terbaik Tingkat Nasional

Sumedang Simpati
Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Simpati
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Sumedang Simpati
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Sumedang Simpati
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com